Diskon Besar Snapdragon Bisa Goyahkan Rencana Exynos 2nm Samsung di Galaxy Premium

Persaingan di ponsel Galaxy premium kini tampak mulai bergeser dari adu performa ke adu harga. Qualcomm disebut sedang menyiapkan langkah agresif untuk mempertahankan posisi Snapdragon, terutama setelah Exynos 2nm generasi baru Samsung mulai dipandang sebagai ancaman yang lebih serius.

Langkah yang dibicarakan bukan sekadar soal spesifikasi chip. Samsung juga dinilai membawa tekanan baru lewat kombinasi biaya produksi, volume pasokan, dan ambisi memperluas penggunaan Exynos ke lebih banyak model Galaxy.

Snapdragon disiapkan lebih murah

Salah satu strategi yang dikaitkan dengan Qualcomm adalah pemotongan harga besar untuk chip yang dipakai di perangkat Galaxy. Besaran diskon yang beredar mencapai 16% untuk chip “Snapdragon for Galaxy”.

Jika angka itu benar, biaya akuisisi chip flagship Qualcomm untuk Samsung disebut bisa sekitar 12% lebih murah dibandingkan Exynos 2700 yang sedang disiapkan Samsung. Selisih seperti ini menjadi penting karena biaya manufaktur chip mutakhir terus naik.

Kondisi pasokan chip yang masih ketat juga ikut menekan Samsung. Dalam situasi seperti itu, harga menjadi senjata yang sangat menentukan agar biaya komponen tidak semakin membengkak.

Exynos 2nm membuat peta persaingan berubah

Tekanan terhadap Qualcomm datang saat Samsung mendorong proses 2nm generasi berikutnya. Samsung sebelumnya disebut sudah lebih dulu menembus batas 2nm pada tahun lalu, sementara TSMC kini mendekati proses 2nm N2 dan Samsung menyiapkan SF2P+.

Pergerakan ini membuat persaingan tidak lagi hanya soal chip yang lebih kencang. Skala produksi dan kemampuan memasok dalam jumlah besar ikut menjadi faktor yang sama pentingnya.

Bagi Qualcomm, risiko terbesar muncul jika Exynos berbasis 2nm generasi kedua Samsung benar-benar dipakai dalam volume besar di lini Galaxy. Dalam skenario itu, posisi Snapdragon di ponsel premium Samsung bisa terdesak.

Dampaknya ke strategi Samsung dan Qualcomm

Jika Samsung memperluas porsi Exynos di lebih banyak perangkat, Qualcomm berpotensi kehilangan pengiriman chip dalam jumlah signifikan. Dampaknya tidak hanya terasa pada posisi Snapdragon di Galaxy premium, tetapi juga pada pendapatan Qualcomm.

Karena itu, Qualcomm disebut tidak hanya mengandalkan harga. Ada pula opsi memperdalam kemitraan dengan Samsung agar hubungan kedua perusahaan tetap saling menguntungkan.

Laporan sebelumnya juga menyebut Qualcomm bisa kembali memakai foundry Samsung untuk Snapdragon 8 Elite Gen 6. Jika skenario ini terjadi, Samsung akan berperan sekaligus sebagai pemasok chip dan mitra manufaktur.

Posisi Galaxy S27 bisa ikut terdampak

Samsung sebelumnya disebut berencana memakai Exynos 2700 untuk varian dasar seri Galaxy S27. Pola semacam ini juga disebut telah disiapkan untuk Galaxy S26 dan S26+.

Namun, rencana itu bisa berubah bila Qualcomm benar-benar menawarkan harga yang lebih rendah. Dengan Snapdragon yang lebih murah, Samsung berpeluang memperluas pemakaian chip Qualcomm melampaui model Ultra.

Spekulasi soal Galaxy S27 Ultra yang memakai Snapdragon 8 Elite Gen 6 sudah lebih dulu beredar. Karena itu, pertarungan yang paling menarik justru ada di model non-Ultra, wilayah yang selama ini menjadi ruang utama bagi Exynos.

Pada akhirnya, strategi Qualcomm tampak diarahkan untuk menahan Exynos 2700 sebelum chip itu mendapat skala distribusi besar. Sampai ada kepastian resmi, arah kerja sama dan persaingan keduanya masih bergantung pada finalisasi perjanjian pasokan komponen.

Source: gadgets.beebom.com
Berita Terkait