DJI Lito X1 dan Lito 1 Resmi Dijual di Indonesia, Bawa LiDAR dan Anti-Tabrakan

Dengan bobot sekitar 249 gram, DJI Lito X1 dan Lito 1 hadir sebagai drone yang ringkas untuk dibawa bepergian, tetapi tetap dibekali fitur yang menitikberatkan pada keamanan terbang. Keduanya resmi masuk pasar Indonesia dan sudah tersedia melalui mitra penjualan resmi DJI.

Daya tarik paling besar dari seri ini ada pada sistem Omnidirectional Obstacle Sensing yang mampu mendeteksi hambatan dari berbagai arah. Fitur ini membantu drone menghindari obyek seperti dinding atau tebing secara otomatis saat terbang, sehingga proses perekaman terasa lebih aman dan praktis.

Untuk model Lito X1, DJI menambahkan sensor LiDAR di bagian depan. Sensor ini diklaim meningkatkan akurasi deteksi dan navigasi, terutama ketika drone digunakan di area yang lebih menantang.

Peningkatan itu membuat Lito X1 cocok diposisikan sebagai model yang lebih tinggi di keluarga Lito. Selain fokus pada keamanan penerbangan, drone ini juga membawa kemampuan kamera yang lebih mumpuni dibanding Lito 1.

Perbedaan kamera di dua model

Lito X1 memakai sensor 1/1.3 inci CMOS dengan resolusi efektif 48 MP dan aperture f/1.7. Untuk video, drone ini mendukung perekaman HDR dengan dynamic range hingga 14 stop dan juga dibekali profil warna 10-bit D-Log M.

Lito 1 mengusung sensor 1/2 inci CMOS 48 MP dengan aperture f/1.8. Drone ini mendukung perekaman video hingga resolusi 4K dan pengambilan foto beresolusi tinggi, sementara DJI menyebutnya juga dapat menghasilkan gambar hingga 8K untuk kebutuhan tertentu seperti cropping.

Meski berbeda kelas, keduanya tetap ditujukan untuk menghasilkan gambar yang tajam dalam kondisi terang maupun minim cahaya. Dengan begitu, pengguna bisa memilih model sesuai kebutuhan perekaman tanpa kehilangan fokus pada kualitas visual.

Fitur bantu pengambilan gambar

DJI juga menyematkan ActiveTrack pada seri Lito. Fitur ini memungkinkan drone mengikuti subjek bergerak dengan kecepatan hingga 12 m/s.

Selain itu, tersedia mode otomatis seperti QuickShots, MasterShots, Hyperlapse, dan Panorama. Kehadiran mode-mode tersebut memudahkan pembuatan video dengan gerakan kamera yang kompleks tanpa menuntut keterampilan teknis tinggi.

Untuk penggunaan di luar ruang, DJI menyebut seri Lito memiliki ketahanan angin hingga 10,7 m/s. Dukungan ini membantu menjaga rekaman tetap stabil saat kondisi berangin.

Dari sisi daya tahan, kedua drone diklaim mampu terbang hingga 36 menit dalam satu kali pengisian baterai standar. Kombinasi durasi terbang yang cukup panjang dan bodi yang ringan membuat keduanya tetap praktis untuk dibawa ke berbagai lokasi.

Transfer file dan pemantauan langsung

Setelah sesi terbang selesai, proses pemindahan hasil rekaman dibuat lebih cepat lewat QuickTransfer. Fitur ini mendukung kecepatan hingga 50 MB/s melalui Wi-Fi 6.

Untuk pemantauan saat terbang, DJI memakai teknologi O4 Video Transmission. Sistem ini mendukung tayangan langsung 1080p 60 FPS dengan jarak terbang maksimal 15 km.

Alur kerja pengguna jadi lebih ringkas karena rekaman bisa dipantau secara real time lalu dipindahkan segera setelah drone mendarat. Hal ini melengkapi pendekatan DJI yang tampak menonjolkan kemudahan pakai sekaligus rasa aman.

Harga dan paket penjualan

Di Indonesia, Lito 1 dipasarkan dalam tiga paket. Varian standar dijual Rp 4.901.000, Two-Battery Combo (RC-N3) Rp 5.637.000, dan Fly More Combo (RC-N3) Rp 6.863.000.

Lito X1 tersedia dalam empat pilihan paket. Harga pembukaannya Rp 6.100.000, lalu Fly More Combo (RC-N3) Rp 6.836.000, Fly More Combo (RC 2) Rp 9.778.000, dan Fly More Combo Plus (RC 2) Rp 11.004.000.

Dengan susunan paket itu, DJI membedakan kebutuhan pengguna antara model yang lebih sederhana dan model yang menawarkan sensor LiDAR, kemampuan video lebih tinggi, serta navigasi yang lebih presisi. Seri Lito pun hadir sebagai opsi drone ringan yang menekankan keselamatan terbang tanpa meninggalkan kemudahan perekaman udara.

Source: tekno.kompas.com

Berita Terkait