Dewi Irawan Dedikasikan Rumah Singgah untuk Suami dan Ria Irawan

Dewi Irawan mendedikasikan film Rumah Singgah untuk dua orang terdekat yang telah meninggal akibat kanker, yakni suaminya Luca Francesco Marini dan adiknya, Ria Irawan. Pengalaman kehilangan tersebut menjadikan proyek film ini sebagai karya yang sangat berat secara emosional baginya.

Dedikasi itu tidak sekadar berkaitan dengan tema film tentang kanker. Dewi juga pernah menjalani peran sebagai pendamping pasien bagi orang terdekatnya hingga memahami beban yang dihadapi keluarga pasien.

Film arahan Dyan Sunu Prastowo ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 27 Agustus 2026. Ceritanya menyoroti perjalanan penyintas kanker, orang-orang yang mendampingi mereka, serta upaya menjaga harapan di tengah situasi sulit.

Kisah penghuni rumah singgah

Rumah Singgah berpusat pada Karla, seorang atlet lari yang harus mengubur mimpinya setelah menerima diagnosis kanker. Hidup Karla kemudian berubah saat ia tinggal di sebuah rumah singgah bersama para penyintas lain.

Para penghuni rumah singgah datang dari latar belakang yang berbeda. Mereka saling memberi dukungan sambil berusaha mewujudkan daftar keinginan masing-masing.

Unsur CeritaKeterangan
Tokoh utamaKarla, seorang atlet lari
Konflik awalDiagnosis kanker membuat Karla meninggalkan mimpinya
Lokasi pentingSebuah rumah singgah
Perjalanan tokohMewujudkan daftar keinginan sambil memupuk harapan

Perjalanan para karakter menempatkan dukungan dari lingkungan sekitar sebagai bagian penting dalam menghadapi penyakit. Perspektif ini juga menjadi alasan cerita film tersebut terasa dekat dengan pengalaman Dewi Irawan.

Pengalaman mendampingi suami

Dewi mengenang dua bulan terakhir sebelum Luca Francesco Marini meninggal dunia sebagai masa ketika ia selalu berada di dekat suaminya. Ia mendampingi Luca selama 24 jam dalam masa tersebut sambil berupaya memberikan semangat.

Pengalaman itu membuat Dewi memahami bahwa pendamping pasien perlu menjaga keteguhan dan harapan. Ia juga menyadari ada kondisi tertentu yang tidak selalu bisa disampaikan kepada pasien.

Kepada wartawan di Plaza Senayan pada Jumat (17/7/2026), Dewi menyebut Rumah Singgah sebagai film terberat secara emosional dalam perjalanan kariernya. Perasaan itu muncul karena kisah di dalam film bersinggungan langsung dengan pengalaman pribadinya sebagai istri dan kakak.

Entertainment.kompas.com melaporkan bahwa Dewi menyampaikan keinginannya untuk terlibat ketika bertemu sutradara Dyan Sunu Prastowo. Kedekatan pengalaman hidupnya dengan tema film membuatnya merasa perlu mengambil peran tersebut.

Menyoroti peran pendamping pasien

Film ini tidak hanya memusatkan perhatian pada penyintas kanker. Rumah Singgah juga memberi ruang bagi kisah pendamping pasien yang ikut menghadapi tekanan emosional selama proses perawatan.

Selain Dewi Irawan, film tersebut dibintangi Adhisty Zara, Devano, Messi Gusti, dan Aming. Kehadiran para penghuni rumah singgah memperlihatkan bagaimana dukungan, kebersamaan, dan harapan dapat hadir di tengah perjuangan melawan kanker.

Source: entertainment.kompas.com
Berita Terkait