DesertX V2 Hadir Lebih Ringan, Ducati Siapkan Penantang Serius Jalur Ekstrem

Author: Redaksi Android62

Ducati membawa DesertX V2 ke Indonesia dengan bekal yang membuatnya lebih siap menghadapi jalur ekstrem. Motor adventure premium ini mengandalkan rangka aluminium monokok, mesin V2 890 cc yang lebih ringan, serta paket elektronik yang lengkap untuk perjalanan jauh maupun medan off-road.

Kehadiran model ini menegaskan arah pengembangan Ducati pada efisiensi bobot dan kendali di lintasan sulit. Di segmen adventure kelas atas, pendekatan tersebut menjadi pembeda penting karena pengendara membutuhkan motor yang tetap stabil saat melaju di aspal, tetapi juga lincah ketika masuk jalur tanah dan bebatuan.

Mesin lebih ringan dengan tenaga merata

DesertX V2 dibekali mesin V2 890 cc yang disebut sebagai mesin dua silinder empat katup paling ringan yang pernah dibuat Ducati. Mesin ini memakai teknologi Inlet Variable Timing atau IVT untuk mengatur bukaan katup masuk secara lebih presisi sesuai putaran mesin.

Hasilnya adalah respons akselerasi yang lebih halus, tenaga yang merata di berbagai putaran, serta efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Ducati mencatat outputnya berada di 110 HP dengan torsi puncak 92 Nm, cukup untuk menopang karakter motor adventure yang harus fleksibel di banyak kondisi jalan.

Transmisi dibuat lebih jinak di medan berat

Untuk mendukung penggunaan di tanjakan curam dan trek sulit, gigi pertama dibuat lebih pendek dibanding generasi sebelumnya. Setelan ini memberi kontrol lebih baik ketika motor dipakai di jalur berbatu, lumpur, atau saat butuh tenaga awal yang cepat keluar.

Motor ini juga dilengkapi Ducati Quick Shift 2.0 atau DQS 2.0. Teknologi yang juga digunakan pada Panigale V4 itu memungkinkan perpindahan gigi naik maupun turun tanpa perlu menarik tuas kopling.

Rangka baru, bobot terasa lebih efisien

Salah satu perubahan paling besar ada pada struktur sasis. Jika generasi sebelumnya masih memakai rangka teralis khas Ducati, DesertX V2 kini menggunakan Aluminium Monocoque Frame yang lebih modern.

Peralihan ini membuat tampilan motor lebih ramping sekaligus membantu menurunkan bobot keseluruhan. Dalam praktiknya, sasis baru itu dirancang untuk menjaga stabilitas saat motor menghadapi permukaan yang tidak rata dan tantangan off-road yang lebih berat.

Meski konstruksinya berubah, identitas DesertX tetap dipertahankan. Aura reli Dakar masih kuat terlihat dari tangki besar, fairing tinggi, dan garis desain agresif yang menjadi ciri keluarga DesertX.

Elektronik lengkap untuk menjaga kontrol

Ducati menyematkan enam mode berkendara yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengendara. Setiap mode mengatur karakter tenaga mesin, respons throttle, dan intervensi sistem elektronik sesuai kondisi jalan yang dihadapi.

Paket bantuannya juga mencakup Cornering ABS, Traction Control, Wheelie Control, dan Engine Brake Control. Kombinasi fitur ini dirancang untuk menjaga stabilitas, mencegah hilangnya traksi, mengontrol roda depan saat akselerasi agresif, serta mengatur efek pengereman mesin saat deselerasi.

Suspensi dan ergonomi mendukung touring jauh

Di sektor kaki-kaki, DesertX V2 memakai garpu upside-down KYB berdiameter 46 mm di depan dan suspensi progressive link di belakang. Kombinasi tersebut membantu menjaga kestabilan saat motor membawa beban atau melintasi permukaan yang tidak rata.

Untuk kenyamanan pengendara, tinggi jok dibuat fleksibel. Posisi standar berada di 880 mm, lalu dapat diturunkan hingga 840 mm atau dinaikkan sampai 900 mm sesuai kebutuhan pengguna.

Layar vertikal dan status CBU dari Italia

Panel instrumen motor ini menggunakan layar TFT 5 inci dengan orientasi vertikal. Tampilan tersebut terinspirasi dari motor reli profesional dan menampilkan informasi penting seperti kecepatan, mode berkendara, navigasi, serta data kendaraan lainnya.

Unit yang masuk ke Indonesia berstatus Completely Built Up atau CBU. Artinya, motor didatangkan langsung dari fasilitas produksi Ducati di Bologna, Italia, dengan spesifikasi global yang sama seperti di pasar lain.

Dengan kombinasi rangka monokok aluminium, mesin V2 890 cc, IVT, serta suspensi KYB, DesertX V2 diposisikan sebagai salah satu opsi paling serius di kelas adventure premium. Harganya pun berada di atas Rp700 juta dalam kondisi Off The Road, belum termasuk pajak dan biaya registrasi daerah.

Berita Terbaru