Setir Kanan Denza N9 Muncul di Australia, Sinyal Serius Penantang BMW X7

Denza N9 mulai menunjukkan arah ekspansi yang lebih jelas setelah prototipenya tertangkap menjalani pengujian di Australia dengan setir kanan. Temuan ini penting karena membuka peluang besar bagi SUV tiga baris tersebut untuk masuk ke pasar yang menggunakan konfigurasi serupa, termasuk Australia dan sejumlah negara di Asia Pasifik.

Kehadiran setir kanan di unit uji itu juga memperkuat dugaan bahwa Denza sedang menyiapkan N9 untuk pasar regional yang lebih luas. Sampai saat ini, Denza belum memberi komentar resmi soal kemungkinan peluncuran model tersebut di Australia.

Posisi lawan premium dari Eropa

Denza N9 diposisikan sebagai SUV mewah terbesar di lini merek tersebut dan diarahkan untuk menantang nama-nama besar seperti BMW X7 serta Mercedes-Benz GLS. Dengan format bodi besar dan tiga baris kursi, model ini jelas menyasar konsumen yang selama ini akrab dengan SUV premium Eropa.

Mobil ini memakai konfigurasi enam kursi dan konstruksi monokok, sehingga karakter utamanya lebih menekankan kenyamanan dan performa jalan raya ketimbang utilitas berat. Pendekatan itu membuat N9 berbeda dari SUV bertipe ladder frame yang lebih identik dengan kebutuhan kerja keras.

Performa yang tidak biasa untuk SUV tiga baris

Di balik bodinya yang besar, Denza N9 membawa spesifikasi performa yang cukup agresif. SUV ini mengandalkan sistem plug-in hybrid dengan mesin bensin 2.0 liter turbo empat silinder yang dipadukan dengan tiga motor listrik.

Mesin bensinnya menghasilkan 152 kW dan torsi 325 Nm. Sementara itu, motor listrik di depan menyumbang 200 kW dengan torsi 315 Nm, sedangkan dua motor belakang masing-masing menghasilkan 240 kW dengan torsi 360 Nm.

Kombinasi tersebut membuat tenaga gabungan N9 mencapai sekitar 680 kW dengan torsi 1.035 Nm. Denza menyebut SUV ini bisa berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam 3,7 detik, lebih cepat dari Mercedes-AMG GLS yang disebut mencatat 4,2 detik.

Baterai besar dan jarak tempuh panjang

Sebagai plug-in hybrid, N9 juga dibekali baterai berkapasitas besar yang disebut melampaui banyak mobil listrik murni di pasaran saat ini. Kapasitasnya bahkan dikabarkan lebih besar dibanding Tesla Model Y penggerak roda belakang yang memakai baterai 62,5 kWh.

Berdasarkan standar CLTC di China, jarak tempuh listrik murni N9 diklaim mencapai 420 kilometer. Jika mengacu pada standar WLTP yang lebih ketat, jaraknya diperkirakan masih sekitar 300 kilometer.

Dalam mode hybrid, Denza mengklaim N9 sanggup menempuh jarak gabungan hingga 1.520 kilometer menurut standar CLTC. Saat baterai habis, konsumsi bahan bakarnya disebut berada di angka 5,9 liter per 100 kilometer.

Harga yang menekan segmen atas

Di pasar Tiongkok, Denza N9 dijual dengan harga 409.800 yuan hingga 469.800 yuan. Rentang itu setara sekitar Rp1 miliar sampai Rp1,2 miliar dan membuatnya masuk ke wilayah harga SUV premium, tetapi masih relatif lebih terjangkau dibanding lawan-lawannya dari Jerman.

Jika masuk ke Australia, harganya diperkirakan berada di atas 100.000 dolar Australia sebelum biaya jalan raya. Bandingkan dengan Mercedes-Benz GLS450d yang dibanderol mulai 189.990 dolar Australia, posisi N9 terlihat jauh lebih agresif dari sisi harga.

Australia disebut sebagai salah satu pasar ekspor utama Denza. Negara itu juga menjadi lokasi uji coba untuk perluasan merek ke Eropa, Asia, dan Amerika Selatan, sehingga pengujian N9 di sana memunculkan sinyal ekspansi yang tidak bisa diabaikan.

Source: otodriver.com

Berita Terkait