iPhone Ultra Rp 45 Juta Bidik 10 Juta Unit, Samsung Justru Berpeluang Untung

Author: Redaksi Android62

Masuknya Apple ke pasar ponsel lipat berpotensi memberi keuntungan ganda bagi Samsung. Perusahaan Korea Selatan itu diperkirakan tetap bersaing lewat perangkatnya sendiri, sekaligus memasok panel OLED untuk iPhone lipat pertama Apple.

Perangkat yang ramai disebut iPhone Ultra tersebut dilaporkan membidik penjualan hingga 10 juta unit. Target ini menarik karena harga rata-ratanya diperkirakan mencapai 2.500 dollar AS atau sekitar Rp 45 juta.

Samsung Display secara luas diperkirakan menjadi pemasok layar OLED untuk perangkat lipat Apple. Dengan posisi itu, meningkatnya penjualan iPhone Ultra dapat memperbesar kebutuhan panel dari divisi display Samsung.

Hubungan sebagai pesaing dan pemasok bukan hal baru bagi Samsung dan Apple. Samsung telah lama memasok panel OLED untuk lini iPhone reguler.

Target Besar untuk Produk Lipat Pertama

Target penjualan iPhone Ultra disebut meningkat dari proyeksi awal sekitar 7 juta hingga 8 juta unit menjadi 10 juta unit. Angka tersebut tergolong ambisius untuk produk lipat pertama Apple.

Apple belum mengumumkan nama produk, harga resmi, konfigurasi penyimpanan, maupun jadwal peluncurannya. Namun, perangkat ini disebut berpotensi meluncur pada paruh kedua 2026.

Perkiraan Nilai Keterangan
Target penjualan 10 juta unit Naik dari estimasi awal 7-8 juta unit
Harga rata-rata 2.500 dollar AS Sekitar Rp 45 juta
Varian tertinggi 3.000 dollar AS Sekitar Rp 54 juta

Menurut prediksi IDC, varian dengan kapasitas penyimpanan tertinggi dapat dibanderol hingga 3.000 dollar AS atau sekitar Rp 54 juta. Posisi harga itu akan menempatkan perangkat tersebut jauh di atas lini iPhone reguler.

Harga jual di Indonesia juga berpotensi lebih tinggi daripada perkiraan global. Hal itu mengikuti pola penetapan harga produk Apple sebelumnya di pasar Indonesia.

Apple Diproyeksikan Langsung Menjadi Pemain Besar

Counterpoint Research memperkirakan pesanan panel ponsel lipat global mencapai sekitar 27,5 juta unit pada 2026. Jumlah tersebut diproyeksikan tumbuh sekitar 24 persen dibandingkan 2025.

Dari total kebutuhan panel itu, iPhone Ultra diperkirakan menyumbang pangsa sekitar 29 persen. Proyeksi tersebut menempatkan Apple di posisi kedua, dekat dengan Samsung yang diperkirakan memegang 31 persen.

Merek Perkiraan Pangsa Panel Lipat 2026 Posisi
Samsung 31 persen Pertama
Apple melalui iPhone Ultra 29 persen Kedua
Huawei 24 persen Ketiga

Huawei diproyeksikan berada di posisi ketiga dengan pangsa 24 persen. Peta tersebut menunjukkan Apple berpeluang segera mengambil porsi besar dalam pasar yang telah dibangun Samsung dan Huawei.

Samsung telah menjual ponsel lipat sejak 2019, sedangkan Huawei agresif memasarkan perangkat serupa di China. Popularitas model clamshell turut membuat kategori ponsel lipat berkembang lebih luas dibandingkan beberapa tahun lalu.

Ujian Ada pada Kesediaan Membayar

iPhone Ultra ditujukan bagi pengguna Apple yang tertarik pada desain lipat tanpa harus berpindah ke Android. Namun, permintaan riil akan sangat bergantung pada kesediaan konsumen membayar di rentang 2.500 hingga 3.000 dollar AS.

Laporan target 10 juta unit dan proyeksi harga ini dihimpun Kompas Tekno dari TechSpot. Kepastian mengenai nama akhir perangkat, kapasitas penyimpanan, serta harga di tiap negara masih menunggu pengumuman Apple.

Berita Terbaru