13 Mahasiswa Dapat Beasiswa SingCham, Magang Jadi Jalan Menuju Dunia Kerja

SingCham Uplifting Scholarship 2026 memberi 13 mahasiswa Indonesia dukungan yang melampaui bantuan pendidikan. Selain masing-masing menerima Rp4 juta, para penerima mendapat akses magang dan bimbingan dari pemimpin bisnis Singapura.

Skema tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk membangun pengalaman profesional sebelum lulus. Tiga penerima program pada tahun sebelumnya bahkan telah bekerja di salah satu perusahaan sponsor beasiswa.

Penyerahan beasiswa berlangsung dalam SingCham Uplifting Summit 2026 pada Kamis, 17 Juli 2026. Program ini merupakan pelaksanaan tahun kedua oleh Singapore Chamber of Commerce Indonesia atau SingCham Indonesia.

Ketua SingCham Indonesia, Shoeb Kagda, menilai bantuan pendidikan seharusnya tidak berhenti pada kebutuhan finansial mahasiswa. Ia menempatkan magang dan pendampingan sebagai jalur untuk memperluas kesiapan penerima menghadapi dunia kerja.

“Beasiswa ini bertujuan untuk memberikan mereka kesempatan karena bukan hanya bantuan finansial, beasiswa ini juga mencakup magang dan bimbingan dari para pemimpin bisnis Singapura,” kata Shoeb. Ia berharap penerima yang mengikuti magang dapat memperoleh peluang kerja setelah menyelesaikan pendidikan.

Seleksi Tidak Hanya Menilai Akademik

Seleksi SingCham Uplifting Scholarship 2026 tidak hanya berfokus pada capaian akademik. Pelamar juga harus menulis esai dan studi kasus mengenai upaya memperbaiki komunitas di lingkungan mereka.

Menurut Shoeb, peserta tidak dituntut menyampaikan gagasan dalam skala besar. Panitia lebih menilai kemampuan mereka mengenali persoalan sekitar serta menyusun solusi yang realistis.

Studi kasus peserta dievaluasi sebelum mereka mengikuti tahap wawancara. Kemampuan berkomunikasi dan cara peserta menampilkan diri menjadi bagian dari penilaian pada tahap tersebut.

Panitia turut mempertimbangkan kondisi rumah, situasi sosial-ekonomi, dan tantangan yang dihadapi peserta selama kuliah. Komitmen belajar, visi setelah lulus, serta kemampuan menyusun proyek menarik juga masuk dalam pertimbangan.

Penerima dari Berbagai Bidang Studi

Para penerima berasal dari kampus dan disiplin ilmu yang beragam, dari bioteknologi hingga pendidikan bisnis. Keragaman ini mencerminkan penekanan program terhadap gagasan, komunikasi, dan kontribusi bagi komunitas.

No.NamaKampus dan Program StudiSemester
1Leandro Ravaeli3L University, S1 Bioteknologi8
2Fizal Dwi MulyonoPoliteknik Negeri Bandung, Diploma Teknik Kimia6
3Alya Zahra SabiraUPN “Veteran” Jakarta, S1 Hubungan Internasional6
4Anisa NurhasanahUniversitas Padjadjaran, S1 Hubungan Internasional8
5Rafi Ardana PramuditoUPN “Veteran” Jakarta, S1 Hubungan Internasional6
6Cresenshia Hillary BenidaBINUS University, Diploma Data Science6
7Naira Malica PutrifinInstitut Teknologi Bandung, S1 Desain Industri6
8Darryl Sandrina Faisal PutriInstitut Teknologi Bandung, S1 Manajemen8
9Fidhalina MahfizhahUIN Syarif Hidayatullah Jakarta, S1 Kimia8
10Nahwa Fitri NabilaUIN Syarif Hidayatullah Jakarta, S1 Ilmu Hukum6
11Elvina FidelaInstitut Teknologi Bandung, S1 Rekayasa Pangan8
12Hanif Al Ghiffari YusufUniversitas Pendidikan Indonesia, S1 Pendidikan Bisnis6
13Omike ArmaIPMI International Business School, S1 Administrasi Bisnis6

Gagasan Penerima dan Pesan untuk Mahasiswa

Nahwa Fitri Nabila memandang proses seleksi sebagai ruang untuk belajar, berefleksi, dan bertumbuh, bukan sekadar kompetisi. Ia menilai pembelajaran juga menuntut kemampuan mendengarkan, berkolaborasi, serta terbuka terhadap sudut pandang berbeda.

Hanif Al Ghiffari Yusuf menyebut seleksi tersebut sebagai proses beasiswa panjang pertama yang diikutinya hingga selesai. Ia menghadapi studi kasus serta pembuatan video berbahasa Inggris dalam tahapan seleksi.

Dalam studi kasusnya, Hanif mengusulkan gagasan pelatihan guru atau Teacher of Trainers. Ia membayangkan guru yang mengikuti program di Singapura dapat membawa pengetahuan untuk diterapkan di Indonesia, terutama bagi pendidikan SMK.

Duta Besar Singapura untuk Indonesia Kwok Fook Seng menekankan pentingnya keterampilan mandiri di tengah perubahan akibat inovasi manusia dan teknologi. Ia juga mendorong mahasiswa untuk menerima keberagaman pandangan serta pendekatan dalam mencari solusi atas persoalan baru.

Kwok menyebut jumlah pemuda Indonesia mencapai 88 juta jiwa atau 31 persen dari populasi. Menurutnya, investasi pada generasi muda menjadi investasi bagi masa depan Indonesia dan bagian penting dari kerja sama Indonesia-Singapura.

Berita Terkait