Suzuki Landy mendapat pembaruan yang paling terasa lewat hadirnya konfigurasi delapan kursi. Tambahan ini membuat MPV rebadge berbasis Toyota Noah tersebut lebih relevan untuk keluarga besar yang membutuhkan kabin lega tanpa harus naik kelas ke mobil yang lebih besar.
Langkah itu sekaligus mempertegas posisi Landy sebagai MPV tiga baris yang menonjolkan kepraktisan dan kenyamanan. Di pasar Jepang, model ini memang tidak setenar beberapa MPV lain, tetapi karakter yang dibawa tetap jelas: mobil keluarga dengan nuansa halus dan mewah.
Kabin yang lebih fleksibel
Opsi delapan tempat duduk menjadi perubahan penting karena memberi ruang lebih banyak bagi penumpang. Bagi pengguna yang sering membawa keluarga dalam jumlah besar, konfigurasi ini jelas lebih mudah dimanfaatkan dalam aktivitas harian.
Dengan susunan tiga baris kursi, Landy kini terasa semakin cocok untuk kebutuhan mobil keluarga modern. Suzuki tampaknya ingin mempertahankan kenyamanan berkendara, tetapi tetap menyediakan kabin yang lapang dan praktis.
Penyegaran pada tampilan dan panel informasi
Melansir Car Watch, pembaruan Landy juga menyentuh bagian eksterior. Desainnya dibuat lebih aerodinamis, namun kesan mewah dan lembut yang menjadi identitas model ini tetap dipertahankan.
Perubahan juga terjadi di dalam kabin lewat layar multi-informasi yang kini berukuran 7 inci. Penyegaran ini tidak hanya memperbaiki tampilan, tetapi juga mendukung visibilitas dan sejumlah fitur canggih di ruang kemudi.
Hybrid tetap jadi andalan
Di balik perubahan kabin, Landy masih mengandalkan sistem hybrid Toyota. Suzuki juga menambahkan opsi penggerak empat roda listrik E-Four, lengkap dengan SNOW EXTRA Mode untuk kebutuhan berkendara pada kondisi tertentu.
Sistem E-Four tersebut dipasangkan dengan mesin 1.8 liter 4-silinder. Kombinasi ini diklaim mampu menghasilkan konsumsi bahan bakar hingga 23,6 km/liter, angka yang membuat Landy tetap kompetitif di segmen MPV keluarga.
Masih tersedia versi FWD
Suzuki tidak hanya menawarkan varian E-Four. Konsumen juga masih bisa memilih penggerak roda depan atau FWD sesuai kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Kehadiran dua pilihan penggerak ini memberi ruang lebih luas bagi pembeli. Mereka yang mengutamakan efisiensi bisa tetap memilih FWD, sedangkan E-Four menjadi opsi untuk kebutuhan penggerak yang lebih lengkap.
Harga di pasar Jepang
Di Jepang, harga Suzuki Landy dibuka dari 3.845.600 yen atau sekitar Rp429,4 juta. Sementara itu, varian tertinggi dengan E-Four dipasarkan seharga 4.128.300 yen atau sekitar Rp461 juta.
Transmisi e-CVT menjadi pasangan untuk powertrain hybrid tersebut. Karakter perpindahan dayanya diklaim membantu akselerasi yang lebih lembut dan menjaga rasa berkendara tetap halus, sesuai dengan positioning Landy sebagai MPV keluarga premium.
Dengan tambahan delapan kursi, pilihan penggerak yang lebih beragam, dan kabin yang tetap mengutamakan kenyamanan, Suzuki membuat Landy semakin masuk akal untuk keluarga yang memerlukan ruang, efisiensi, dan rasa berkendara yang tenang dalam satu paket.
Source: www.bincangbincangmobil.com






