Deltras FC menatap laga kontra Persiba dengan sikap yang jauh dari santai. Walau tiket play-off Liga 2 sudah aman, tim berjuluk The Lobster itu tetap memasang target menang di kandang sendiri untuk menjaga ritme sebelum fase yang lebih berat.
Pelatih Deltras, Nurul Huda, menegaskan laga penutup fase reguler ini tidak boleh diperlakukan seperti pertandingan biasa. Ia ingin timnya tetap tampil dengan intensitas tinggi agar momentum positif tidak hilang saat memasuki babak berikutnya.
Bagi Huda, kemenangan atas Persiba bukan sekadar tambahan angka. Hasil maksimal di depan pendukung sendiri juga menjadi ukuran bahwa Deltras masih menjaga standar permainan di momen penting musim ini.
Ia menolak anggapan bahwa status lolos play-off membuat laga tersebut kehilangan bobot kompetitif. Justru, menurut dia, pertandingan ini bisa menjadi ajang untuk menguji kesiapan fisik dan mental para pemain sebelum menghadapi lawan yang lebih menuntut.
“Tujuan utama kita tetap bagaimana tampil maksimal dan meraih kemenangan. Walaupun kita sudah memastikan lolos ke play-off, bukan berarti kita bermain santai,” ujar Huda kepada wartawan sebagaimana dilansir detik.com.
Target tiga poin itu sudah menjadi pegangan sejak masa persiapan. Huda menilai Deltras perlu menutup musim reguler dengan hasil terbaik agar kepercayaan diri tim tetap terjaga.
Skuad Deltras dalam kondisi penuh
Kabar positif datang dari kondisi pemain yang semuanya disebut fit. Huda memastikan tidak ada pemain pilar yang mengalami cedera, sehingga tim pelatih memiliki opsi penuh untuk menentukan susunan terbaik.
Kondisi ini membuat persiapan berjalan lebih leluasa. Deltras bisa fokus pada detail permainan tanpa harus terganggu masalah kebugaran pemain.
“Semua pemain fit, tidak ada yang cedera. Ini tentu menjadi nilai positif karena kita bisa menurunkan kekuatan terbaik,” jelas Huda.
Dengan skuad lengkap, Deltras punya peluang menurunkan kekuatan terbaik sejak menit awal. Situasi itu juga memberi ruang bagi staf pelatih untuk menjaga stabilitas tim menjelang play-off.
Laga pemanasan taktik sebelum babak berikutnya
Pertemuan dengan Persiba juga dipandang sebagai sarana evaluasi strategi. Huda menyebut setiap pelatih perlu menyiapkan beberapa rencana permainan, mulai dari Plan A, B, hingga C, untuk menghadapi dinamika pertandingan.
Karena itu, duel ini tidak diperlakukan sebagai formalitas. Deltras justru ingin memanfaatkannya untuk mematangkan pendekatan taktik sebelum masuk ke fase yang lebih sulit.
“Setiap pelatih pasti punya Plan A, B, dan C. Pertandingan ini tetap penting sebagai evaluasi dan pematangan taktik sebelum play-off,” tegas Huda.
Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa Deltras ingin menjaga kualitas permainan di setiap laga. Hasil di kandang sendiri nanti akan menjadi salah satu gambaran sejauh mana tim siap menghadapi tekanan yang lebih besar.
Suasana ruang ganti tetap positif
Dari sisi pemain, motivasi juga terlihat tinggi. Gelandang Deltras, Idris, mengatakan seluruh skuad menyambut laga kandang terakhir musim ini dengan antusias.
Ia menyebut tampil di depan pendukung sendiri selalu memberi dorongan tambahan. Karena itu, para pemain ingin menutup fase reguler dengan kemenangan yang bisa dipersembahkan untuk suporter.
“Ini pertandingan terakhir musim ini di kandang, jadi terasa spesial. Kami ingin memberikan yang terbaik untuk pendukung,” kata Idris.
Idris juga menegaskan bahwa Deltras ingin membawa modal positif ke play-off. Menurut dia, tim akan berjuang habis-habisan agar hasil akhir tetap berpihak pada mereka.
“Kami ingin menang sebagai bentuk terima kasih kepada suporter dan juga untuk modal menuju play-off. Kami akan berjuang habis-habisan,” pungkas Idris.
Dengan kondisi tim yang fit, semangat ruang ganti yang terjaga, dan fokus yang tetap diarahkan ke kemenangan, Deltras FC memasuki duel kontra Persiba tanpa mengendurkan ambisi. Laga ini menjadi ujian terakhir untuk memastikan The Lobster melangkah ke play-off dengan kepercayaan diri yang tetap utuh.







