Varian Cicada Kembali Disorot, Kenali Gejala Covid-19 yang Perlu Cepat Diwaspadai

Author: Redaksi Android62

Gejala infeksi varian Cicada pada dasarnya masih sama seperti Covid-19 secara umum. Masyarakat perlu mencermati demam, batuk, sakit tenggorokan, pilek, hidung tersumbat, dan kelelahan karena tanda-tanda itu tetap menjadi sinyal awal yang paling relevan.

Belum ada gejala khusus yang bisa langsung dipakai untuk membedakan Cicada dari varian Covid-19 lain. Karena itu, pemeriksaan medis tetap penting ketika gejala muncul, terutama jika kondisi tubuh mulai terasa menurun atau paparan sebelumnya kemungkinan terjadi.

Varian Covid-19 bernama Cicada, yang juga disebut BA.3.2, kembali mencuri perhatian karena jumlah mutasinya pada protein spike tergolong tinggi. CDC mencatat varian ini memiliki sekitar 70–75 mutasi pada protein spike dibandingkan varian sebelumnya, sehingga para peneliti menaruh perhatian lebih pada potensi perubahan perilaku virus.

Meski begitu, banyaknya mutasi tidak otomatis membuat varian ini lebih berbahaya. Sejauh ini, tingkat penyebaran Cicada masih tergolong rendah dan belum mendominasi varian lain yang beredar di berbagai negara.

Guru Besar Mikrobiologi FK-KMK UGM, Tri Wibawa, menyebut varian ini belum terdeteksi di Indonesia. Hingga Februari 2026, Cicada sudah dilaporkan di setidaknya 23 negara, setelah pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada November 2024 dan kemudian kembali meningkat pada 2025 hingga awal 2026.

Sorotan terhadap Cicada muncul karena perubahan pada protein spike dapat membuat virus berpotensi lebih mampu menghindari respons kekebalan tubuh. Kondisi itu bisa berkaitan dengan perlindungan yang terbentuk dari infeksi lama maupun vaksinasi, meski belum ada bukti kuat bahwa varian ini lebih ganas daripada varian sebelumnya.

Ahli biologi evolusi T. Ryan Gregory menilai kemunculan varian ini menarik karena sempat tidak banyak terpantau sebelum kembali meningkat. Sementara itu, Marc Johnson, profesor mikrobiologi, menyebut BA.3.2 sebagai varian yang tidak biasa karena sebagian besar varian lain biasanya cepat menghilang dalam hitungan bulan.

WHO juga menegaskan belum ada bukti bahwa varian ini menyebabkan penyakit yang lebih parah. Artinya, risiko keparahan sejauh ini masih dianggap serupa dengan varian Covid-19 lain, meski pemantauan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Dalam situasi seperti ini, langkah pencegahan dasar tetap menjadi pegangan utama. Pencegahan terhadap Cicada disebut tidak berbeda dari pencegahan Covid-19 pada umumnya, sehingga disiplin menjaga kebiasaan sehat tetap relevan untuk menekan risiko penularan.

Beberapa langkah yang disarankan antara lain melengkapi vaksinasi Covid-19 sesuai anjuran, menjaga pola hidup sehat agar daya tahan tubuh tetap baik, serta menjaga kebersihan diri dan sanitasi dengan rutin mencuci tangan. Selain itu, menghindari kerumunan saat sedang tidak sehat dan segera memeriksakan diri ke tenaga medis bila muncul gejala juga menjadi langkah penting.

Tri Wibawa menegaskan masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus waspada. Pemantauan sejak awal diperlukan karena gejalanya bisa menyerupai Covid-19 biasa dan sulit dipastikan tanpa pemeriksaan yang memadai, terutama ketika tanda-tanda infeksi mulai muncul.

Source: lifestyle.bisnis.com
Berita Terbaru