Diskon STRC Makin Dalam, Kritik Garlinghouse pada Strategi Bitcoin Saylor Menguat

Diskon besar pada STRC milik Strategy kini menjadi pusat kritik terhadap model pembiayaan Bitcoin yang dibangun Michael Saylor. Instrumen preferred stock itu diperdagangkan sekitar 26% di bawah nilai par, atau sekitar $74 saat dirancang mendekati $100.

Kondisi tersebut membuat Brad Garlinghouse menilai struktur yang menopang eksposur Bitcoin itu jauh dari gambaran aset stabil. Dalam penampilannya di CNBC’s Squawk on the Street, CEO Ripple itu tetap menyatakan sikap bullish terhadap Bitcoin, tetapi menolak pendekatan leverage yang dipakai Strategy.

Tekanan neraca Strategy makin terlihat

Garlinghouse menyorot bahwa masalah utama bukan Bitcoin sebagai aset, melainkan struktur keuangan yang dipakai untuk mengarahkan investor ke aset tersebut. Ia menilai leverage bisa memperbesar keuntungan saat harga naik, namun juga memperparah kerugian ketika pasar berbalik arah.

Tekanan itu terlihat jelas pada posisi Strategy sendiri. Perusahaan tersebut memegang lebih dari 843.000 BTC dengan harga akuisisi rata-rata sekitar $75.646 per koin, sementara Bitcoin bergerak di kisaran $59.000 hingga $60.000.

Selisih itu membuat Strategy menanggung lebih dari $13 miliar kerugian belum terealisasi pada aset utamanya. Pada saat yang sama, kewajiban dividen tahunan atas berbagai kelas saham preferred telah naik menjadi sekitar $1,2 miliar.

IndikatorDataKeterangan
Kepemilikan Bitcoin StrategyLebih dari 843.000 BTCRata-rata akuisisi sekitar $75.646 per koin
Harga Bitcoin Saat Ini$59.000 hingga $60.000Berada di bawah harga beli rata-rata Strategy
Kerugian Belum TerealisasiLebih dari $13 miliarTerhadap aset utama yang dimiliki
Kewajiban Dividen TahunanSekitar $1,2 miliarUntuk berbagai kelas saham preferred

STRC dan tanda kepercayaan pasar yang menurun

STRC, atau Variable Rate Series A Perpetual Stretch Preferred Stock, membawa dividen tahunan 11,5% dan dirancang agar diperdagangkan dekat $100. Namun, diskon sekitar 25% hingga 29% di bawah par menunjukkan pasar tidak sedang memandang instrumen itu sebagai aset yang aman.

Menurut penilaian pasar, diskon setajam itu mencerminkan keraguan atas kemampuan Strategy mempertahankan pembayaran dividen. Jika sebuah preferred stock diperdagangkan di par, pasar biasanya melihat arus dividennya lebih aman dan syarat instrumennya lebih dapat dipenuhi.

Karena itu, harga STRC yang jauh di bawah par dibaca sebagai sinyal bahwa imbal hasil 11,5% itu dinilai berisiko tidak dibayar penuh. Pasar juga tampak menuntut kondisi yang lebih kuat, terutama harga Bitcoin yang lebih tinggi, sebelum instrumen itu dinilai lebih aman.

Garlinghouse menyebut jarak STRC dari nilai par sebagai “a pretty damning indictment.” Ia juga menilai instrumen tersebut tidak mencerminkan gambaran seperti rekening tabungan tanpa stres atau volatilitas.

Schiff ikut memperkeras kritik

Kritik terhadap pendekatan Saylor tidak berhenti pada Garlinghouse. Peter Schiff juga menuduh Saylor membuat pernyataan yang melewati batas promosi dan berpotensi menyesatkan secara material.

Schiff menyorot klaim Saylor yang menyebut instrumen kredit digital buatan Strategy sebagai “a bank account with no stress and no volatility that pays 10%.” Ia membalas bahwa pernyataan itu “materially false and misleading.”

Ia juga mengatakan STRC turun 18% dalam sepekan dan sempat diperdagangkan serendah 28,75% di bawah par. Dalam unggahannya pekan ini, nada yang dipakai Schiff mencerminkan bahasa yang lazim muncul dalam perdebatan tentang pengungkapan kepada investor dan aturan sekuritas.

Penjualan Bitcoin pertama dalam beberapa tahun

Tanda tekanan lain datang dari keputusan Strategy menjual 32 BTC pada Mei. Itu menjadi penjualan Bitcoin pertama perusahaan dalam beberapa tahun dan dilakukan khusus untuk membayar dividen STRC.

Langkah tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa beban dividen dan penyempitan jendela cakupan mulai menekan kemampuan perusahaan menjaga struktur pembiayaan yang dibangun di sekitar Bitcoin. Dari lebih dari tujuh tahun pada awal 2026, jendela cakupan dividen kini menyusut menjadi sekitar 14 bulan.

Saylor sendiri menolak kritik tersebut dan membalas dengan nada menantang. Ia menulis bahwa “digital credit is income for investors who believe in Bitcoin” dan menyebut penurunan tajam pasar sebagai ujian keyakinan, bukan alasan untuk mengubah pendekatan.

Di tengah turunnya STRC dan membesarnya kerugian belum terealisasi pada Bitcoin, debat mengenai strategi Strategy kini tidak lagi hanya soal harga aset kripto. Persoalan utamanya bergeser ke seberapa lama model berbasis leverage itu masih bisa menahan tekanan pasar dan memenuhi kewajiban dividen yang terus membesar.

Berita Terkait