Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, menegaskan bahwa partainya akan tetap berada di luar kabinet dan menjalankan fungsi pengawasan konstitusional di DPR. Ia menyebut posisi itu sudah menjadi mandat Rapat Kerja Nasional, sehingga PDIP tidak sedang bersikap ambigu dalam menentukan arah politik.
Dalam pandangannya, DPR tidak boleh direduksi hanya menjadi pendukung pemerintah. Deddy menilai lembaga legislatif harus tetap menjalankan kontrol yang aktif agar kebijakan eksekutif tidak keluar dari jalur konstitusi.
Sorotan ke NasDem dan Demokrat
Deddy secara khusus menyinggung Partai NasDem dan Partai Demokrat dalam kritiknya. Ia meminta kedua partai itu lebih dulu mengurus urusan internal masing-masing ketimbang ikut mencampuri posisi politik PDIP.
Ia juga menilai partai-partai di koalisi pemerintah seharusnya fokus membenahi kinerja para menteri yang mereka miliki di kabinet. Menurut dia, jika ada pihak yang tidak nyaman dengan situasi politik saat ini, pilihan yang lebih tepat adalah mundur dari pemerintahan, bukan menyeret PDIP ke dalam perdebatan.
Fungsi Pengawasan DPR Jadi Penekanan
Deddy menolak pandangan yang membuat parlemen hanya menjadi pengesah kebijakan pemerintah. Ia mengingatkan bahwa sistem ketatanegaraan membutuhkan pengawasan yang kuat dari DPR agar kekuasaan eksekutif tetap terkendali.
Ia bahkan melontarkan pertanyaan retoris soal bedanya kondisi seperti itu dengan masa Orde Baru bila semua fraksi di DPR hanya patuh pada eksekutif. Bagi Deddy, kritik dan kontrol merupakan bagian penting dari kerja parlemen, bukan gangguan terhadap stabilitas.
Isu yang Dinilai Lebih Mendesak
Di tengah polemik itu, Deddy mengalihkan perhatian pada persoalan yang menurutnya jauh lebih dekat dengan kebutuhan publik. Ia menyebut rakyat lebih membutuhkan partai politik yang serius menangani harga BBM, tarif listrik, bantuan sosial, hingga persoalan pangan dan ekonomi.
Menurut dia, energi politik seharusnya tidak habis untuk memelihara kegaduhan. Ia juga menilai pemilu masih jauh, sehingga partai-partai semestinya tidak sibuk mencari lawan politik untuk menutupi kegelisahan internal masing-masing.
PDIP Tetap Klaim Jadi Penyeimbang
Meski mendapat sorotan, Deddy menegaskan PDIP akan tetap konsisten menjadi penyeimbang yang konstruktif. Ia menyebut partainya akan terus mengkritik kebijakan secara bertanggung jawab sekaligus mengawal pemerintahan agar tetap sesuai konstitusi.
Menurut Deddy, sikap itu merupakan amanah yang tidak akan ditinggalkan. Dengan posisi tersebut, PDIP ingin hadir sebagai kekuatan pengawas yang aktif, bukan sekadar mengikuti arus kekuasaan tanpa koreksi.
