Chichiriviche de la Costa selamat dari kerusakan fisik terburuk akibat gempa di pesisir Venezuela, tetapi warganya kini menghadapi krisis pangan dan hilangnya penghasilan. Desa yang dihuni sekitar 2.000 orang itu kehilangan wisatawan, pembeli ikan, serta pasar bagi hasil pertanian.
Program Pangan Dunia atau WFP mulai membagikan bantuan bahan pangan di alun-alun desa pada Kamis (16/7) waktu setempat. Bantuan tersebut menjadi penopang warga ketika akses pasokan normal dan kegiatan ekonomi setempat belum pulih.
Perekonomian Desa Mendadak Terhenti
Warga Chichiriviche de la Costa selama ini menggantungkan hidup pada pariwisata, perikanan, dan pertanian. Ketika pengunjung berhenti datang setelah gempa, ikan dan hasil kebun sulit dijual sehingga uang tunai makin langka.
Petani Wilfrank Liendo, 40, mengatakan keluarganya merasakan langsung tekanan tersebut. “Kami hidup dari pariwisata. Jika turis tidak datang, kami dalam masalah besar. Saya tidak punya pendapatan, tidak ada orang yang bisa membeli hasil tani kami,” katanya.
Nelayan tetap melaut dan membagikan hasil tangkapan kepada warga maupun pengungsi. Namun, kegiatan itu belum mampu menggantikan pemasukan karena pasar utama mereka bergantung pada kedatangan wisatawan.
Nelayan Adalberto Maypora, 70, menggambarkan kesulitan menjual tangkapan di tengah minimnya pembeli. “Tidak ada uang tunai. Jika turis tidak datang ke sini, kepada siapa kami harus menjual ikan?” tuturnya.
| Komponen | Kondisi di Chichiriviche de la Costa | Dampak bagi Warga |
|---|---|---|
| Pariwisata | Pengunjung berhenti datang | Pendapatan warga menurun |
| Perikanan | Tangkapan sulit dijual | Uang tunai semakin langka |
| Pertanian | Pembeli hasil tani berkurang | Petani kehilangan pasar |
Akses Sulit Memperbesar Kerentanan
Desa ini berada di kawasan pesisir terpencil di negara bagian La Guaira. Jalan menuju lokasi melewati tanjakan curam, tikungan tajam, dan jalur pesisir yang sebagian belum diaspal.
Kondisi medan tersebut menyulitkan pengiriman bantuan dan memperpanjang dampak isolasi bagi warga. Mediaindonesia.com melaporkan WFP mengirim konvoi truk dari Catia La Mar melalui rute pesisir yang berat.
Konvoi itu membawa beras, pasta, tepung, minyak, dan garam untuk kebutuhan warga. Distribusi bantuan merupakan bagian dari program WFP selama tiga bulan dengan nilai US$80 juta.
Andreina Liendo, 54, menerima sekitar 50 kilogram bahan pangan bersama putranya yang berusia empat tahun. Persediaan itu diharapkan cukup memenuhi kebutuhan keluarganya selama satu bulan.
“Puji Tuhan, tidak ada korban jiwa di sini, tapi kami mengalami kekurangan pasokan,” ujar Andreina. Ucapannya menunjukkan bahwa desa yang relatif utuh tetap menghadapi dampak berat setelah bencana.
Dampak Gempa di La Guaira
Chichiriviche de la Costa berada di wilayah yang terdampak dua gempa pada 24 Juni. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2, sedangkan gempa kedua mencapai magnitudo 7,5.
| Peristiwa | Data Utama | Dampak |
|---|---|---|
| Gempa pertama | Magnitudo 7,2 | Melanda kawasan pesisir La Guaira |
| Gempa kedua | Magnitudo 7,5 | Bencana kembar menewaskan sedikitnya 5.069 orang |
Berbeda dari Catia La Mar yang mengalami kehancuran luas, desa ini tidak mencatat korban jiwa akibat gempa. Meski demikian, sejumlah rumah warga mengalami retakan dan kerusakan yang belum dapat diperbaiki karena keterbatasan biaya.
Leida Bello, 45, membawa bantuan pangan ke rumahnya yang berdinding retak dan sebagian bangunannya telah runtuh. Margarita Mayora, 79, memilih tidur di teras karena trauma melihat retakan pada langit-langit rumahnya.
Koordinator darurat WFP Marc-Andre Prost menyatakan bantuan ditujukan untuk membantu komunitas melewati masa tanpa pendapatan. WFP juga berencana menyediakan sekitar 500.000 ton makanan bagi daerah terpencil dan tempat penampungan sementara di seluruh zona gempa.
Source: mediaindonesia.com






