Destiny 2 Malah Paling Ramah Dipakai Saat Bungie Menutup Bab Besarnya

Author: Redaksi Android62

Update final Destiny 2 justru datang di saat game ini terasa paling longgar dan paling bersahabat dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah penutupan bab besar oleh Bungie, pembaruan tersebut membawa banyak perubahan yang membuat pemain lama maupun baru bisa bernapas lebih lega.

Pembaharuan ini bukan sekadar sentuhan kecil. Bungie disebut menulis sekitar 71 halaman catatan pembaruan, dengan rincian perubahan yang mencapai 17.000 kata, menandakan betapa luasnya perombakan yang dibawa ke dalam game.

Perombakan besar untuk sistem yang selama ini terasa kaku

Salah satu fokus utama update ini adalah menyederhanakan elemen-elemen yang selama ini dianggap merepotkan. Portal dibuat lebih sederhana, director destinasi dipulihkan, dan sistem mod anti-champion diubah agar terhubung ke weapon frames serta pilihan di antara tujuh set buff artifact seasonal.

Di sisi progresi, pemain juga mendapat lebih banyak kelonggaran untuk mengejar perlengkapan yang diinginkan. Opsi attunement dibuat lebih banyak untuk memudahkan target farming, sementara kapasitas vault ditambah 300 slot dan delapan slot loadout tambahan ikut disediakan.

Konten lama ikut dihidupkan kembali

Bungie juga membawa kembali beberapa unsur populer yang sempat absen. Sparrow Racing kembali dari Destiny 1, sedangkan Pantheon hadir lagi lewat gauntlet bos raid yang menghidupkan kembali bos-bos yang pernah di-vault.

Perubahan itu membuat update final ini terasa seperti pintu masuk baru, bukan sekadar penutup. Gear tier weapon bisa ditingkatkan, catalyst ditambahkan untuk semua exotic weapon yang sebelumnya belum memilikinya, dan ada pula aspek, granat, serta ability baru.

Pengalaman bermain dibuat lebih bebas

Destiny 2 sekarang terasa lebih nyaman untuk didekati, baik oleh pemain lama maupun pemain baru. Banyak batasan lama dilonggarkan, sementara fitur-fitur yang dulu menyulitkan kini dibuat lebih ramah agar pemain bisa langsung masuk ke konten inti.

Untuk pemain lama, pembaruan ini juga membuka alasan kuat untuk kembali. Ada exotic baru untuk dikoleksi, build baru untuk dirakit, serta tantangan seperti solo dungeon dan Pantheon yang masih menunggu untuk diselesaikan.

Akhir yang terasa pahit, tetapi memberi ruang bernapas

Yang membuat momentum ini terasa ganjil adalah waktunya. Setelah bertahun-tahun hidup dalam ritme layanan langsung yang menuntut power climb dan grind tanpa henti, banyak pemain justru melihat update final ini sebagai jeda yang sehat dari beban itu.

Di titik ini, Destiny 2 tidak lagi dipandang semata-mata sebagai mesin progresi. Game ini kini terasa seperti dunia yang bisa dinikmati tanpa tekanan yang sama seperti sebelumnya, meski kabar penutupnya tetap membawa rasa sedih bagi pemain lama.

Masih ada harapan yang belum terpenuhi, terutama soal kembalinya Red War atau kampanye orisinal Destiny 2. Konten itu dianggap penting bagi fondasi naratif seluruh ekspansi setelahnya, tetapi tidak bisa diwujudkan karena berisiko mengganggu versi game yang sudah ada.

Sebagai gantinya, Bungie menyiapkan bundle koleksi yang menggabungkan semua ekspansi yang masih tersedia ke dalam format yang lebih sederhana. Bagi banyak pemain, keputusan ini mempertegas kenyataan bahwa versi Destiny 2 yang paling nyaman justru hadir ketika game tersebut sudah berada di penghujung perjalanannya.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru