Laga tandang Persib Bandung ke markas Dewa United di Banten International Stadium diperkirakan berlangsung dengan tensi tinggi. Meski lawan berada di peringkat kedelapan klasemen, Persib tidak melihat posisi itu sebagai ukuran aman, karena Dewa United punya bobot ancaman yang jauh lebih besar dari sekadar angka di tabel.
Kewaspadaan Persib juga muncul karena Dewa United datang dengan skuad yang semakin kuat. Kehadiran Ivar Jenner menambah kedalaman tim yang sebelumnya sudah diperkuat nama-nama seperti Alexis Messidoro, Egy Maulana Vikri, dan Rafael Struick, sehingga kualitas individu mereka tetap layak diperhitungkan dalam duel pekan ke-28 Super League 2025-2026.
Bojan Hodak menegaskan bahwa Persib tidak boleh terpeleset oleh penilaian berdasarkan klasemen semata. Pelatih asal Kroasia itu menilai Dewa United memiliki banyak pemain berkelas yang bisa menentukan hasil pertandingan dalam satu momen.
“Dewa punya banyak pemain bagus. Saya selalu bilang Dewa adalah tim yang sangat bagus. Mereka punya banyak pemain dengan kualitas individu top level,” kata Bojan Hodak.
Ucapan itu menggambarkan cara Persib membaca lawan jelang pertandingan penting ini. Dalam persaingan papan atas yang ketat, satu kesalahan kecil dapat berdampak besar pada posisi klasemen dan langkah menuju perebutan gelar.
Jadwal AFC ikut memengaruhi kondisi lawan
Selain kekuatan materi pemain, Persib juga menaruh perhatian pada kondisi fisik Dewa United. Hodak menyebut agenda tampil di kompetisi AFC bisa membuat waktu pemulihan mereka tidak ideal dan ikut memengaruhi kebugaran tim.
“Saya tidak tahu kenapa posisi mereka rendah di klasemen. Mungkin jadwal AFC juga sedikit memengaruhi karena mereka kurang waktu istirahat,” ucap Hodak.
Situasi itu membuat Dewa United menghadapi beban ganda. Mereka harus tetap tampil kompetitif di liga, sambil menjaga tenaga di tengah padatnya agenda pertandingan yang menuntut konsistensi tinggi.
Modal kemenangan terakhir tidak boleh diabaikan
Persib juga harus memperhitungkan tren positif yang dibawa Dewa United. Tim asal Banten itu baru saja meraih kemenangan atas Malut United di Ternate, hasil yang bisa meningkatkan rasa percaya diri mereka saat kembali tampil di kandang sendiri.
Bagi Persib, kemenangan tandang semacam itu bukan sesuatu yang ringan untuk diraih. Karena itu, hasil positif Dewa United tersebut menjadi sinyal bahwa laga di Banten tak akan berjalan mudah sejak menit awal.
Hodak pun mengakui bahwa timnya perlu bersiap menghadapi pertandingan yang sulit. Ia tetap berharap Persib bisa membawa pulang hasil yang positif, tetapi tanpa menutup mata terhadap besarnya tantangan yang menunggu.
Catatan pertemuan tidak menjamin hasil sama
Jika menengok rekor pertemuan sejak 2022-2023, Persib memang unggul atas Dewa United. Dari tujuh laga, Persib menang tiga kali, Dewa United sekali, dan tiga pertandingan lainnya selesai imbang.
Namun, catatan itu tidak otomatis memberi jaminan untuk laga berikutnya. Pertemuan terakhir pada November 2025 juga berlangsung ketat saat Persib menang 1-0 lewat penalti Andrew Jung di Stadion GBLA.
Riwayat duel kedua tim menunjukkan bahwa mereka kerap bermain terbuka dan menghasilkan banyak gol. Dewa United pernah menang 2-0 di GBLA pada 17 Januari 2025, sementara Persib sempat menang besar 5-1 di Indomilk Arena pada 26 November 2023.
Persaingan di papan atas makin menekan
Pada saat yang sama, tekanan bagi Persib semakin besar karena pesaing seperti Borneo FC Samarinda dan Persija Jakarta juga memperoleh hasil positif. Kondisi itu membuat setiap poin terasa sangat mahal, terutama ketika kompetisi mulai memasuki fase yang menentukan.
Karena itu, Persib dituntut tampil efisien, disiplin, dan tenang saat menghadapi lawan yang punya kualitas individu tinggi. Dengan komposisi skuad Dewa United yang semakin dalam, jadwal yang padat, serta momentum kemenangan terbaru, laga di Banten berpotensi menjadi salah satu ujian paling berat bagi Persib dalam menjaga jalur persaingan juara.







