Biaya Listrik Printer 3D Ternyata Sangat Rendah, Angkanya Bikin Banyak Orang Kaget

Author: Redaksi Android62

Biaya listrik printer 3D rumahan ternyata jauh lebih rendah dari dugaan banyak orang. Dalam banyak kasus, konsumsi dayanya hanya berada di kisaran satu hingga 10 sen per jam, sehingga listrik bukan lagi komponen pengeluaran terbesar saat mencetak objek tiga dimensi.

Angka itu menjadi penting karena satu proses cetak kerap berlangsung lama, bahkan bisa mencapai lima hingga 10 jam atau lebih. Meski demikian, total biaya listriknya tetap tergolong kecil jika dibandingkan dengan harga printer, filamen, perawatan rutin, dan penggantian nozzle.

Seberapa besar biaya listrik per jam

Cara menghitungnya cukup sederhana, yakni daya rata-rata dalam watt dibagi 1.000, lalu dikalikan tarif listrik per kWh di wilayah setempat. Pada printer FDM, konsumsi daya umumnya berada di kisaran 60 hingga 150 watt.

Jika memakai angka atas 150 watt dan tarif listrik rata-rata di Amerika Serikat sekitar 18 sen per kWh, biaya listrik per jamnya sekitar $0.027. Untuk cetakan berdurasi 10 jam dengan printer yang rata-rata memakai 120 watt, biayanya sekitar 22 sen atau $0.216.

Bila kondisi itu terjadi setiap hari selama sebulan penuh, biayanya menjadi $6.48. Jumlah tersebut masih kecil jika dibandingkan dengan total biaya operasional lain yang harus ditanggung pengguna printer 3D.

Komponen yang paling memengaruhi konsumsi daya

Ukuran printer menjadi faktor utama dalam menentukan besar kecilnya pemakaian listrik. Printer yang lebih besar umumnya memiliki heated bed yang lebih luas, sehingga butuh energi lebih besar untuk menjaga suhu tetap stabil.

Dua komponen yang paling boros daya adalah heated bed dan hot end. Heated bed menjaga area cetak agar objek tidak melengkung, sedangkan hot end bertugas melelehkan filamen sebelum dicetak.

Jenis filamen juga berpengaruh langsung pada konsumsi daya. PLA mencetak pada suhu nozzle 190 hingga 220 derajat Celsius, lebih rendah dibanding ABS yang berada di 220 hingga 250 derajat Celsius.

Perbedaan suhu itu ikut memengaruhi kebutuhan listrik printer. PLA juga tidak selalu memerlukan heated bed, dan jika digunakan, suhu yang direkomendasikan berada di kisaran 50 hingga 60 derajat Celsius.

Sebaliknya, ABS membutuhkan suhu bed 80 hingga 110 derajat Celsius. Rentang itu membuat printer harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan panas selama proses cetak berlangsung.

Cara menekan biaya listrik

Ada beberapa cara sederhana untuk menghemat energi saat memakai printer 3D. Salah satunya adalah menurunkan suhu hot end dan heated bed selama masih berada dalam batas aman untuk filamen yang digunakan.

Menggunakan PLA juga bisa membantu karena material ini membutuhkan suhu lebih rendah. Jika memungkinkan, enclosure juga bermanfaat karena dapat menahan panas di sekitar printer dan mengurangi energi untuk menjaga suhu bed.

Strategi cetak turut berpengaruh pada konsumsi listrik. Menggabungkan beberapa cetakan kecil dalam satu sesi dapat mengurangi siklus pemanasan, sehingga penggunaan daya menjadi lebih efisien.

Pengaturan infill juga layak diperhatikan karena semakin rendah persentasenya, semakin cepat model selesai dicetak. Artinya, waktu pemakaian listrik pun menjadi lebih singkat.

Lokasi printer dan perawatan rutin tidak boleh diabaikan. Keduanya membantu menjaga performa printer tetap efisien dalam penggunaan jangka panjang.

Listrik bukan alasan utama untuk menunda membeli printer 3D

Secara umum, printer 3D sudah tergolong efisien dan kebutuhan dayanya jauh di bawah microwave atau pemanas ruangan yang biasanya bekerja di kisaran 1.200 hingga 1.500 watt. Karena itu, kekhawatiran soal tagihan listrik sering kali tidak sebesar yang dibayangkan.

Jika dihitung bersama seluruh biaya cetak, listrik justru berada di belakang harga printer, filamen, perawatan rutin, dan penggantian nozzle. Bagi banyak pengguna, faktor itulah yang membuat tagihan listrik bukan lagi penahan utama untuk mulai memakai printer 3D.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru