Kasus yang menimpa seorang insinyur Google kini menjadi sorotan besar karena menyentuh titik sensitif pasar prediksi: dugaan penggunaan informasi internal untuk meraih untung dari taruhan bernilai jutaan dolar. Dalam perkara ini, pemerintah Amerika Serikat menuduh Michele Spagnuolo, staf software engineer di Google yang memakai alias “AlphaRaccoon,” menempatkan sekitar $2.75 juta di Polymarket dan memperoleh sekitar $1.2 juta dari kontrak terkait Google.
Jaksa federal menyebut aktivitas itu berlangsung dari 15 October hingga 4 December tahun lalu. Mereka juga menilai dugaan tersebut bukan sekadar pelanggaran etika, melainkan perkara pidana yang melibatkan commodities fraud, wire fraud, dan money laundering.
Akses internal jadi pusat tuduhan
Berkas pidana menyebut Spagnuolo memiliki akses ke alat perangkat lunak internal Google. Melalui akses itu, ia diduga dapat melihat “confidential, nonpublic Year in Search data” yang tidak tersedia untuk publik.
Dokumen yang sama juga mencatat adanya banner “Google Confidential” pada sistem yang diaksesnya. Dari sinilah jaksa berpendapat ada dasar kuat bahwa informasi internal dipakai untuk mendukung taruhan di Polymarket.
Di jalur hukum yang berbeda, Commodity Futures Trading Commission juga mengajukan gugatan perdata. CFTC menuduh Spagnuolo melanggar Commodity Exchange Act dan meminta restitusi, disgorgement, denda perdata, larangan perdagangan dan registrasi, serta injunction permanen.
Respons Google dan Polymarket
Google mengatakan kepada Decrypt bahwa Spagnuolo mengakses materi pemasaran melalui alat yang tersedia bagi seluruh karyawan. Namun perusahaan juga menyebut pemakaian informasi rahasia untuk memasang taruhan sebagai pelanggaran serius terhadap kebijakan internal.
Perusahaan itu mengatakan Spagnuolo telah ditempatkan cuti sementara sambil menimbang tindakan selanjutnya. Sikap tersebut memperlihatkan bahwa kasus ini tidak hanya menjadi urusan pengadilan, tetapi juga persoalan kepatuhan di dalam perusahaan.
Polymarket ikut memberi tanggapan saat sorotan publik meningkat. Platform itu menegaskan bahwa perdagangan di blockchain bersifat transparan, dapat dilacak, dan pelaku buruk meninggalkan jejak.
Dampak ke pengawasan pasar prediksi
Kasus ini menambah tekanan pada pengawasan pasar prediksi yang selama ini dipandang lebih terbuka dibanding pasar tradisional. Secara umum, prediction markets memperbolehkan pengguna bertaruh pada hasil peristiwa masa depan, sehingga harga kontrak bergerak mengikuti aktivitas beli-jual para trader.
Masalah muncul ketika seseorang memiliki informasi nonpublik. Jika informasi seperti itu dipakai untuk berdagang, keunggulan yang muncul bisa besar dan berpotensi mengganggu integritas pasar.
Tre Upshaw, pendiri Polysights, melihat perkara ini justru bisa menjadi momen penting bagi pasar prediksi. Menurut dia, kasus tersebut menunjukkan bahwa aktivitas insider dapat diidentifikasi dan dituntut, baik di pasar event yang teregulasi maupun di prediction market on-chain.
Upshaw juga menilai pseudonymity membuat penegakan hukum lebih sulit. Tetapi, menurut dia, hal itu tidak berarti trader benar-benar tak terlihat, sehingga platform perlu memperkuat pengawasan dan kontrol risiko insider.
Bukan kasus pertama yang disorot
Spagnuolo disebut sebagai penuntutan federal kedua yang terkait dugaan insider trading di prediction market. Pada akhir bulan lalu, seorang tentara AS juga menyatakan tidak bersalah atas tuduhan memakai informasi militer rahasia untuk keuntungan dari taruhan Polymarket yang berkaitan dengan penangkapan Nicolás Maduro.
Rangkaian kasus itu ikut mendorong perubahan sikap dari platform dan pemerintah negara bagian. Polymarket telah memperbarui aturan perilaku terlarang, sementara Kalshi mulai memeriksa atlet dan politisi setelah muncul pertanyaan dari anggota legislatif soal pasar yang terkait tindakan pemerintah dan hasil yang sudah diketahui sebelumnya.
Di tingkat negara bagian, New York, California, dan Illinois juga bergerak membatasi pegawai publik agar tidak menggunakan informasi nonpublik untuk berdagang di prediction market. Para pejabat di negara bagian tersebut menilai standar dari regulator federal belum cukup jelas untuk sektor ini.
Di tengah perdebatan itu, Presiden Donald Trump mendukung pengawasan CFTC atas prediction markets dan menyatakan pejabat negara bagian tidak semestinya menetapkan aturan untuk sektor tersebut. Kasus yang melibatkan karyawan Google kini menjadi tambahan tekanan agar aturan dan pengawasan di pasar prediksi dibuat lebih tegas.







