Dimarco Cetak Rekor 18 Assist, Inter Tetap Gagal Menahan Torino di Menit Akhir

Inter Milan harus puas pulang dari markas Torino dengan satu poin setelah duel Serie A berakhir 2-2. Hasil ini terasa menyakitkan karena Nerazzurri sempat memimpin dua gol lebih dulu sebelum kehilangan kendali pada fase akhir pertandingan.

Meski gagal menang, Inter tetap berada di puncak klasemen dengan keunggulan sepuluh poin atas Napoli. Di tengah hasil yang tidak ideal itu, perhatian juga tertuju pada Federico Dimarco yang menorehkan rekor penting lewat dua assist dalam laga tersebut.

Dimarco kembali jadi sumber serangan dari sisi kiri

Inter memulai pertandingan dengan cukup meyakinkan dan langsung menunjukkan efektivitas serangan. Federico Dimarco menjadi salah satu pemain paling berpengaruh karena kontribusinya dari sektor kiri membuka peluang berbahaya sejak awal laga.

Gol pertama Inter lahir dari kerja sama yang rapi di sisi itu. Marcus Thuram menyelesaikan peluang dengan sundulan setelah menerima umpan silang akurat dari Dimarco, sebuah pola serangan yang kembali menegaskan peran besar sang bek sayap dalam skema Inter.

Dari momen tersebut terlihat bahwa Dimarco bukan sekadar pelengkap di garis pertahanan. Ia aktif membantu aliran serangan, menjaga tekanan terhadap Torino, dan menjadi penghubung utama menuju peluang-peluang Inter.

Inter sempat unggul jauh sebelum keadaan berbalik

Keunggulan Inter bertambah setelah turun minum ketika Yann Bisseck mencetak gol untuk mengubah skor menjadi 0-2. Dalam prosesnya, kontribusi Dimarco kembali muncul sebagai bagian penting dari rangkaian serangan tim tamu.

Pada titik itu, Inter tampak berada di jalur yang nyaman untuk membawa pulang kemenangan. Kendali permainan masih berada di tangan mereka, sementara Torino belum menemukan cara untuk mematahkan ritme lawan secara konsisten.

Namun situasi berubah saat tuan rumah mulai keluar dari tekanan. Torino perlahan menemukan ruang di lini belakang Inter dan menambah hidup pertandingan yang sebelumnya terlihat lebih banyak dikuasai tim tamu.

Torino memanfaatkan celah dan memaksa skor imbang

Momentum pertandingan bergeser setelah Giovanni Simeone memperkecil ketertinggalan. Gol itu hadir lewat kerja sama yang rapi dengan Emirhan Ilkhan dan membuat Torino kembali percaya diri untuk menekan.

Setelah gol tersebut, Inter dipaksa bertahan lebih dalam. Kendali tempo yang sebelumnya mereka pegang mulai hilang, dan Torino semakin berani mendorong permainan ke area pertahanan Nerazzurri.

Tekanan tuan rumah kemudian berbuah penalti setelah wasit meninjau insiden handball melalui VAR. Menurut corriere.it, pelanggaran itu melibatkan Carlos Augusto yang membuat bola mengenai tangan di dalam kotak penalti, sebelum Nikola Vlasic mengeksekusi penalti untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Rekor baru Dimarco tetap tercatat

Walau hasil akhir tidak sesuai harapan, dua assist Dimarco tetap memiliki arti besar. Menurut laporan goal.com, ia menjadi pemain pertama yang mencapai 18 assist dalam satu musim Serie A.

Catatan itu menunjukkan konsistensi Dimarco sepanjang musim. Umpan silang dan ketepatan waktunya kembali menjadi senjata utama Inter, terutama ketika tim membangun serangan dari sisi kiri.

Dalam laga ini, pengaruhnya terlihat jelas karena dua gol Inter lahir dari situasi yang melibatkan dirinya secara langsung. Namun, pencapaian individu itu tidak mampu menutupi kekecewaan karena kemenangan yang sudah berada di depan mata justru lepas begitu saja.

Posisi Inter masih aman di puncak klasemen

Hasil imbang di Torino memang tidak memenuhi target, tetapi Inter tetap memegang posisi teratas Serie A. Jarak sepuluh poin dari Napoli masih memberi ruang yang cukup aman dalam persaingan gelar.

Inter kini hanya membutuhkan tiga poin tambahan untuk memastikan Scudetto, dengan catatan juga bergantung pada hasil laga Milan dan Napoli. Laga melawan Parma disebut sebagai kesempatan pertama bagi mereka untuk mengunci gelar juara.

Di sisi lain, Torino bertahan di posisi ke-13 setelah berhasil bangkit dari keadaan tertinggal dua gol. Bagi Inter, pertandingan ini menjadi pengingat bahwa keunggulan besar sekalipun bisa hilang jika fokus dan kontrol permainan menurun pada momen-momen penentu.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer