Delapan Kasus Hantavirus Di MV Hondius, WHO Tetap Menilai Ancaman Bagi Publik Rendah

WHO masih menilai risiko kesehatan masyarakat dari hantavirus pada kasus di kapal pesiar MV Hondius sebagai rendah. Penilaian itu tetap berlaku meski delapan infeksi sudah terkonfirmasi dan tiga di antaranya berakhir dengan kematian.

Keterangan itu menjadi penting karena kasus ini muncul di lingkungan kapal pesiar yang padat interaksi. Situasinya menarik perhatian setelah penumpang kapal yang berlayar di Samudra Atlantik terdeteksi terinfeksi dan hasil pemeriksaan dari lembaga kesehatan di Afrika Selatan serta Swiss mengonfirmasi bahwa strain yang ditemukan adalah hantavirus Andes.

Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, menegaskan bahwa pada tahap ini ancaman terhadap masyarakat umum belum dinilai besar. Meski begitu, temuan tersebut tetap dipantau ketat karena jumlah kasus yang sudah terkonfirmasi bukan hanya satu, dan perkembangan di ruang tertutup seperti kapal memerlukan respons yang cepat serta terkoordinasi.

Perhatian terhadap kasus ini juga bertambah setelah muncul satu kasus tambahan pada pasien yang kembali ke Swiss. Namun, hingga kini WHO belum mengubah penilaiannya bahwa risiko kesehatan publik dari kejadian tersebut masih relatif rendah.

Spanyol kemudian memutuskan menerima kapal itu bersandar di Kepulauan Canary. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hukum internasional dan semangat kemanusiaan, mengingat kapal berada di sekitar Tanjung Verde.

Begitu kapal tiba, penumpang dan awak akan menjalani pemeriksaan medis. Mereka juga akan dipindahkan melalui fasilitas serta sistem transportasi khusus agar prosesnya aman dan tidak menimbulkan kontak dengan populasi setempat.

Langkah itu dijalankan mengikuti protokol penanganan kasus dan kontak terpadu yang disusun WHO bersama Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa atau ECDC. Skema ini disiapkan untuk melindungi petugas, penumpang, awak kapal, dan masyarakat sekitar dari potensi paparan lanjutan.

WHO menjelaskan bahwa hantavirus adalah kelompok virus yang berasal dari hewan pengerat dan dapat menimbulkan penyakit berat pada manusia. Penularannya terjadi saat seseorang bersentuhan dengan urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi, dan dalam situasi yang lebih jarang juga dapat menyebar lewat gigitan.

Gejala awal hantavirus sering menyerupai flu dan biasanya muncul satu hingga delapan minggu setelah paparan. Keluhan yang dapat muncul antara lain demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, dan diare.

Pada fase yang lebih berat, penderita dapat mengalami kesulitan bernapas karena paru-paru terisi cairan. Karena itu, deteksi dini dan penanganan medis menjadi sangat penting, terutama ketika kasus ditemukan dalam lingkungan tertutup seperti kapal pesiar.

Source: www.medcom.id

Berita Terkait