Jumlah asupan Erling Haaland yang disebut mencapai sekitar 6.000 kalori per hari terdengar ekstrem, tetapi bagi pesepak bola elite angka itu masih berada dalam batas yang masuk akal. Kebutuhan energi atlet profesional memang jauh berbeda dari orang dewasa pada umumnya, terutama saat latihan dan pertandingan berlangsung intensif.
Lauren Link, ahli gizi olahraga sekaligus Asisten Direktur Atletik untuk Nutrisi Olahraga di Purdue University, menyebut hampir tidak ada atlet elite yang bertahan di level 2.000 kalori per hari. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan rendah dalam olahraga profesional bisa berada di kisaran 3.000 kalori, sementara angka 4.000, 5.000, bahkan 6.000 sampai 7.000 kalori per hari juga cukup umum.
Giancarlo Carvalho, fisioterapis di Northwell Health Stars Rehabilitation, New York, menilai kebutuhan Haaland bisa berada di kisaran 3.200 hingga 3.500 kalori hanya untuk menjaga berat badan. Saat targetnya adalah menambah massa otot tanpa lemak sekaligus mempertahankan performa latihan dan pertandingan, kebutuhan itu dapat naik hingga sekitar 6.000 kalori per hari.
Menu Harian yang Fokus pada Makanan Utuh
Yang membuat pola makan Haaland menonjol bukan hanya jumlah kalorinya, melainkan juga pilihan bahannya. Striker Norwegia itu menjalani ancestral diet atau diet leluhur, yakni pola makan yang menekankan makanan utuh dan meminimalkan proses pengolahan.
Pola ini menghindari makanan ultraolahan, gula rafinasi, minyak nabati hasil pemrosesan industri, dan produk dengan tingkat pengolahan tinggi. Sebagai gantinya, Haaland lebih banyak mengonsumsi bahan pangan alami yang diperoleh secara lokal, termasuk produk musiman, daging, ikan, telur, madu mentah, dan sayuran.
Ia juga menerapkan konsep nose-to-tail eating, yaitu memanfaatkan hampir seluruh bagian hewan, termasuk organ dalam. Dalam film dokumenter Haaland: The Big Decision yang dirilis pada 2022, terlihat bahwa ia rutin mengonsumsi hati sapi dan jantung sapi.
Menu hariannya juga mencakup madu mentah, ikan bass, asparagus, nasi, dan telur. Susunan ini menunjukkan bahwa kebutuhan energi besar tetap bisa dipenuhi tanpa harus bergantung pada makanan ultraolahan.
Isi Nutrisi di Balik Makanan yang Dikonsumsi
Setiap bahan yang dipilih Haaland punya peran nutrisi yang jelas. Hati sapi dikenal sebagai sumber vitamin A, vitamin B12, folat, protein, dan zat besi, yang membantu pembentukan sel darah merah, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan membantu pengangkutan oksigen ke otot saat beraktivitas.
Jantung sapi mengandung protein berkualitas tinggi, zat besi, zinc, selenium, vitamin B kompleks, dan koenzim Q10. Kandungan ini berperan dalam produksi energi sel sekaligus mendukung kesehatan jantung.
Madu mentah menyediakan karbohidrat sederhana yang cepat memberi energi dan memiliki antioksidan alami. Ikan bass menyumbang protein, omega 3, selenium, vitamin D, dan vitamin B12, sedangkan asparagus memberi serat, folat, vitamin K, vitamin C, vitamin E, serta antioksidan.
| Makanan | Nutrisi Utama | Manfaat yang Disebut |
|---|---|---|
| Hati sapi | Vitamin A, B12, folat, protein, zat besi | Sel darah merah, imun, saraf, transport oksigen |
| Jantung sapi | Protein, zat besi, zinc, selenium, vitamin B kompleks, CoQ10 | Produksi energi sel dan kesehatan jantung |
| Madu mentah | Karbohidrat sederhana, antioksidan | Energi cepat |
| Ikan bass | Protein, omega 3, selenium, vitamin D, vitamin B12 | Kesehatan jantung, otak, pemulihan otot, anti-inflamasi |
| Asparagus | Serat, folat, vitamin K, vitamin C, vitamin E | Pencernaan, pembentukan sel baru, kesehatan tulang |
| Telur | Protein lengkap, kolin, vitamin D, vitamin B12, selenium | Fungsi otak, sistem saraf, dan asupan protein |
| Nasi | Karbohidrat | Mengisi kembali cadangan glikogen otot |
Manfaat Besar, Risiko Tetap Ada
Pola makan yang didominasi makanan utuh dinilai lebih menguntungkan dibandingkan diet tinggi makanan ultraolahan. Beberapa penelitian yang dikutip Forbes mengaitkan makanan ultraolahan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal, penyakit metabolik, dan kematian dini.
Makanan ultraolahan juga disebut dapat mendorong konsumsi berlebihan karena struktur alami bahan pangan berubah selama proses produksi. Sebaliknya, pola makan seperti yang dijalani Haaland dinilai mampu menyediakan protein, vitamin, mineral, serat, dan lemak sehat secara lebih seimbang.
Meski begitu, ada sisi yang perlu diwaspadai. Daging organ seperti hati dan jantung sapi memang padat nutrisi, tetapi juga mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang relatif tinggi, serta bisa membuat asupan vitamin A dan zat besi melampaui kebutuhan bila dikonsumsi berlebihan.
Giancarlo Carvalho juga mengingatkan bahwa daging organ mengandung purin tinggi, sehingga dapat meningkatkan kadar asam urat dan kurang disarankan bagi orang dengan riwayat gout. Selain itu, Haaland dilaporkan mengonsumsi susu mentah, yang menurut Lauren Link tetap berisiko karena belum melalui proses pasteurisasi untuk membunuh patogen berbahaya.
Tidak Perlu Ditiru Persis
Lauren Link menegaskan bahwa masyarakat umum tidak perlu meniru porsi makan Haaland secara langsung. Ia menilai pelajaran yang paling berguna justru terletak pada pemilihan bahan makanannya, bukan pada angka kalorinya yang sangat besar.
“Saya tidak ingin seseorang melihat pola makan ini dan berpikir, saya perlu makan, masukkan setengah dari hal yang dia sebutkan, untuk menjalani pola makan yang sehat,” ujar Link.
Menurutnya, langkah yang lebih masuk akal adalah memperbanyak buah dan sayuran, menjaga asupan protein, dan memilih makanan utuh sebanyak mungkin. Pada level elite, diet tinggi energi seperti milik Haaland bisa dipahami sebagai bagian dari kebutuhan fisik yang sangat spesifik.
Perpaduan antara beban latihan, kebutuhan pemulihan, dan tuntutan menjaga massa otot membuat pola makan Haaland relevan sebagai gambaran bagaimana atlet kelas atas menjaga tenaga. Namun untuk kebanyakan orang, kebutuhan itu tetap harus disesuaikan dengan aktivitas, kondisi tubuh, dan tujuan kesehatan masing-masing.
Perkiraan Kebutuhan Kalori
| Kelompok | Perkiraan Kebutuhan | Konteks |
|---|---|---|
| Orang dewasa umum | 2.000–2.500 kalori per hari | Tergantung usia, jenis kelamin, komposisi tubuh, dan aktivitas |
| Atlet elite | 3.000–7.000 kalori per hari | Disesuaikan dengan beban latihan dan cabang olahraga |
| Erling Haaland | 3.200–3.500 kalori untuk menjaga berat badan | Bisa naik hingga sekitar 6.000 kalori saat mengejar performa dan massa otot |
Source: www.beritasatu.com







