BYD Atto 1 STD langsung menarik perhatian karena dibanderol Rp 199 juta, tepat di batas bawah yang selama ini banyak dicari calon pembeli mobil listrik. Di pasar city car EV yang makin padat, harga seperti ini membuat pilihan mobil listrik terasa jauh lebih sulit diabaikan.
Posisi tersebut juga menempatkan Atto 1 STD sebagai pintu masuk paling murah di keluarga Atto 1. Di atasnya ada Atto 1 Dynamic seharga Rp 205 juta dan Atto 1 Premium yang dipasarkan Rp 245 juta.
Varian termurah, tapi tetap relevan untuk harian
Sebagai varian paling dasar, Atto 1 STD tetap membawa sejumlah perlengkapan yang mendukung penggunaan sehari-hari di dalam kota. Mobil ini sudah memakai electronic column shifter dan new center console, sehingga tata kabinnya tetap terasa modern dan lebih ergonomis.
Untuk kebutuhan mobilitas perkotaan, BYD juga menyematkan rear view camera, steering wheel tilt adjustment, dan layar infotainment 10,1 inci. Di bagian eksterior, Atto 1 STD memakai velg 15 inci dengan wheel cover dan lampu depan halogen projector.
Perbedaan dengan Dynamic dan Premium
Kalau dibandingkan dengan varian di atasnya, perbedaan Atto 1 STD terlihat pada kelengkapan fitur dan nuansa kabin. Atto 1 Dynamic sudah dibekali electric folding mirror, jok pengemudi elektrik 6-way, synthetic leather seat, BYD App Cloud Services, NFC Card Key & Digital Key, audio 4 speaker, voice command, dan side curtain airbag.
Layar infotainment Dynamic tetap 10,1 inci, tetapi paket yang dibawa terasa lebih lengkap untuk pengguna yang menginginkan kenyamanan dan konektivitas lebih tinggi. Sementara itu, Atto 1 Premium berada satu tingkat lebih tinggi lagi sebagai varian paling lengkap di lini ini.
Pada Premium, BYD menambahkan panoramic image, layar infotainment 12,8 inci, TPMS, tilt & telescopic steering, serta fitur keselamatan tambahan lainnya. Perbedaan itu membuat jarak karakter antara STD, Dynamic, dan Premium terlihat jelas.
Strategi BYD memperluas akses
Masuknya Atto 1 STD bukan hanya soal menambah trim baru. Langkah ini juga memperlihatkan upaya BYD untuk memperluas akses ke mobil listrik bagi konsumen yang sensitif terhadap biaya awal kepemilikan.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan BYD mengapresiasi respons pasar yang sangat positif terhadap Atto 1 sejak pertama kali diperkenalkan di Indonesia. Ia menyebut penyegaran Atto 1 dan hadirnya varian STD ditujukan untuk menghadirkan solusi mobilitas listrik yang lebih mudah dijangkau dengan pilihan yang lebih beragam.
Dorongan itu punya dasar yang kuat. Sepanjang 2025, BYD mencatat penjualan Atto 1 lebih dari 22.500 unit dan menjadikannya salah satu mobil listrik terlaris di Indonesia.
Pasar city car EV makin ketat
Harga Rp 199 juta membuat Atto 1 STD ikut menekan persaingan di segmen city car listrik yang kini mulai dipenuhi banyak merek asal China. Di tengah kondisi tersebut, harga menjadi senjata utama yang semakin menentukan perhatian pembeli.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan penyegaran dan hadirnya varian baru Atto 1 diharapkan semakin melengkapi pilihan masyarakat Indonesia. Ia menegaskan bahwa pilihan itu dibuat agar tetap mudah diakses dari sisi teknologi, kenyamanan, dan kemudahan penggunaan sehari-hari.
Dengan kombinasi harga dan kelengkapan dasar yang masih fungsional, Atto 1 STD tampak diarahkan untuk konsumen entry level. Sementara itu, Dynamic dan Premium tetap disiapkan bagi pengguna yang mencari fitur lebih modern dan pengalaman berkendara yang lebih premium.
