Dengan 40 Persen Pangsa Pasar, BYD Makin Sulit Dikejar Rival Lama di Indonesia

BYD kini berada di posisi yang sangat sulit dikejar di pasar mobil listrik Indonesia setelah menembus penjualan 90 ribu unit, termasuk kontribusi dari lini Denza. Pencapaian itu membuat peta persaingan BEV di dalam negeri makin jelas, dengan BYD disebut sudah menguasai sekitar 40 persen pasar.

Kondisi tersebut langsung menempatkan merek-merek lama seperti Chery dan Wuling dalam tekanan yang lebih besar. Keduanya memang lebih dulu hadir dan menjual model BEV di Indonesia, tetapi laju BYD saat ini membuat jarak persaingan justru makin melebar.

Portofolio jadi senjata utama

Kekuatan BYD tidak hanya bertumpu pada satu model, melainkan pada jajaran produk yang tergolong lengkap. Setiap model yang dibawa ke Indonesia berhasil mendapatkan sambutan positif, sehingga angka penjualannya tetap terjaga di level tinggi.

Salah satu model yang paling menonjol adalah BYD M6. Mobil ini langsung menarik perhatian sejak debut dan sempat menjadi BEV terlaris di Indonesia pada 2024.

M6 mengisi celah pasar MPV listrik

Posisi M6 begitu kuat karena hadir sebagai MPV listrik dengan harga yang relatif terjangkau. Di Indonesia, pilihan MPV listrik masih sangat terbatas, terutama di kelas entry level, sehingga M6 masuk ke segmen yang belum banyak disentuh merek lain.

Kehadiran model ini memberi BYD pijakan penting di pasar keluarga. Di saat banyak pabrikan masih fokus pada segmen yang lebih umum, BYD justru berhasil memanfaatkan celah kebutuhan konsumen terhadap MPV bertenaga listrik.

Atto 1 ikut dorong rekor penjualan

Kontributor besar lain datang dari Atto 1. Model ini sempat membukukan penjualan lebih dari 22 ribu unit hanya dalam tiga bulan, angka yang sangat besar untuk mobil listrik di Indonesia.

Pencapaian itu bukan hanya menjadi rekor untuk Atto 1, tetapi juga rekor penjualan mobil listrik di pasar nasional. Selama ini, banyak model BEV umumnya hanya sanggup mencatat penjualan dalam kisaran ribuan unit, sehingga capaian Atto 1 terlihat sangat menonjol.

Kini penjualan Atto 1 memang sudah turun ke level ratusan unit per bulan. Meski begitu, model ini tetap menjadi salah satu andalan BYD di segmen hatchback yang mulai dipadati banyak pendatang baru.

Denza menguatkan posisi di segmen premium

Selain mengandalkan merek utama BYD, grup ini juga mendapat dorongan dari Denza di kelas premium. Meski sempat menghadapi tantangan dalam membangun pengenalan merek, Denza tetap mampu menempatkan diri sebagai pilihan kuat di segmen mewah.

Saat ini Denza baru menjual satu model, yakni MPV D9. Namun model itu tetap diburu konsumen dan disebut mampu mengungguli rival beratnya, Toyota Alphard.

Bahkan ketika Alphard sudah menghadirkan varian termurah XE, posisi D9 masih dinilai terlalu kuat untuk digoyang. Hal ini menunjukkan bahwa pasar premium listrik di Indonesia mulai menemukan basis peminatnya sendiri.

Ruang ekspansi masih terbuka

BYD menilai minat terhadap mobil listrik di Indonesia masih terus meningkat. Karena itu, penjualan mereka tetap bertahan di puncak meski mobil bensin dan hybrid juga sama-sama memiliki peminat besar di pasar.

Permintaan BEV di Indonesia pun belum menunjukkan penurunan untuk saat ini. Situasi tersebut berbeda dengan pasar luar negeri yang disebut sudah mengalami pelemahan permintaan pada beberapa model listrik.

Di sisi lain, BYD belum berhenti pada mobil listrik murni. Mereka baru saja memasukkan M6 DM sebagai model PHEV pertama yang dijual di Indonesia, dan saat ini model itu masih menjadi satu-satunya PHEV BYD di pasar lokal.

Peluang penambahan model lain tetap terbuka karena lini DM-i BYD cukup beragam. Opsi itu bisa datang dari varian DM-i model yang sudah ada, seperti Sealion 7, atau dari model baru seperti Atto 2, sementara portofolio BYD yang meliputi SUV, MPV, hatchback, hingga sedan masih memberi ruang besar untuk memperluas pengaruh di Indonesia.

Source: ridertua.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer