Dari Drone Jatuh Ke Air Hingga Robot Tersandung, Mesin-Mesin Ini Masih Rentan Dipermalukan

Author: Redaksi Android62

Gravitasi masih jadi lawan paling keras bagi robot, drone, dan kendaraan otonom. Dari tangga kecil sampai permukaan air, sederet mesin canggih baru-baru ini justru terlihat paling rentan pada hal-hal yang paling dasar.

Kejadian-kejadian itu menarik perhatian bukan karena menunjukkan kemajuan, melainkan karena memperlihatkan betapa mudahnya mesin dipermalukan oleh situasi sederhana. Saat performa di layar atau dalam demonstrasi tampak meyakinkan, dunia nyata tetap punya ujian yang tidak bisa diabaikan.

Robot yang kehilangan keseimbangan di momen paling sederhana

Salah satu momen yang paling mudah diingat datang dari robot yang sempat mencoba moonwalk. Gerakannya sempat terlihat meyakinkan, tetapi semuanya berubah saat robot itu terpeleset di tangga dan jatuh.

Adegan itu makin canggung ketika robot tersebut diseret pergi sementara musik tetap berjalan. Dari situ, kesan yang muncul bukan kecanggihan penuh, melainkan betapa rapuhnya keseimbangan mesin saat harus menghadapi permukaan yang tidak bersahabat.

Ada juga robot yang dilatih untuk bela diri, tetapi justru kesulitan melewati undakan kecil. Setelah mencoba menendang dan memukul, robot itu tidak mampu menjaga tubuhnya tetap stabil, mundur ke dinding dengan canggung, lalu jatuh telungkup.

Kendaraan tanpa sopir yang justru dekat dengan air

Di ranah mobilitas, Waymo sempat mendapat sorotan positif sebagai taksi tanpa sopir yang mengesankan. Namun reputasi itu ikut goyah ketika seluruh armadanya harus ditarik kembali karena terlalu sering mengarah ke air.

Peristiwa itu memunculkan pertanyaan baru tentang sejauh mana kendaraan otonom benar-benar siap membaca kondisi jalan. Di sisi lain, ada juga Cybertruck yang terdokumentasi masuk ke air, seolah kendaraan itu percaya bisa berenang.

Dua kejadian itu sama-sama memperlihatkan ironi yang sulit diabaikan. Kendaraan yang dirancang untuk bergerak cerdas justru tampak kesulitan saat harus menghindari salah arah yang paling dasar.

Drone ikut menambah daftar kegagalan yang sulit dilupakan

Dunia drone juga tidak luput dari insiden serupa. Amazon MGM memang sempat mencatat rekor Guinness untuk pertunjukan drone paling terang dengan angka 10.000 lux lewat pertunjukan bertema Masters of the Universe.

Pertunjukan itu bahkan menampilkan formasi kepala Skeletor raksasa di atas Los Angeles. Tetapi suasana yang jauh lebih memalukan justru terjadi di Sydney Harbour, ketika puluhan drone jatuh ke air satu per satu.

Suara cipratan yang muncul kemudian mengubah acara itu menjadi parade kegagalan basah yang sulit diabaikan. Kontras antara pencapaian rekor dan insiden jatuhnya drone membuat dunia drone terlihat begitu jauh dari kata mulus.

Bahkan Mars pun tidak memberi kelonggaran

Masalah serupa juga muncul jauh dari Bumi. Rover Curiosity milik NASA kembali membuktikan bahwa robot yang sudah bertahun-tahun bertahan di Mars pun masih bisa tersandung masalah yang tampak sepele.

Dalam satu kejadian, rover itu mengebor batu seberat 30 pon lalu terjebak selama lima hari. Yang tersangkut bukan mata bor pada batu, melainkan batunya yang menempel pada bor.

Untuk melepaskannya, rover itu harus digoyang, diputar, lalu dibiarkan sampai batu tersebut lepas dan akhirnya pecah di tanah. Insiden ini menunjukkan bahwa bahkan di lingkungan ekstrem sekalipun, hambatan kecil tetap bisa menjadi pekerjaan besar bagi mesin.

Jika dilihat bersama, rangkaian kejadian ini membentuk pola yang konsisten. Robot hiburan, kendaraan tanpa sopir, drone, hingga rover antariksa sama-sama bisa tampak canggih sampai berhadapan dengan tangga, air, atau batu yang menempel di alat bor.

Berita Terbaru