Dengan setelan yang tepat, Lego Batman Legacy of the Dark Knight disebut sanggup berjalan mulus di Steam Deck tanpa harus membuat visualnya terlalu dikorbankan. Kabar ini menarik karena game LEGO tersebut membawa tampilan yang cukup ambisius, mulai dari karakter yang lebih detail sampai lingkungan yang bisa hancur.
Performa di perangkat genggam Valve itu rupanya sangat bergantung pada cara memangkas beban grafis yang tidak terlalu penting. Saat efek dinamis, cuaca, dan aksi ramai muncul bersamaan, Steam Deck akan bekerja lebih berat jika pengaturan dibiarkan tinggi.
Fokus utama ada pada pengurangan beban visual
Pendekatan terbaik bukan mengejar tampilan paling mewah, melainkan menjaga permainan tetap ringan dan mudah dibaca di layar 800p Steam Deck. Dengan begitu, aksi di Gotham tetap responsif saat bertarung maupun saat menjelajah area terbuka.
Pengaturan dasar yang disarankan dimulai dari mode Windowed Fullscreen. VSync dimatikan, batas frame rate dibiarkan Unlimited, resolusi dipasang ke 1280 x 800, dan HUD Visibility menggunakan opsi Dynamic.
Di sisi grafis, Display Calibration tetap pada Default. Anti-Aliasing memakai TSR, sementara Anti-Aliasing Base Resolution berada di 100%, meski keduanya disebut dalam kondisi greyed out.
Upscaling jadi penopang penting
Intel XeSS menjadi bagian penting dari konfigurasi ini dan disarankan berada di mode Quality. Frame Generation justru dimatikan agar beban sistem tidak bertambah.
Preset grafis terbaik menggunakan Custom, lalu hampir semua opsi utama dibuat rendah. Lighting Quality, Shadows, Textures, Material Quality, LEGO Mesh Quality, Effects, Reflections, dan Population Quality semuanya dipasang ke Low.
Jarak pandang juga dibuat konservatif supaya perangkat tidak terlalu berat bekerja. View Distance dan Streaming Distance sama-sama disetel ke Near, sedangkan Anisotropic Filtering berada di angka 1.
Efek yang sebaiknya dipangkas
Sejumlah efek visual justru lebih baik dimatikan demi menjaga stabilitas. Distance Field Ambient Occlusion dan Post Processing direkomendasikan Off dalam konfigurasi ini.
Pemangkasan terbesar datang dari Fullscreen Effects. Fullscreen Effects Enabled disarankan Off, begitu pula Motion Blur, Vignettes, Weather Effects, Repeating Visual Effects, Bloom, dan Screen Space Ambient Occlusion.
Langkah itu memang mengurangi nuansa sinematik. Namun, hasilnya membuat gambar lebih bersih dan aksi lebih mudah dibaca di layar Steam Deck.
Target performa dan opsi kompromi
Dengan pengaturan rendah dan Intel XeSS Quality, game ini disebut bisa melampaui 50 FPS. Angka tersebut cukup untuk membuat eksplorasi dan pertempuran terasa lebih responsif.
Meski begitu, opsi yang paling aman tetap mengunci game pada 30 FPS. Pilihan ini cocok untuk pemain yang mengutamakan frame pacing yang konsisten dibanding angka yang lebih tinggi tetapi naik-turun.
Ada juga jalur kompromi bagi yang ingin tampilan sedikit lebih baik. Texture bisa dinaikkan ke Medium dan beberapa efek tertentu dapat diaktifkan kembali, tetapi performanya turun ke kisaran 30 hingga 40 FPS.
Jalan lain untuk mengejar 60 FPS
Bagi yang benar-benar mengejar frame rate tinggi, ada metode tambahan yang disebut bisa mendorong performa hingga 60 FPS. Caranya dengan mengaktifkan Lossless Scaling, lalu mengunduh aplikasinya dari Steam dan menjalankannya lewat Decky Loader di Steam Deck.
Namun, metode itu tidak hadir tanpa konsekuensi. Peningkatan performa tersebut disebut dapat menurunkan kualitas visual secara keseluruhan, sehingga lebih cocok untuk pemain yang memprioritaskan kelancaran di atas tampilan.
Dengan karakter visual LEGO yang tetap mudah terbaca meski banyak opsi dipangkas, Legacy of the Dark Knight dinilai cukup ramah untuk Steam Deck. Kuncinya ada pada efek berat yang dimatikan, resolusi native 1280 x 800 yang dipertahankan, dan Intel XeSS Quality yang membantu Gotham tetap nyaman dijelajahi tanpa membebani perangkat terlalu jauh.
Source: tech.sportskeeda.com






