Demam dan Lemas Bisa Jadi Awal Hantavirus, Infeksi Tikus Ini Cepat Merusak Paru-Paru

Hantavirus menjadi berbahaya bukan karena awal gejalanya yang langsung khas, melainkan karena keluhannya sering terlihat seperti infeksi biasa sebelum kondisi pasien turun cepat. Pada kasus berat, virus ini dapat memicu kerusakan paru-paru, paru-paru terisi cairan, kadar oksigen menurun tajam, hingga berujung pada gagal napas akut.

Yang membuatnya perlu diwaspadai, hantavirus termasuk penyakit zoonosis yang dibawa hewan pengerat, terutama tikus liar. Paparan lingkungan yang tercemar menjadi jalur risiko utama, sementara penularan antarmanusia bukan pola yang paling umum.

Risiko dari lingkungan yang tercemar tikus

Penularan hantavirus paling sering terjadi lewat aerosol, yaitu partikel halus dari urin, feses, atau air liur tikus terinfeksi yang sudah mengering lalu terbawa udara. Risiko juga muncul ketika seseorang menyentuh permukaan yang sudah terkontaminasi virus.

Dalam situasi yang lebih jarang, infeksi bisa terjadi akibat gigitan hewan pengerat pembawa virus. Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, menjelaskan bahwa di Indonesia hantavirus dapat ditemukan pada tikus kota atau tikus rumah di beberapa lokasi, terutama area rawan seperti daerah pelabuhan.

Peringatan kembali menguat setelah WHO memantau ketat dugaan kasus di kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik. Dalam insiden itu, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, satu kasus terkonfirmasi positif, dan lima kasus lain masih diselidiki.

Gejala awal yang mudah disalahartikan

Pada tahap awal, hantavirus sering tidak langsung menampilkan tanda yang khas. Keluhan yang muncul biasanya demam, nyeri otot, dan tubuh terasa lemas, sehingga kondisi ini mudah disangka sebagai infeksi biasa.

Masalahnya, keadaan pasien dapat memburuk hanya dalam beberapa hari. Sesak napas berat bisa muncul, paru-paru terisi cairan, dan pasien dapat mengalami syok sebelum akhirnya jatuh ke kondisi yang jauh lebih kritis.

Secara medis, gangguan ini menyerupai Acute Respiratory Distress Syndrome atau gangguan pernapasan akut berat. Karena perkembangan penyakitnya bisa sangat cepat, hantavirus menjadi ancaman serius meski pada awalnya tampak samar.

Riwayat dan tingkat keparahan penyakit

Hantavirus pertama kali ditemukan di Korea Selatan pada 1976 dan namanya diambil dari Sungai Hantaan, lokasi penemuan virus pada tikus sawah. Dalam sejarah medis, wabah yang paling menyita perhatian dunia juga pernah muncul di wilayah Four Corners, Amerika Serikat, pada 1993.

Saat itu, strain virus yang menyerang paru-paru memicu tingkat kematian yang sangat tinggi, bahkan mendekati 50 persen. Pada kasus berat secara umum, tingkat fatalitas juga bisa mencapai 40 persen, terutama bila diagnosis terlambat ditegakkan atau fasilitas ICU terbatas.

Dicky Budiman menyebut hantavirus tidak mudah menular antarmanusia dan lebih sering menyebar lewat lingkungan yang tercemar tikus terinfeksi. Namun, pada kasus kapal pesiar yang sedang disorot, investigasi masih berlangsung untuk melihat kemungkinan keterlibatan Andes virus.

Jenis yang langka ini pernah terbukti bisa menular antarmanusia dalam kontak yang sangat dekat dan terbatas. Karena itu, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama saat berada di area yang berpotensi tercemar hewan pengerat dan kebersihan lingkungan tidak terjaga.

Source: lifestyle.bisnis.com

Disclaimer
Artikel ini disusun dengan bantuan sistem otomasi dan ditinjau oleh redaksi agar tetap sesuai dengan fakta dari sumber rujukan.
Berita Terkait