Kemensos Tegaskan Bansos Tetap Penuh, Hoaks Potong Anggaran Ancam Data Penerima

Kementerian Sosial menegaskan bantuan sosial tetap disalurkan utuh kepada masyarakat yang memenuhi kriteria. Gus Ipul memastikan tidak ada pemotongan nilai bantuan dan tidak ada pengurangan jumlah keluarga penerima manfaat.

Penegasan itu disampaikan untuk merespons kabar menyesatkan yang beredar di media sosial. Informasi palsu tersebut tidak hanya menyebut adanya pemangkasan anggaran, tetapi juga menawarkan jalur tidak resmi agar bansos bisa dicairkan.

Pemerintah membantah adanya pemotongan

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menepis isu bahwa anggaran bansos dialihkan ke program lain. Ia menegaskan penyaluran tetap berjalan sesuai regulasi dan tidak berubah dari ketentuan yang berlaku.

“Yang benar, bansos tidak akan dikurangi. Baik jumlah penerimanya maupun nominal yang harus diterima oleh masyarakat,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis.

Pernyataan itu sekaligus menjawab keresahan publik yang muncul akibat pesan-pesan berantai serta unggahan di media sosial. Di tengah maraknya informasi tidak benar, pemerintah menekankan bahwa hak penerima tetap dijaga.

Hoaks bansos dinilai berbahaya

Selain menyesatkan soal besaran bantuan, hoaks yang beredar juga kerap memanfaatkan harapan warga untuk mendapatkan bantuan lebih cepat. Sebagian pesan palsu bahkan menyebut ada cara khusus di luar mekanisme resmi agar bansos bisa cair.

Kemensos menilai pola seperti itu berbahaya karena membuka ruang bagi penipuan. Informasi semacam ini bisa membuat masyarakat salah langkah, lalu menyerahkan data pribadi atau mengikuti arahan yang tidak sah.

Gus Ipul menyebut kabar bohong terkait bansos dapat masuk kategori penipuan. Karena itu, Kemensos akan terus menyisir informasi yang beredar dan melaporkannya kepada aparat penegak hukum jika ditemukan unsur pelanggaran.

“Bisa masuk kategori penipuan. Kemensos akan terus menyisir dan meluruskan kabar tak bertanggung jawab tersebut,” kata Gus Ipul.

Warga diminta cek sumber sebelum percaya

Masyarakat diminta tidak langsung percaya pada pesan yang datang melalui media sosial maupun percakapan pribadi. Verifikasi sumber menjadi langkah penting, terutama jika isi pesan meminta data pribadi, transfer uang, atau tautan yang tidak jelas.

Gus Ipul mengingatkan bahwa pesan palsu sering dibuat menyerupai informasi resmi agar terlihat meyakinkan. Karena itu, setiap informasi terkait bansos perlu dipastikan dulu kebenarannya sebelum diteruskan atau ditindaklanjuti.

Imbauan ini juga bertujuan mencegah kerugian materiil dan pencurian data pribadi. Dalam banyak kasus, hoaks bantuan sosial dipakai pihak tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan identitas korban atau akses ke rekening.

Kanal resmi disiapkan untuk pelaporan dan verifikasi

Untuk memudahkan pengecekan, Kementerian Sosial menyediakan kanal resmi yang bisa dihubungi masyarakat. Layanan yang disebut adalah call center 021 171 dan nomor WhatsApp resmi 08877 171 171.

Melalui saluran tersebut, masyarakat dapat menanyakan bantuan sosial, Sekolah Rakyat, maupun program Kemensos lainnya. Warga juga diminta segera melapor jika menemukan informasi yang mencurigakan atau berpotensi hoaks.

Gus Ipul menegaskan bahwa perlindungan warga menjadi prioritas dalam penyaluran jaminan sosial. Negara, kata dia, harus memastikan bansos sampai kepada masyarakat yang berhak tanpa terganggu oleh kabar palsu yang memanfaatkan kebingungan publik.

“Bansos adalah hak masyarakat yang memenuhi kriteria, dan negara hadir untuk memastikan bantuan itu sampai sebagaimana mestinya,” kata Gus Ipul.

Di tengah banyaknya pesan yang mengatasnamakan bantuan sosial, ketergantungan pada saluran resmi menjadi cara paling aman bagi warga. Dengan begitu, data pribadi tetap terlindungi dan hak penerima manfaat tidak terganggu oleh hoaks yang terus beredar.

Berita Terkait