Dimensity 7500 Bawa Inti CPU Lebih Baru dari Tensor G5, Google Justru Tertekan di Efisiensi

Author: Redaksi Android62

Dimensity 7500 datang membawa kejutan yang tidak biasa untuk chip ponsel murah. Di saat banyak orang mengira kelas terjangkau masih akan tertinggal jauh, MediaTek justru menanamkan inti CPU yang lebih baru daripada Tensor G5 milik Google di Pixel 10.

Perbandingan itu langsung menarik perhatian karena posisinya terlihat terbalik. Tensor G5 adalah chip flagship, sementara Dimensity 7500 ditujukan untuk ponsel budget, tetapi pada modernisasi arsitektur CPU MediaTek malah melangkah lebih agresif.

CPU lebih segar untuk kelas murah

Lompatan paling besar pada Dimensity 7500 datang dari penggunaan proses 4nm dan susunan CPU octa-core baru. Chip ini memakai empat inti Arm C1-Pro 2,6GHz dan empat inti Arm C1-Nano 2GHz.

Susunan tersebut jelas menjadi perubahan besar dibanding Dimensity 7400 dan 7300 yang masih mengandalkan Cortex-A78 dan Cortex-A55. Artinya, pembaruan di lini menengah-bawah MediaTek kini terasa lebih serius dan tidak lagi sekadar penyegaran kecil.

Di sisi lain, Tensor G5 di Pixel 10 masih membawa satu Cortex-X4 3,78GHz, lima Cortex-A725 3,05GHz, dan dua Cortex-A520 2,25GHz. Konfigurasi ini tetap memberi kekuatan pada performa inti tunggal berkat Cortex-X4 dan clock yang tinggi.

Meski begitu, inti menengah dan inti hemat daya yang lebih baru pada Dimensity 7500 membuat jarak performa tidak selalu sebesar yang dibayangkan. Dalam pemakaian harian, chip murah ini berpotensi mendekati pengalaman yang biasanya diasosiasikan dengan kelas lebih tinggi.

Efisiensi ikut jadi sorotan

Selain modern di CPU, MediaTek juga menonjolkan efisiensi daya. Arm sebelumnya menyebut inti C1-Nano 26% lebih efisien, dan klaim ini menjadi salah satu alasan Dimensity 7500 menarik untuk dipantau.

Jika karakter efisiensi itu terbawa ke ponsel rilisannya, daya tahan baterai bisa menjadi nilai jual penting. Dalam skenario tertentu, ponsel berbasis Dimensity 7500 bahkan bisa saja bertahan lebih lama daripada Pixel 10.

MediaTek juga mengklaim ada peningkatan lain yang menyentuh penggunaan sehari-hari. Perusahaan menyebut video transcoding 68% lebih cepat, perpindahan aplikasi 30% lebih cepat, dan instalasi aplikasi 11% lebih cepat.

Untuk efisiensi, MediaTek mengatakan aplikasi populer bisa 5% hingga 9% lebih hemat. Game populer pun disebut mendapat peningkatan efisiensi 4% hingga 7%, walau hasil akhirnya tetap bergantung pada implementasi tiap ponsel.

GPU belum mengejar, AI ikut diperbarui

Pada bagian grafis, Dimensity 7500 memakai Arm Mali-G625 MC2. GPU ini pada dasarnya versi yang sangat dipangkas dari Immortalis-G925, dengan shader core jauh lebih sedikit dan tanpa fitur seperti ray tracing.

MediaTek belum mengumumkan angka peningkatan gaming secara spesifik. Namun, GPU baru ini tetap diperkirakan menjadi peningkatan yang solid dibanding Mali-G615 MC2 pada generasi sebelumnya.

Walau begitu, sektor grafis masih tampak menjadi wilayah yang lebih aman bagi Tensor G5. Pixel 10 dengan GPU PowerVR DXT-48-1536 diperkirakan tetap unggul jauh dibanding ponsel berbasis Dimensity 7300 dan 7400, sementara Dimensity 7500 belum diposisikan untuk mengejar level itu.

Di sisi kecerdasan buatan, MediaTek menyematkan NPU 850 yang disebut menawarkan performa dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya. Chip ini mendukung pengenalan suara di perangkat, speech-to-text, text-to-speech, ringkasan notifikasi, dan smart replies.

Belum ada kepastian apakah NPU tersebut mendukung Gemini Nano. MediaTek juga belum memberi konfirmasi soal hal itu.

Konektivitas dan target perangkat

Dimensity 7500 turut membawa modem Release 17 dengan kecepatan puncak 5,2Gbps. Di bagian konektivitas, chip ini juga mendukung Bluetooth 5.4, long-range Bluetooth hingga sekitar 1 km, dan Wi-Fi 6E.

Untuk multimedia, MediaTek menyebut dukungan perekaman video 4K HDR. Chip ini juga mendukung kamera 200MP 14-bit dan layar sekunder beresolusi lebih tinggi, yang bisa berguna untuk perangkat lipat.

Belum ada pengumuman resmi soal ponsel pertama yang akan memakai Dimensity 7500. Namun, riwayat lini ini menunjukkan sebagian perangkat berbasis chip tersebut bisa hadir di bawah $400.

Itulah yang membuat posisi Google ikut terasa sensitif. Saat chip ponsel budget mulai memakai inti CPU yang lebih baru daripada Tensor G5, pembicaraan soal daya saing silikon Google tidak lagi berhenti di kelas flagship.

Source: www.androidauthority.com
Berita Terbaru