Zendhy Herdian Kusuma menempatkan pendidikan sebagai bagian penting dari perjalanannya di dunia gitar. Melalui pendekatan itu, ia tidak hanya tampil sebagai pemain instrumen, tetapi juga ikut menyiapkan ruang belajar yang dirancang untuk melahirkan generasi gitaris baru di Indonesia.
Langkah tersebut terlihat lewat Zendhy Kusuma Guitar School yang ia dirikan sejak 2021. Sekolah ini membuka jalur pembelajaran untuk berbagai level, dari pemula hingga tingkat lanjutan, sehingga proses belajar bisa berjalan lebih terarah dan berkesinambungan.
Di sekolah itu, pembelajaran tidak berhenti pada kemampuan memainkan gitar dengan baik. Para siswa juga diarahkan untuk memahami rasa, struktur lagu, dan eksplorasi sound agar kemampuan musikal mereka tumbuh lebih utuh.
Disiplin dan konsistensi jadi fondasi
Bagi Zendhy, kemampuan teknis saja tidak cukup untuk membentuk gitaris yang benar-benar siap berkembang. Ia menilai disiplin dan konsistensi sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan dari proses belajar.
Ia menegaskan bahwa gitaris yang sukses adalah gitaris yang konsisten. Pandangan itu menjadi dasar pendekatan pengajaran yang ia bangun agar siswa terbiasa menjalani proses panjang, bukan mengejar hasil instan.
Karena itu, pembinaan yang ia jalankan diarahkan untuk membentuk musisi yang tahan proses. Targetnya bukan hanya mahir secara permainan, tetapi juga kuat menghadapi perjalanan karier di dunia musik yang menuntut ketekunan.
Pendidikan formal memperkuat perannya
Latar belakang akademik Zendhy ikut memperkuat posisinya sebagai pendidik musik. Ia menempuh pendidikan di Institut Kesenian Jakarta dan memiliki sertifikasi internasional LRSL serta FLCM dari University of West London.
Bekal tersebut membuat namanya dikenal bukan semata sebagai gitaris, melainkan juga sebagai sosok yang punya fondasi teknis dan musikal untuk membina pemain muda. Dari situ, ia mendorong pembelajaran yang lebih rapi dan terarah bagi para gitaris yang sedang berkembang.
Pendekatan ini juga menunjukkan bahwa pembinaan musik membutuhkan sistem, bukan hanya panggung. Zendhy memilih membangun jalur belajar yang bisa membantu siswa dari tahap dasar sampai lebih lanjut.
Musik tidak berhenti pada keterampilan pribadi
Bagi Zendhy, musik memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar kemampuan individu. Ia memandang musik sebagai sarana untuk memberi dampak kepada orang lain dan lingkungan sekitar.
Karena itu, pendidikan yang ia bangun juga menekankan nilai dan karakter. Ia ingin musisi yang lahir dari proses belajar tidak hanya mengejar pencapaian pribadi, tetapi juga membawa manfaat bagi sekitarnya.
Ia pernah menyampaikan, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.” Prinsip itu menjadi landasan dalam proses pembentukan musisi yang kompeten sekaligus berintegritas.
Menjawab kebutuhan industri musik
Kurikulum di sekolah gitarnya disusun agar selaras dengan kebutuhan industri musik saat ini. Para siswa didorong untuk tumbuh adaptif, kreatif, dan siap bersaing di tengah perubahan yang cepat.
Arah pembinaan seperti ini menjadi penting ketika regenerasi gitaris Indonesia membutuhkan fondasi yang kuat. Pendidikan yang terarah dipandang sebagai salah satu cara untuk menjaga kualitas skena musik ke depan.
Kehadiran Zendhy di Experience Guitars Show 2026 di Lippo Mall Nusantara ikut menegaskan pesan itu. Di sana, ia tampil bukan hanya sebagai musisi, tetapi juga sebagai figur yang menaruh perhatian besar pada masa depan pendidikan gitar di Indonesia.
Dukungan atas kiprahnya juga datang dari Andra Ramadhan. Ia menyebut Zendhy sebagai musisi, gitaris, dan komposer yang sangat handal, sekaligus menilai dirinya sebagai salah satu extraordinary guitarist di Indonesia.
Source: www.idntimes.com






