Dedi Mulyadi Usul Aparat Bersenjata di Titik Rawan, Begal Jadi Perhatian Jabar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan penempatan aparat bersenjata di titik-titik strategis yang rawan kejahatan. Langkah ini didorong sebagai upaya pencegahan pembegalan serta tindak kriminal lain di Jawa Barat.

Usulan tersebut menempatkan aparat pada lokasi yang memerlukan perhatian khusus untuk memperkuat rasa aman masyarakat. Kehadiran aparat dinilai dapat memberi efek pencegahan terhadap potensi pelaku kejahatan.

Bandung Raya menjadi wilayah yang mendapat perhatian utama dalam rencana pengamanan ini. Namun, cakupan pengamanan yang disampaikan Dedi juga diarahkan untuk seluruh wilayah Jawa Barat.

Dedi menyatakan telah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar mengenai pengamanan tersebut. Koordinasi itu mencakup langkah teknis dan taktis untuk menghadapi potensi kejahatan di Bandung Raya maupun daerah lain.

Pengamanan Aparat dan Patroli Warga

Selain penempatan aparat bersenjata, Dedi meminta masyarakat kembali menghidupkan sistem keamanan lingkungan. Patroli di tingkat RT dan RW diharapkan menjadi pengawasan rutin di kawasan permukiman.

Ronda lingkungan dipandang dapat membantu mengurangi kerawanan pembegalan, perampokan, dan kriminalitas lainnya. Kegiatan itu diharapkan berjalan di berbagai sudut strategis, baik di wilayah kota maupun desa.

Langkah PengamananArea SasaranTujuan
Penempatan aparat bersenjataTitik strategis dan rawan kejahatanMencegah kejahatan dan memperkuat rasa aman
Patroli RT dan RWLingkungan kota dan desaMeminimalkan potensi pembegalan dan perampokan

Menurut Dedi, pengamanan lingkungan tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat. Warga juga diminta mengambil peran dalam menjaga situasi aman di sekitar tempat tinggal masing-masing.

“Untuk itu mari kita bersama-sama menjaga keamanan lingkungan kita masing-masing,” kata Dedi. Ia meminta agar patroli dilakukan di setiap RT, setiap RW, dan sejumlah sudut strategis di kota maupun desa.

Bandung Raya Menjadi Perhatian Awal

Dalam keterangan yang dikutip Grid.id dari TribunJabar.id pada Rabu (22/7/2026), Dedi menegaskan koordinasi pengamanan telah dilakukan dengan kepolisian daerah. Pengamanan itu disebut mencakup Bandung Raya sekaligus seluruh wilayah Jawa Barat.

“Selanjutnya saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat,” ujar Dedi. Pernyataan itu menunjukkan perlunya langkah pengamanan yang menjangkau wilayah luas.

Skema yang diusulkan membagi peran antara aparat dan masyarakat. Aparat difokuskan pada titik rawan, sedangkan patroli warga diharapkan memperkuat pengawasan rutin di lingkungan permukiman.

Belum ada rincian mengenai lokasi spesifik untuk penempatan aparat bersenjata. Mekanisme pelaksanaan patroli lingkungan juga belum dijelaskan lebih lanjut dalam keterangan tersebut.

Meski demikian, usulan ini menyoroti kekhawatiran atas kemunculan begal di Jawa Barat. Pengamanan pada titik rawan dan pengaktifan kembali ronda warga didorong agar berjalan beriringan.

Source: www.grid.id
Berita Terkait