Land Rover Discovery kini hanya menyisakan mesin 6-silinder segaris turbodiesel D350 di lini produknya. Pilihan mesin bensin dan plug-in hybrid atau PHEV untuk model ini sudah tidak lagi diproduksi, sehingga arah penyederhanaan SUV keluarga tersebut makin terlihat jelas.
Kondisi itu membuat kehadiran Discovery Landmark terasa lebih penting dari sekadar varian baru. Edisi ini datang di tengah usia generasi terkini yang sudah mendekati satu dekade, dan banyak pengamat menilainya sebagai sinyal bahwa perjalanan Discovery generasi kelima berada di fase akhir.
Posisi Varian dan Detail Pembeda
Autocar melaporkan Discovery Landmark ditempatkan di antara varian S dan Tempest. Varian ini juga hadir dengan warna khusus Tasman Blue yang disebut terinspirasi dari Clearwater Blue pada Discovery generasi pertama.
Secara tampilan dan perlengkapan, Landmark masih banyak berbagi elemen dengan varian lain. Pembeda yang disorot ada pada panoramic sunroof dan kulkas di konsol tengah, dua detail yang memberi kesan lebih istimewa tanpa mengubah karakter dasarnya secara drastis.
| Varian | Posisi | Ciri Utama |
|---|---|---|
| S | Di bawah Landmark | Varian yang lebih dasar |
| Landmark | Di atas S, di bawah Tempest | Tasman Blue, panoramic sunroof, kulkas konsol tengah |
| Tempest | Di atas Landmark | Varian lebih tinggi |
Harga yang Menempatkannya di Kelas Atas
Discovery Landmark dibanderol 76.000 poundsterling, atau sekitar Rp1,823 miliar jika mengacu pada kurs saat ini. Harga tersebut menegaskan bahwa Landmark bukan trim untuk pembeli yang mencari model paling dasar.
Dengan posisi di atas S dan di bawah Tempest, varian ini tampak ditujukan untuk konsumen yang ingin merasakan Discovery dengan sentuhan berbeda, namun belum ingin masuk ke trim tertinggi. Strategi itu juga membuatnya tetap berada di jalur yang sejalan dengan karakter Discovery sebagai SUV keluarga besar.
Masa Depan Discovery Masih Tanda Tanya
Discovery disebut sebagai SUV dengan masa edar terlama di jajaran Land Rover, tetapi masa depannya belum sepenuhnya jelas. Pabrikan sudah mengonfirmasi kehadiran model lain seperti Range Rover Electric, Defender Sport, dan Velar terbaru.
Kombinasi usia model yang matang, pilihan mesin yang makin terbatas, serta nama Landmark yang punya sejarah sebagai penutup generasi sebelumnya membuat edisi ini terasa berbeda. Bagi pembaca yang mengikuti perkembangan Land Rover, kehadiran varian tersebut bukan hanya penambah pilihan, melainkan juga petunjuk bahwa Discovery sedang menuju babak baru.
Nama Landmark sendiri bukan hal asing bagi lini ini. Sebelumnya, nama tersebut juga dipakai untuk edisi penutup pada generasi kedua hingga keempat, sehingga kemunculannya kali ini memunculkan dugaan bahwa pola yang sama kembali diulang.
Dalam konteks itu, Discovery Landmark menjadi semacam penanda yang menyatukan banyak petunjuk sekaligus. Di satu sisi ada penyederhanaan mesin, di sisi lain ada sejarah nama edisi yang kerap dipakai menjelang perubahan generasi.
