Daya Tampung Negeri Baru Menjangkau 40,83 Persen Lulusan, DPRD Jateng Minta SPMB Bersih dari Titipan

Author: Redaksi Android62

Daya tampung sekolah negeri di Jawa Tengah masih jauh dari cukup untuk seluruh lulusan SMP sederajat. Dari total 567.500 lulusan, Pemprov Jawa Tengah hanya menyiapkan 231.724 kursi untuk SPMB SMA dan SMK tahun ajaran 2026/2027.

Situasi itu membuat persaingan masuk sekolah negeri tetap ketat bagi banyak keluarga. Karena itu, proses Sistem Penerimaan Murid Baru dinilai harus berlangsung terbuka dan adil agar tidak menimbulkan masalah baru di masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menilai keterbatasan kuota tidak boleh membuka celah bagi praktik yang merugikan calon murid. Ia meminta seleksi dijalankan secara profesional tanpa intervensi dan tanpa titipan.

Menurut perhitungan yang ada, kuota sekolah negeri baru mampu menampung 40,83 persen lulusan. Artinya, sebagian besar siswa tetap harus mencari pilihan pendidikan lain di luar sekolah negeri.

Kondisi tersebut membuat SPMB menjadi tahap yang sangat menentukan bagi banyak keluarga. Di tengah keterbatasan kursi, kejelasan aturan dan pengawasan disebut semakin penting agar proses seleksi tidak menimbulkan kecurigaan.

Saleh menilai seleksi yang tidak bersih hanya akan memperbesar kekecewaan masyarakat. Karena itu, ia menekankan bahwa pengawasan pelaksanaan SPMB harus berjalan ketat sejak awal.

Ia juga mengingatkan bahwa keadilan dalam penerimaan murid bukan sekadar soal teknis pelaksanaan. Kepercayaan publik terhadap layanan pendidikan daerah ikut bergantung pada bagaimana seleksi dijalankan.

Selain soal seleksi, Saleh meminta pemerintah daerah memastikan informasi SPMB mudah diakses oleh masyarakat. Informasi mengenai jadwal, jalur penerimaan, dan hasil seleksi perlu disampaikan secara jelas.

Keterbukaan informasi itu dinilai penting agar publik tidak mudah curiga terhadap jalannya penerimaan murid baru. Tanpa informasi yang transparan, proses seleksi berisiko memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Tengah, Saleh menempatkan persoalan daya tampung ini sebagai perhatian serius dalam layanan pendidikan daerah. Di tengah jumlah lulusan yang jauh lebih besar daripada kursi yang tersedia, SPMB kembali menjadi sorotan utama bagi warga Jawa Tengah.

Source: beritajateng.id
Berita Terbaru