Skema Ritual Kutukan di Texas Terbongkar, Korban Disuruh Kirim Emas Batangan

Author: Redaksi Android62

Seorang perempuan Texas dan pasangannya didakwa setelah diduga menguras sedikitnya $2,5 juta dari sejumlah korban melalui skema penipuan yang dibalut ritual “psychic” dan pembersihan kutukan. Salah satu korban di Washington dilaporkan mengirim lebih dari $2 juta untuk “cleansing” yang dijanjikan bisa menghapus nasib buruk.

Departemen Kehakiman AS untuk Distrik Barat Washington menyebut Bridgette Doreen Evans, 47, yang juga memakai nama Jolene Travis, bersama Vinnie John Uwanawich, 44, dari Frisco, Texas, menghadapi tuduhan konspirasi wire dan mail fraud, empat dakwaan wire fraud, serta empat dakwaan mail fraud. Jaksa menilai keduanya memanfaatkan kondisi emosional para korban saat penilaian mereka sedang lemah.

Memancing korban lewat iklan dan nama palsu

Menurut Departemen Kehakiman, Evans menggunakan nama palsu Jolene Travis untuk memasang iklan layanan “psychic” di media sosial. Iklan itu dirancang untuk menjaring orang-orang yang sedang menghadapi masalah pribadi, termasuk perceraian, kematian orang terdekat, atau rasa kesepian yang berat.

Setelah korban terhubung, Evans diduga mengaku bisa memperbaiki nasib lewat pembacaan dan ritual. Ia lalu disebut mengalihkan pembicaraan ke urusan keuangan dan mengatakan kutukan itu berkaitan dengan uang milik korban.

Korban kemudian diminta menyerahkan rincian aset secara lengkap. Setelah itu, mereka diberi tahu bahwa satu-satunya cara menghilangkan kutukan adalah melikuidasi aset tersebut dan mengirim uang dalam bentuk koin emas atau uang tunai agar bisa “dibersihkan”.

Uang korban bergerak lewat rekening dan penjualan emas

Jaksa menyatakan Evans dan Uwanawich diduga mencuri setidaknya $2,5 juta dari sedikitnya tiga korban antara April 2021 dan July 2024. Selain korban di Washington, ada korban lain yang disebut mengirim $86,000.

Korban ketiga dilaporkan kehilangan lebih dari $258,000 setelah Evans diduga membujuknya mengambil pinjaman untuk membeli Corvette miliknya dan memberi akses ke kartu kredit. Dalam dugaan skema itu, Evans juga disebut hanya mengembalikan jumlah kecil agar kepercayaan korban tetap terjaga.

Uwanawich diduga mengelola dana yang masuk melalui rekening bank, menjual koin emas, lalu memindahkan dan membelanjakan uang para korban. Jaksa juga menyebut sebagian skema berjalan lewat rekan konspirator saat Evans dipenjara di Florida.

Riwayat lama dan target korban yang rentan

Departemen Kehakiman mengatakan Evans memakai nama palsu karena sebelumnya pernah dihukum dalam kasus psychic fraud di Florida dan Texas. Fakta itu ikut memperkuat dugaan bahwa identitas baru digunakan untuk melanjutkan pola penipuan yang sama.

First Assistant U.S. Attorney Charles Neil Floyd menyebut pasangan itu masuk ke kehidupan para korban saat penilaian mereka kabur oleh kehilangan emosional dan rasa putus asa. Ia mengatakan Evans memangsa kebutuhan mereka dengan meyakinkan korban bahwa ia bisa menghapus kutukan dan membantu menemukan cinta.

Pola ini sejalan dengan banyak confidence scam yang menargetkan orang rentan, terutama mereka yang sedang berduka, kesepian, atau menghadapi masalah kesehatan. Dalam banyak kasus serupa, pelaku membangun kepercayaan terlebih dahulu, lalu memanfaatkannya untuk mengambil keuntungan.

Para ahli juga menilai permintaan agar korban merahasiakan situasi sebagai tanda bahaya besar. Pelaku kerap meminta hubungan dijaga tetap rahasia atau menakut-nakuti korban agar tidak bercerita kepada siapa pun.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru