Dek Rata Dan Baterai Tanam Jadi Senjata Baru Skuter Listrik Honda Untuk Kota

Author: Redaksi Android62

Honda kembali memberi petunjuk bahwa skuter listrik barunya akan disiapkan untuk kebutuhan harian di kota. Fokus utamanya bukan sekadar tampilan modern, tetapi kemudahan pakai, lewat dek rata dan penempatan baterai di bawah bodi.

Arah itu membuat model ini terasa berbeda dari skuter listrik yang hanya mengejar kesan futuristis. Honda tampak ingin menghadirkan kendaraan yang lebih pas untuk komuter perkotaan, termasuk di kawasan ASEAN.

Petunjuk dari dokumen desain

Bocoran desain skuter listrik tersebut sudah tercatat dalam dokumen paten dengan nomor A00202601677 atas nama Honda Motor Co., Ltd. Pengumumannya terbit pada Senin, 4 Mei 2026.

Nama Panithi Areesngarkul, Chatchanont Yongrum, dan Tanawut Kaewthong juga tercantum sebagai pendesain utama. Kehadiran tiga desainer asal Thailand itu menunjukkan bahwa Honda memasukkan sudut pandang regional dalam pengembangan motor ini.

Wujud yang dibuat untuk lalu lintas kota

Secara tampilan, skuter listrik ini memakai bodi membulat dengan garis halus. Permukaannya minim sudut tajam sehingga terlihat bersih dan modern.

Bagian depannya juga dibuat sederhana, tetapi tetap membawa kesan futuristis. Lampu utama menyatu dengan tameng bodi dan membentuk wajah yang tegas tanpa banyak elemen rumit.

Di bagian bawah, dek rata menjadi salah satu daya tarik paling penting. Ruang yang tampak luas itu memberi posisi kaki yang lebih natural saat motor dipakai di jalanan padat.

Jok yang terlihat tebal ikut menambah kesan nyaman. Kombinasi ini mengarah pada penggunaan harian, terutama untuk perjalanan stop-and-go di tengah kemacetan.

Baterai tanam dan pusat gravitasi rendah

Petunjuk teknis paling menarik justru muncul dari area bawah bodi. Ada lekukan khusus yang mengisyaratkan kompartemen baterai ditempatkan di lantai bawah.

Posisi seperti ini tidak hanya membantu kerapian kemasan. Baterai yang lebih rendah juga berpotensi menurunkan pusat gravitasi, sehingga skuter terasa lebih stabil saat menikung atau bergerak di sela kemacetan.

Dari sisi roda, motor ini tampak memakai velg kecil dengan ban lebar. Konfigurasi tersebut lazim dipilih untuk menjaga kelincahan di jalan perkotaan sekaligus mempertahankan stabilitas dasar.

Honda belum mengungkap detail lain seperti tenaga, kapasitas baterai, jarak tempuh, maupun performa. Karena itu, banyak aspek teknis model ini masih menunggu penjelasan resmi dari pabrikan.

Mengisi celah di lini motor listrik Honda

Kemunculan paten ini juga memperkuat sinyal ekspansi kendaraan listrik Honda, termasuk untuk pasar Indonesia. Sebelumnya, merek ini sudah menghadirkan EM1 e:, ICON e:, dan CUV e: yang posisinya lebih premium.

Jika melihat proporsi bodinya, model baru ini tampak berada di tengah-tengah antara kepraktisan ICON e: dan pendekatan yang lebih premium pada CUV e:. Posisi itu membuatnya berpotensi menjadi model volume yang menarik untuk pasar ASEAN.

Hingga saat ini, Honda belum mengumumkan langkah menuju produksi massal untuk skuter listrik tersebut. Meski begitu, pendaftaran desain resmi sudah cukup memberi gambaran bahwa Honda masih menyiapkan amunisi baru untuk pasar skuter listrik harian.

Di tengah persaingan motor listrik yang makin padat, arah desain seperti ini bisa menjadi pembeda penting. Fokusnya bukan hanya kendaraan tanpa emisi, tetapi juga skuter yang benar-benar nyaman dipakai warga kota setiap hari.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru