Data HR Sudah Lengkap, KTM Solutions Soroti Jarak Antara Analisis Dan Tindakan

Author: Redaksi Android62

KTM Solutions menyorot satu persoalan yang kerap membuat pengelolaan SDM tersendat: organisasi sudah punya data, tetapi belum tentu bergerak. Di HR Directors Indonesia Summit 2026, perusahaan ini membawa pesan bahwa talent analytics seharusnya tidak berhenti sebagai laporan, melainkan menjadi dasar tindakan yang lebih cepat dan tepat.

Gagasan itu muncul di tengah kebutuhan HR yang makin menuntut kecepatan dalam membaca kondisi talenta. Banyak perusahaan kini sudah memiliki dashboard dan laporan yang lengkap, tetapi tantangan sebenarnya muncul saat informasi tersebut belum berubah menjadi keputusan yang nyata di lapangan.

Jarak antara tahu dan bertindak

Dalam sesi berjudul “The Response Gap: When Insight Doesn’t Translate into Action,” Innovation & Talent Science Director KTM Solutions, Sheeren Yolanda, menyoroti masalah yang masih sering terjadi di banyak organisasi. Menurut dia, perusahaan kerap sudah memahami apa yang perlu diperbaiki, tetapi berhenti pada tahap analisis.

Sheeren menyebut kondisi itu sebagai response gap, yaitu jarak antara pengetahuan yang dimiliki organisasi dan langkah konkret yang benar-benar dijalankan. Ia menegaskan bahwa perubahan baru terasa ketika organisasi siap mengeksekusi temuan yang sudah diketahui.

“Banyak organisasi sudah mengetahui yang perlu diperbaiki. Namun perubahan hanya terjadi ketika organisasi siap untuk bertindak atas apa yang sudah mereka ketahui,” ujarnya.

Data perlu dibaca lebih utuh

Untuk menjawab tantangan tersebut, KTM Solutions memperkenalkan pendekatan talent analytics dashboard yang menggabungkan data individu dan data sistem. Dengan cara ini, perusahaan tidak hanya melihat performa talenta, tetapi juga faktor-faktor sistem yang ikut memengaruhi hasilnya.

Pendekatan itu dirancang agar organisasi bisa mengambil keputusan dengan lebih cepat dan lebih tepat. KTM Solutions menempatkannya sebagai upaya memperkecil jarak antara insight dan implementasi yang selama ini masih muncul di banyak perusahaan.

Forum HR yang menekan kebutuhan respons cepat

HRDI Summit 2026 mempertemukan para pemimpin HR dari berbagai industri untuk membahas arah baru pengelolaan talenta. Latar forum tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan HR saat ini tidak lagi sebatas mengumpulkan data, tetapi juga menafsirkan kondisi talenta secara menyeluruh lalu menjadikannya dasar tindakan.

Di tengah tekanan untuk bergerak cepat, pendekatan berbasis talent analytics menjadi semakin penting. Fokusnya bergeser dari sekadar mengetahui masalah menjadi memastikan organisasi memiliki respons yang terstruktur untuk memperbaikinya.

Aktivitas interaktif di booth KTM Solutions

Selain sesi diskusi, KTM Solutions juga menghadirkan booth interaktif dengan mini assessment Career Well-being. Aktivitas ini memberi peserta gambaran mengenai kondisi karier mereka dan membantu melihat kaitannya dengan performa organisasi.

Langkah tersebut memperkuat pesan utama yang dibawa perusahaan di forum itu. Data tidak cukup hanya dikumpulkan, tetapi perlu diolah menjadi pemahaman yang mendorong tindakan dan perubahan yang relevan bagi organisasi.

Kehadiran KTM Solutions di HRDI Summit 2026 juga menegaskan posisinya sebagai mitra teknologi yang menghubungkan data, talenta, dan sistem. Dalam konteks transformasi HR, penekanan terbesar perusahaan berada pada eksekusi, karena nilai data baru terasa saat organisasi mampu meresponsnya dengan langkah yang konsisten di lapangan.

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru