Demi Dorong AI, Meta Hapus 8.000 Pekerjaan dan Batalkan 6.000 Lowongan Baru

Author: Redaksi Android62

Meta menekan biaya sambil memperbesar ruang investasi untuk kecerdasan buatan dengan memangkas sekitar 8.000 karyawan dan membatalkan sekitar 6.000 lowongan yang sebelumnya sudah disiapkan. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu sedang mengubah arah prioritas bisnisnya secara tegas.

Keputusan tersebut disampaikan melalui memo internal kepada karyawan. Dalam pemberitahuan itu, proses pemutusan hubungan kerja disebut mulai berlaku pada 20 Mei, sehingga kebijakan efisiensi ini langsung masuk ke tahap pelaksanaan.

Dengan jumlah karyawan sekitar 78.000 orang, pemangkasan sekitar 10% dari total tenaga kerja membuat restrukturisasi ini tergolong besar. Bukan hanya jumlah pekerja yang berkurang, Meta juga menghentikan rencana perekrutan ribuan posisi baru yang sebelumnya sudah ada dalam daftar kebutuhan perusahaan.

Kepala sumber daya manusia Meta, Janelle Gale, mengatakan langkah itu diambil untuk menjaga efisiensi perusahaan. Ia menegaskan bahwa penghematan diperlukan agar Meta tetap memiliki ruang untuk mendukung investasi lain yang sedang berjalan, terutama di bidang AI.

Gale juga menyebut keputusan tersebut bukan perkara mudah karena menyangkut karyawan yang telah memberi kontribusi besar bagi perusahaan. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa kebijakan ini dipandang sebagai bagian dari penyesuaian bisnis yang lebih luas, bukan sekadar pemangkasan biasa.

Fokus Meta pada AI tidak lepas dari dorongan CEO Mark Zuckerberg untuk mengembangkan kecerdasan super. Di tengah persaingan ketat dengan Amazon, Google, Microsoft, dan OpenAI, Meta berupaya menjaga posisi agar tidak tertinggal dalam perlombaan teknologi yang bergerak sangat cepat.

Meski melakukan PHK dan membatalkan rekrutmen, Meta tetap melanjutkan belanja modal dalam skala besar. Sejumlah analis menilai investasi semacam itu bisa memberi hasil melalui peningkatan efektivitas iklan digital dan lewat produk baru yang terhubung dengan AI.

Salah satu contoh arah bisnis tersebut adalah kacamata pintar hasil kerja sama dengan EssilorLuxottica, produsen kacamata Ray-Ban. Dari sini terlihat bahwa Meta tidak hanya memangkas pengeluaran internal, tetapi juga terus memperluas lini produk berbasis teknologi.

Dari sisi keuangan, Meta sebelumnya melaporkan pendapatan yang melampaui ekspektasi pasar pada kuartal Januari. Namun, biaya perusahaan ikut naik tajam hingga US$35 miliar, sekitar 40% dibanding tahun sebelumnya, termasuk untuk infrastruktur seperti pusat data yang mendukung AI.

Meta kemudian memperkirakan total belanja modal bisa mencapai US$115 miliar hingga US$135 miliar dalam satu tahun fiskal. Di saat yang sama, Zuckerberg menargetkan pengembangan kecerdasan buatan tingkat lanjut mulai terasa luas pada tahun 2026, sehingga langkah efisiensi saat ini tampak sebagai bagian dari persiapan jangka panjang perusahaan.

Source: teknologi.bisnis.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru