DJI Avata 360 Membuka Shot yang Sulit Dijangkau, dan Bukan Sekadar Drone Baru

Author: Redaksi Android62

DJI Avata 360 tampil sebagai salah satu drone panoramik paling mampu di kelasnya saat ini. Perangkat ini memadukan platform Avata dengan sistem kamera 360 derajat 8K, lalu memberi ruang reframing yang luas sehingga satu perekaman bisa diolah ulang menjadi banyak sudut pandang.

Kombinasi itu membuatnya terasa lebih dari sekadar drone unik. Dalam praktiknya, Avata 360 menawarkan cara kerja yang bisa membuka shot yang sebelumnya sulit, bahkan mustahil dilakukan dengan perangkat lain.

Rekaman 8K yang memberi kebebasan di meja edit

Daya tarik utama Avata 360 ada pada kemampuan merekam satu adegan secara utuh dalam 8K dan warna 10-bit. Hasilnya bukan hanya bahan mentah yang luas untuk dipotong ulang, tetapi juga ruang kreatif yang memudahkan pengguna menentukan ulang arah kamera setelah terbang.

Drone ini memakai dua sensor gambar 64 MP dan mendukung perekaman 8K pada 48, 50, atau 60 fps. Internal storage 42 GB juga sudah tersedia, walau kapasitas itu bisa cepat penuh bagi pengguna baru.

Dalam hasil akhirnya, video 360 tidak selalu setajam ekspektasi awal. Rekaman 8K pada perangkat ini lebih berfungsi sebagai ruang kerja 8K, sementara output bersih yang paling sering dipakai justru berada di kisaran 4K, atau bahkan 1080p hingga 2K setelah crop.

Shot yang fleksibel, tetapi ada batas teknis

Kelebihan lain Avata 360 adalah footage yang dipangkas tetap terlihat tajam dan layak untuk media sosial maupun YouTube. Namun stitching bisa terlihat jelas jika subjek terlalu dekat, saat pemakaian di dalam ruangan, atau ketika ada gerakan cepat dan lens flare.

Perubahan cara pandang ini memang tidak langsung terasa intuitif pada penggunaan awal. Setelah beberapa kali dipakai, pendekatan panorama justru membantu pengguna menemukan komposisi yang sebelumnya sulit dibayangkan saat mengoperasikan drone biasa.

Lebih aman, tetapi tidak seagresif Avata 2

Secara fisik, bentuk dasar Avata 360 masih mengikuti kerangka cinewhoop. Karakternya juga lebih jinak daripada Avata 2, karena kecepatan puncaknya turun menjadi 18 meter per detik dari 27 meter per detik.

Mode manual penuh juga diganti dengan Easy Acro Mode, yang memakai kamera 360 untuk mensimulasikan trik FPV. Perubahan ini mengurangi kesan liar, tetapi memberi manfaat praktis bagi pemula maupun pilot berpengalaman.

Operator baru bisa mengejar shot yang kompleks dengan risiko lebih kecil, sementara pilot berpengalaman dapat bekerja lebih efisien berkat automasi dan simulasi gerakan.

Sistem keamanan yang terasa sangat membantu

Di mode Normal dan Cine, drone ini memakai sistem visi omnidirectional, LiDAR menghadap ke depan, serta sensor inframerah di bagian bawah. Sistem tersebut memberi peringatan visual dan audio, lalu menghentikan drone otomatis ketika terlalu dekat dengan rintangan.

Stabilitasnya juga kuat saat angin bertiup kencang. Saat diuji dekat tanah dalam angin sekitar 20 km/jam, drone masih tetap bisa dikendalikan meski rotor terdengar bekerja keras.

Struktur plastiknya pun cukup tangguh untuk benturan ringan. Setelah beberapa kali tergelincir saat terbang sport mode, bodi dan baling-baling asli tetap utuh.

Pilihan kontrolnya dibuat fleksibel

DJI menawarkan Avata 360 dengan beberapa opsi kontrol. Paket FPV Fly More Combo berisi tiga baterai, landing pad, Goggles N3, dan RC Motion 3 Controller, serta dikemas dalam sling bag berkualitas tinggi lengkap dengan lensa cadangan dan prop ekstra.

Ada pula Fly More Combo lain yang mengganti kontrol FPV dengan RC 2 remote. Ini menjadi Avata pertama yang mendukung RC 2, dan banyak dipilih karena joystick serta tombol bahunya membuat pengendalian lebih mudah.

RC 2 juga membuka fitur automasi yang lebih canggih, termasuk subject tracking dan gerakan kamera otomatis. Untuk pemula, perangkat ini memiliki simulator bawaan yang membantu mempelajari dasar terbang dan fitur khusus drone.

Baterai, transmisi, dan harga

Baterai Intelligent Flight 2700 mAh diklaim sanggup terbang hingga 23 menit. Dalam pemakaian nyata, durasi 15–18 menit lebih umum saat terbang pelan dalam kondisi tanpa angin, sedangkan di mode sport waktu pakainya lebih singkat.

Drone ini memiliki jangkauan operasi hingga 10 kilometer, dengan transmisi O4+ yang mengirim sinyal video bersih ke controller bahkan di luar garis pandang. Bobotnya 455 gram, sehingga pengguna perlu memperhatikan aturan lisensi terbang.

Untuk harga, RC 2 Fly More Combo dibanderol $979. Paket itu disebut $600 lebih murah dibanding paket dasar AntiGravity A1, meski drone lawan memiliki kamera beresolusi lebih rendah dan tidak bisa terbang mundur.

Software masih menuntut penyesuaian

Semua footage 360 harus ditranskode lewat DJI Studio sebelum dipakai di software editing lain. Aplikasi ini tersedia di ponsel, PC, dan Mac, tetapi fiturnya tidak sepenuhnya sama di semua platform.

Versi PC tidak memiliki subject-tracking dan belum mendukung ekspor still image di luar timeline. Meski begitu, repositioning kamera dasar dan grading D-Log M berjalan cukup baik, dan warna 10-bit tetap bisa dipertahankan saat ekspor.

Di tengah minimnya pesaing, Avata 360 muncul sebagai drone panoramik yang sangat kuat untuk dipakai serius. Kombinasi fitur, fleksibilitas kontrol, dan harga membuatnya menonjol di pasar yang masih sangat baru.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru