Pernyataan Elon Musk yang menyebut sebagian besar kripto sebagai scam langsung menarik perhatian besar karena muncul di tengah sidang terkait OpenAI di Oakland, California. Ucapan itu terasa mencolok bukan hanya karena isi komentarnya, tetapi juga karena datang dari figur yang selama ini ikut membentuk perhatian publik terhadap aset digital.
Laporan Fortune yang mengutip unggahan reporter New York Times Mike Isaac menyebut Musk berkata, “Some of them have merit, but most of them are scams.” Kalimat singkat itu segera memicu diskusi baru, terutama karena Musk selama ini dikenal punya sejarah yang cukup besar dalam mendorong sorotan terhadap Bitcoin dan Dogecoin.
Pernyataan yang muncul di ruang sidang
Komentar Musk disebut terlontar saat persidangan memasuki hari keempat pada 30 April. Fokus utama sidang saat itu adalah gugatan Musk terhadap OpenAI, perusahaan yang ia co-dirikan pada 2015.
Dalam ruang sidang, pernyataan soal kripto diduga berkaitan dengan pembahasan rencana OpenAI pada 2018 untuk menghimpun dana lewat initial coin offering atau ICO. Skema ini dikenal sebagai metode pendanaan ketika proyek menjual token kepada publik untuk membiayai pengembangan.
Isu itu menjadi penting karena OpenAI menuduh Musk pernah mendukung rencana tersebut. Di sisi lain, rencana itu juga dikaitkan dengan pembentukan entitas nirlaba menjadi anak usaha yang berorientasi laba.
Sengketa Musk dan OpenAI yang memanas
OpenAI mempertahankan pandangan bahwa Musk sejak awal memahami organisasi itu pada akhirnya bisa berkembang menjadi entitas for-profit. Posisi ini berhadapan langsung dengan sikap Musk, yang menggugat OpenAI karena menilai perusahaan itu menyimpang dari misi awalnya sebagai organisasi non-profit.
Menurut pandangan Musk, arah OpenAI berubah setelah perusahaan menjalin kesepakatan investasi dengan Microsoft dan bergerak ke produk komersial. Karena itu, sidang yang sedang berjalan bukan hanya soal struktur perusahaan, tetapi juga soal visi awal yang kini diperdebatkan dari dua sisi.
Pernyataan Musk tentang kripto di tengah proses hukum tersebut membuat perhatian publik melebar. Isu yang semula berkisar pada OpenAI ikut bergeser ke cara Musk memandang aset digital, terutama karena ucapannya terdengar sangat keras.
Jejak Musk di dunia kripto tidak sederhana
Ucapan bahwa mayoritas kripto adalah scam terasa kontras dengan riwayat Musk sendiri. Selama masa lonjakan kripto saat pandemi, ia termasuk salah satu pendukung paling menonjol di sektor itu dan sering dianggap punya pengaruh besar terhadap sentimen pasar.
Tesla sempat membeli Bitcoin senilai $1,5 miliar pada awal 2021. Langkah tersebut menempatkan Tesla sebagai salah satu perusahaan publik paling awal yang memasukkan aset kripto ke neraca korporasi.
Pengaruh Musk juga terlihat pada Dogecoin. Pada periode yang hampir sama, cuitannya ikut membantu mendorong lonjakan nilai memecoin tersebut, sehingga setiap komentarnya tentang kripto kerap mendapat reaksi cepat dari pasar.
Namun, arah kebijakan korporasi kemudian berubah. Tesla menjual 75% kepemilikan Bitcoin pada pertengahan 2022, dan keputusan itu menunjukkan pendekatan yang lebih hati-hati dibandingkan fase euforia sebelumnya.
Paparan Bitcoin masih tersisa
Meski nada Musk terhadap kripto terdengar lebih keras, jejak kepemilikan aset digital di perusahaan yang terkait dengannya belum hilang sepenuhnya. Data terbaru dalam artikel referensi menunjukkan Tesla masih memegang sebagian aset digitalnya.
Per 31 Maret 2026, mayoritas aset digital Tesla terdiri dari 11.509 BTC dengan biaya akuisisi $386 juta. Angka ini menunjukkan bahwa perusahaan tetap memiliki eksposur yang signifikan terhadap Bitcoin meski sikap verbal Musk terhadap kripto berubah lebih tajam.
SpaceX juga tercatat memiliki sekitar 8.285 BTC. Menurut data Arkham per 30 April, nilai kepemilikan itu sekitar $631.58 juta, sehingga dua perusahaan yang dikaitkan dengan Musk masih membawa paparan terhadap aset digital utama tersebut.
Kombinasi antara komentar yang sangat kritis dan kepemilikan Bitcoin yang masih ada membuat pernyataan Musk menjadi bahan perbincangan luas. Bagi pasar, situasi ini kembali menegaskan bahwa setiap ucapan Musk, terutama saat muncul di forum hukum seperti sidang OpenAI, bisa memengaruhi cara publik membaca arah industri kripto secara lebih luas.







