Discus Tak Menjual Kenyamanan, Once Mekel Soroti Petualangan Musik yang Ekstrem

Once Mekel menilai Discus menawarkan sesuatu yang jarang ditemui dalam musik populer, yakni keberanian membawa pendengar keluar dari wilayah bunyi yang nyaman. Menurutnya, band progressive rock ini menjadikan perubahan suasana dan struktur komposisi sebagai inti dari petualangan musikalnya.

Pandangan tersebut disampaikan Once dalam peluncuran ulang album Live in Switzerland 2005 dalam format CD. Album konser Discus itu dirilis oleh label independen demajors pada Jumat, 17 Juli 2026.

“Yang ditawarkan progresif musik itu sesuatu yang melompat jauh ke depan, bukan sesuatu yang memang nyaman saja. Mereka nggak menjual kenyamanan, tapi mereka menjual petualangan,” ujar Once.

Ia memandang perjalanan musik Discus bergerak bebas dari suasana gelap menuju terang, lalu berubah lagi ke arah yang tidak mudah ditebak. Pola eksplorasi itu, menurut Once, dapat memberi inspirasi bukan hanya bagi musisi, tetapi juga bagi orang di luar dunia musik.

Campuran Bunyi yang Tidak Konvensional

Karakter Discus muncul dari perpaduan sejumlah pengaruh yang tidak ditempatkan secara terpisah. Unsur metal, rock, jazz, dan pengaruh musik klasik dilebur dalam aransemen yang tetap memiliki identitas khas.

Once telah mengikuti perjalanan Discus sejak pertengahan 1990-an dan melihat konsistensi band tersebut dalam meramu beragam elemen. Ia menyebut perpindahan dari bagian bernuansa jazz ke permainan double pedal sebagai salah satu kejutan yang membuat komposisi Discus berbeda.

“Discus itu sebenarnya campuran dari macam-macam, ada metalnya, ada rock, ada jazz di situ, ada classical influence juga. Campurannya macam-macam lah,” kata Once kepada Medcom.id.

Pencampuran genre itu membuat karya Discus tidak mudah ditempatkan hanya dalam satu kategori musik. Bagi pendengar, komposisi mereka menawarkan perpindahan notasi dan atmosfer yang terus berubah sepanjang lagu.

Jejak Internasional Discus

Rilisan ulang Live in Switzerland 2005 menghidupkan kembali dokumentasi penampilan Discus sebagai penampil utama di ProgSol Festival, Swiss. Rekaman tersebut menjadi penanda perjalanan internasional grup yang didirikan musisi Iwan Hasan pada 1996.

PeristiwaTahunKeterangan
Pendirian Discus1996Didirikan oleh Iwan Hasan
Album 1st1999Dirilis Mellow Records dari Italia
Live in Switzerland 20052005Dokumentasi penampilan di ProgSol Festival, Swiss

Album debut 1st yang dirilis Mellow Records pada 1999 mendapat perhatian dari komunitas progressive rock dunia. Expose dari Amerika Serikat menobatkannya sebagai salah satu album progressive terbaik dunia, sedangkan Prog-Resiste dari Belgia memasukkannya ke daftar lima album progressive rock terbaik dunia pada akhir 1999.

Di Indonesia, mendiang pengamat musik Denny Sakrie memasukkan 1st ke dalam catatannya sebagai salah satu album jazz paling penting sepanjang sejarah musik Indonesia di Rolling Stone Indonesia. Pengakuan dari ranah progressive rock dan jazz itu memperlihatkan luasnya spektrum musik Discus.

Harapan untuk Pendengar Muda

Once berharap generasi muda memberi ruang untuk mendengarkan kembali karya Discus. Menurutnya, referensi dari musisi terdahulu dapat memperkaya cara pendengar muda memandang kemungkinan dalam bermusik.

Ia juga menyambut penerbitan kembali album fisik oleh demajors sebagai langkah menjaga aset sejarah musik Indonesia. Bagi Once, band seperti Discus tetap penting karena menempatkan keberanian artistik di tengah kebutuhan komersial industri musik.

Source: www.medcom.id
Berita Terkait