AFROTECH Conference 2026 menyiapkan panggung yang lebih besar dari biasanya dengan 13 jalur pembahasan yang mencakup kecerdasan buatan, keamanan siber dan risiko, engineering, product dan design, marketing dan advertising, fintech, healthcare, government and civic engagement, energy and sustainability, entrepreneurship, data, serta future of work. Susunan ini menunjukkan bahwa ajang tersebut tidak hanya memusatkan perhatian pada teknologi, tetapi juga pada cara teknologi bersinggungan dengan bisnis, kebijakan publik, layanan kesehatan, dan dunia kerja.
Di tengah cakupan topik yang luas itu, AFROTECH juga merangkai daftar pembicara yang datang dari berbagai sektor. Nama-nama seperti Timnit Gebru, Carroll Chang, Shannon Womack, Monique Idlett, dan Larry Quinlan memperlihatkan bahwa konferensi ini memberi ruang bagi sosok yang bergerak di bidang riset, kepemimpinan perusahaan, investasi, dan strategi korporasi.
Perayaan satu dekade AFROTECH terasa semakin menonjol lewat kehadiran figur dari ranah publik dan budaya. Congresswoman Ayanna Pressley, Vic Mensa, Andrew Yang, dan pengacara hak-hak sipil Lee Merritt termasuk dalam jajaran pembicara yang akan membahas isu kebijakan dan dampak sosial.
Di sisi lain, nama Louis Carr dari BET Networks menjadi salah satu sorotan yang ikut menguatkan dimensi budaya dan bisnis dalam acara ini. Ia bergabung dengan Troy Millings dan Rashad Bilal dari Earn Your Leisure, Ryan Wilson dari The Gathering Spot, serta Willonius “King Willonius” Hatcher dalam daftar pembicara yang mencerminkan pengaruh komunitas dan percakapan publik yang lebih luas.
Kehadiran beragam tokoh tersebut membuat AFROTECH tetap menjaga keseimbangan antara dunia bisnis, budaya, dan kepemimpinan. Susunan pembicara yang terus bertambah juga memberi sinyal bahwa konferensi ini ingin mempertemukan berbagai sudut pandang dalam satu forum yang sama.
Dari sektor kesehatan, AFROTECH menghadirkan deretan nama yang cukup kuat. Dr. Uché Blackstock, Dr. Jessica Shepherd, Vindell Washington, dan Shannon Martin menjadi bagian dari pembicaraan yang menyorot kesehatan dan akses layanan.
Agenda kesehatan itu masih diperluas dengan kehadiran J. Nicole Dove, Tope Iluyomade, Denise Bailey-Castro, Kobie Fuller, Tanya Sam, Dr. Kulleni Gebreyes, dan Tiffani J.B.. Mereka datang dari latar keamanan, investasi, layanan kesehatan, hingga konsultan dan institusi medis, sehingga memperlihatkan cakupan diskusi yang saling berkaitan.
AFROTECH Conference 2026 akan kembali digelar di Houston, tepatnya di George R. Brown Convention Center, pada 2-6 November. Momentum ini sekaligus menandai ulang tahun ke-10 konferensi yang selama ini mempertemukan profesional Black di bidang teknologi, bisnis, budaya, dan inovasi.
Daftar pembicara awal juga sudah memuat Timnit Gebru, pendiri sekaligus executive director Distributed Artificial Intelligence Research Institute atau DAIR. Kehadirannya menegaskan bahwa pembahasan soal kecerdasan buatan tetap menjadi bagian penting dari arah acara tahun ini.
Dari sisi bisnis dan kepemimpinan, Carroll Chang sebagai CEO Andela, Shannon Womack yang memimpin commercial marketing di Delta Air Lines, Monique Idlett sebagai pendiri dan managing partner Reign Ventures, serta Larry Quinlan yang pernah menjadi global CIO Deloitte dan lima kali board director, memberi warna yang kuat pada agenda konferensi. Kombinasi ini memperlihatkan bahwa AFROTECH terus menempatkan pertumbuhan perusahaan dan kepemimpinan eksekutif dalam pusat perbincangan.
Penyelenggara menyebut masih akan ada pembicara tambahan yang diumumkan dalam beberapa bulan mendatang. Dengan ribuan profesional, founder, eksekutif, investor, dan inovator yang diperkirakan hadir, AFROTECH Conference 2026 diposisikan sebagai salah satu pertemuan terbesar untuk percakapan lintas teknologi, bisnis, budaya, healthcare, policy, dan bidang lain yang terus berkembang.
