Hankook memperluas program pendampingan karet alam ke Sumatera Selatan dengan fokus yang sangat praktis: menjaga mutu bahan baku sejak dari kebun. Melalui program bertema “Coagulant Aid Program for Quality and Sustainable Rubber”, PT Hankook Tire Indonesia menyalurkan bantuan langsung kepada petani karet di Desa Marga Mulia.
Bantuan itu tidak berdiri sebagai dukungan biasa, karena diarahkan untuk memperbaiki proses pengolahan karet di tahap awal rantai pasok. Hankook menempatkan langkah ini sebagai bagian dari komitmen ESG yang menekankan efisiensi, keamanan, dan keberlanjutan.
Dalam paket bantuan tersebut, perusahaan menyerahkan 2.500 kg asam format atau formic acid, 1.000 kg pupuk NPK, dan 200 pisau sadap. Seluruh perlengkapan itu ditujukan agar pengolahan karet lebih sesuai dengan standar industri dan lebih terjaga mutunya.
Asam format menjadi elemen penting dalam proses koagulasi lateks. Penggunaan bahan ini dinilai membantu petani menjalankan pengolahan yang lebih terstandarisasi, lebih aman, dan lebih ramah lingkungan.
Fokus pada kualitas dari awal
Hankook melihat kualitas ban sangat bergantung pada kualitas karet dari sumbernya. Karena itu, perhatian pada tahap hulu menjadi bagian penting untuk menjaga konsistensi hasil akhir di industri.
Langkah ini juga muncul di tengah kondisi industri karet nasional yang masih menghadapi tekanan. Indonesia tetap menjadi salah satu produsen karet terbesar kedua di dunia, dengan produksi sekitar 2,65 juta ton pada 2023 menurut Badan Pusat Statistik.
Di sisi lain, pasokan bahan baku menghadapi tantangan karena luas lahan karet dilaporkan terus menyusut. Rata-rata penurunannya sekitar 5,7 persen per tahun, dan kondisi itu berpotensi memengaruhi pasokan sekaligus kualitas karet.
Pelatihan untuk 200 petani
Selain bantuan fisik, program ini juga membawa pelatihan teknis bagi petani. Sekitar 200 petani karet mengikuti demonstrasi dan edukasi penggunaan formic acid secara tepat dan aman.
Materi pelatihan menekankan takaran yang dianjurkan serta cara penerapan yang benar dalam proses pengolahan. Pendekatan ini ditujukan agar petani tidak hanya menerima alat dan bahan, tetapi juga memahami cara memakainya secara benar.
Penggunaan yang tepat dinilai penting untuk mencegah pencemaran lingkungan sekaligus menjaga efisiensi biaya produksi. Dengan begitu, manfaat program tidak berhenti pada kualitas hasil, tetapi juga menyentuh praktik kerja di lapangan.
Presiden Direktur PT Hankook Tire Indonesia, Jung Jinkyun, menilai tantangan di hulu karet berkaitan erat dengan meningkatnya biaya produksi. Ia menegaskan bahwa kualitas ban berawal dari proses pengolahan karet yang tepat, terutama pada tahap koagulasi lateks.
Jung juga menyebut penggunaan bahan koagulan tertentu masih dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan dan lingkungan. Karena itu, donasi asam format diposisikan sebagai alternatif yang lebih aman bagi petani.
Respons dari mitra dan pemerintah daerah
Dari sisi industri, inisiatif ini dinilai dapat memperkuat hubungan antara petani dan pelaku usaha. Direktur PT Sri Trang Lingga Indonesia, Chaikrit Rattana, mengatakan kualitas karet harus dijaga sejak awal proses.
Chaikrit menilai kegiatan tersebut berpotensi memberi dampak positif pada mutu pengolahan dan mendorong rantai pasok yang lebih inklusif. Ia juga mengapresiasi langkah Hankook dalam memberdayakan petani lokal di Kota Palembang.
Apresiasi serupa datang dari pemerintah daerah. Malvin, Kepala UPTD Kecamatan Rambang, Muara Enim, Sumatera Selatan, menyambut baik donasi asam format kepada petani dan pemasok lokal.
Menurut Malvin, inisiatif itu dapat mendorong praktik pengolahan yang lebih ramah lingkungan. Ia berharap program tersebut memberi dampak yang lebih luas bagi produktivitas petani dan pengembangan sektor perkebunan karet di Sumatera Selatan.
Program yang terus diperluas
Inisiatif di Sumatera Selatan ini bukan yang pertama bagi Hankook. Program serupa sudah dijalankan sejak pertama kali diluncurkan di Kalimantan pada 2022, lalu diperluas ke sejumlah wilayah lain.
Tahun ini, Sumatera Selatan menjadi daerah baru dalam cakupan program. Perluasan itu menunjukkan upaya perusahaan menjangkau lebih banyak petani lokal sambil memperkuat praktik pengadaan yang bertanggung jawab.
Hankook juga menyebut telah menerapkan kebijakan karet alam berkelanjutan sejak 2018 sebagai anggota GPSNR. Kebijakan tersebut menekankan transparansi, perlindungan hak asasi manusia, perlindungan lingkungan, pencegahan deforestasi, serta perlindungan lahan gambut.
Ke depan, PT Hankook Tire Indonesia berencana menjadikan program ini sebagai inisiatif tahunan berkelanjutan. Fokusnya tetap pada edukasi petani, peningkatan kualitas bahan baku, dan penerapan praktik pengolahan karet yang lebih ramah lingkungan serta terstandarisasi.
Source: www.medcom.id






