Visa yang belum selesai membuat delegasi Iran menuju Amerika Serikat berada dalam posisi serba tidak pasti. Sekitar 15 pejabat administrasi Timnas Iran dilaporkan masih belum mendapat izin masuk, termasuk sejumlah nama penting di struktur federasi.
Situasi ini memicu protes ke FIFA karena masalah administratif tersebut dinilai mulai mengganggu persiapan tim. Ehsan Hajsafi menjadi salah satu sosok yang paling vokal dan meminta badan sepak bola dunia itu segera turun tangan.
Staf inti ikut terseret
Masalah visa tidak hanya menyentuh urusan perjalanan pemain, tetapi juga orang-orang yang menopang kerja tim dari belakang layar. Hajsafi menyoroti bahwa manajer tim, direktur eksekutif, dan direktur media belum menerima visa, padahal peran mereka dianggap vital.
Ia menilai keterlambatan penyelesaian izin masuk itu terlalu lama dan tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, yang sejauh ini baru mendapat visa hanya para pemain dan sebagian staf pelatih.
“Secara pribadi, saya memiliki keluhan tentang FIFA. Mengapa butuh waktu begitu lama? Sejauh yang saya pahami, visa hanya dikeluarkan untuk para pemain dan beberapa anggota staf pelatih,” kata Hajsafi.
Kritik Iran terhadap Amerika Serikat
Di tengah polemik itu, Pemerintah Iran mengecam Amerika Serikat dan menilai ada tindakan diskriminatif terhadap delegasi mereka. Laporan yang beredar menyebut sejumlah pejabat administrasi Iran, termasuk Ketua Federasi Sepakbola Iran Hedayat Mombeini dan wakilnya Mehdi Mohammad Nabi, belum memperoleh visa kunjungan ke Amerika Serikat.
Kondisi tersebut membuat urusan operasional tim nasional ikut terdampak. Karena itu, persoalan visa berkembang menjadi lebih dari sekadar hambatan perjalanan biasa.
Permintaan agar FIFA segera bertindak
Hajsafi menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut orang-orang kunci dalam struktur tim. Ia menyebut keberadaan mereka penting untuk menjaga persiapan tim tetap berjalan stabil menjelang Piala Dunia 2026.
“Sayangnya, beberapa anggota kunci staf pelatih kami, yang perannya sangat penting dalam tim, tidak diberikan visa. Itu termasuk manajer tim, direktur eksekutif, dan direktur media, yang semuanya memainkan peran yang sangat penting,” ujarnya.
Ia kemudian mendesak FIFA agar segera menyelesaikan masalah tersebut. Hajsafi berharap urusan itu dapat dibereskan dalam beberapa hari agar Iran bisa kembali fokus pada persiapan tanpa gangguan administratif.
“Dari sini, saya ingin meminta FIFA untuk mengatasi masalah ini agar, insya Allah, situasi ini dapat diselesaikan dalam beberapa hari mendatang,” lanjut Hajsafi.
Sikap Amerika Serikat
Amerika Serikat sendiri menyatakan dokumen izin masuk telah diterbitkan untuk semua pemain dan staf Iran yang terlibat resmi di Piala Dunia 2026. Namun, otoritas setempat mengatakan kebijakan selektif itu ditempuh untuk mencegah penyalahgunaan perizinan.
Pihak Amerika Serikat juga menyebut langkah itu diperlukan agar visa tidak dimanfaatkan untuk menyelundupkan kelompok radikal ke negara mereka. Dengan penjelasan yang saling berseberangan itu, isu visa Iran kini ikut menyeret pertimbangan keamanan ke dalam persiapan turnamen.







