Dnsys X1 Carbon, Eksoskeleton 1,6 Kg yang Membuat Tanjakan Terasa Lebih Ringan

Author: Redaksi Android62

Dnsys X1 Carbon hadir dengan janji yang cukup berani untuk perangkat berbobot hanya 1,6 kg: membantu pengguna berjalan atau berlari dengan usaha hingga 50 persen lebih ringan. Bagi mereka yang sering berhadapan dengan tanjakan panjang, tangga, atau medan bergelombang, perangkat ini menempatkan bantuan tenaga di pinggul sebagai nilai jual utama.

Menariknya, X1 Carbon tidak diposisikan sebagai alat medis atau perangkat rehabilitasi. Dnsys juga menegaskan bahwa alat ini tidak membantu keseimbangan, melainkan memberi dorongan ke sendi pinggul atau resistansi tambahan saat pengguna ingin berlatih lebih berat.

Posisinya di lini produk Dnsys

Di jajaran Dnsys X1, model Carbon berada di tengah antara X1 Lite dan X1 Carbon Pro. Varian Pro membawa baterai kedua, komponen titanium, dan opsi engraving, sehingga kelasnya dibuat lebih tinggi dari model Carbon standar.

Perangkat ini semula lahir lewat Kickstarter dan berhasil mengumpulkan sekitar $1.4 million dari lebih dari 1.700 pendukung. Kini X1 Carbon dijual langsung melalui situs Dnsys dengan harga retail $1,299, dan sempat muncul dalam promo Prime Day di $829 setelah potongan $470 serta bonus satu X1 Smart Battery gratis.

Siapa yang paling mungkin merasakan manfaatnya

Dnsys menyebut X1 Carbon paling cocok untuk pengguna yang sering naik turun tanjakan, melewati banyak tangga, atau menempuh rute yang tidak rata. Dalam situasi seperti itu, bantuan tenaga di pinggul terasa lebih berguna dibanding saat berjalan santai di trotoar datar.

Perangkat ini juga menarik bagi pengguna muda maupun lebih tua yang masih memiliki mobilitas penuh dan ingin mengurangi rasa lelah setelah aktivitas. Namun, Dnsys tidak merekomendasikannya untuk pengguna dengan kondisi skeletal, muscular, neurological, atau keterbatasan keseimbangan.

Desain, isi paket, dan pemasangan

Dalam paket penjualan, pengguna mendapatkan unit eksoskeleton, satu Smart Battery 2,400 mAh, charger dan adaptor dinding EU, kabel baterai ke eksoskeleton, carry case, kabel USB-C, dua ukuran waist Velcro, serta dua thigh strap inserts. Total bobot paket disebut tetap di bawah 2 kg.

Pemasangannya dirancang cepat dan diklaim bisa selesai dalam kurang dari 60 detik. Unit dikenakan seperti sabuk di pinggang, lalu lengan tenaga dihubungkan ke kaki dengan strap elastis.

Sabuk ditempatkan tinggi di area pinggul dan memiliki dial belakang untuk penyetelan halus. Manset paha dikencangkan lewat dial samping, sementara baterai yang dijepit ke sabuk dibuat tetap stabil saat pengguna bergerak.

Dnsys juga menyediakan panduan fitting di aplikasi pendamping. Langkah ini penting karena perangkat perlu menyesuaikan postur dan langkah agar bantuan tenaga terasa optimal.

Enam mode kerja untuk bantuan dan latihan

Kontrol dapat dilakukan melalui aplikasi atau tombol pada sabuk. Tombol plus menambah bantuan, tombol minus menguranginya, dan perpindahan mode ditandai indikator warna LED.

Mode yang tersedia terdiri dari Eco, Sport, Boost, Transparent, Aqua, dan Aqua Plus. Eco memberi bantuan ringan dengan konsumsi baterai paling hemat, Sport ditujukan untuk bukit dan perjalanan lebih panjang, sedangkan Boost memberi bantuan maksimum untuk sprint dan tanjakan curam.

Transparent membuat motor tetap aktif tanpa dorongan nyata. Aqua dan Aqua Plus justru membalik fungsi motor untuk memberi resistansi pada langkah, sehingga pinggul, glute, dan hip flexor bekerja lebih keras saat latihan.

Aplikasi juga menampilkan jumlah langkah, sisa baterai, dan besaran gaya yang sedang diberikan perangkat. Preset untuk skenario seperti berjalan dan mendaki bukit juga tersedia di dalamnya.

Performa di lapangan dan batas yang terasa

Pada mode Eco di permukaan datar, bantuan terasa halus. Efeknya justru lebih jelas saat perangkat dimatikan di tengah perjalanan, karena tubuh langsung terasa harus bekerja lebih keras.

Sport disebut menjadi mode yang paling berguna ketika tanjakan mulai menanjak. Beban pada kaki berkurang, sementara jalur curam terasa lebih mudah dikelola dibanding berjalan tanpa bantuan.

Boost memberikan dorongan paling kuat di setiap ayunan langkah. Dnsys mengklaim bantuan sprint hingga 17 km/jam, meski angka tersebut tidak diverifikasi secara independen dalam pengalaman penggunaan yang dibagikan.

Sistem bantuan juga mengikuti tempo langkah pengguna. Jika Boost dipilih tetapi langkah tetap santai, motor hanya bekerja minim karena perangkat menyesuaikan ritme alih-alih memaksa tubuh bergerak lebih cepat.

Pada turunan, Aqua mode punya fungsi yang berbeda. Resistansi terkontrol pada langkah dapat membantu mengurangi beban pada lutut dan paha depan saat menuruni jalur panjang.

Baterai, ketahanan, dan kompromi penggunaan

Dnsys mengklaim daya tahan baterai hingga 7 jam per baterai pada X1 Carbon. Angka itu dinilai realistis di mode Eco pada medan datar, tetapi bisa turun mendekati 3 jam di Sport saat tanjakan berlangsung terus-menerus.

Pada Boost atau Aqua Plus, durasi bisa menjadi lebih singkat karena beban kerja motor lebih tinggi. Saat kapasitas turun di bawah 20 persen, perangkat membatasi operasi ke mode Eco, dan pengisian penuh dari kosong disebut memakan waktu sekitar satu setengah jam.

Bagi pengguna yang serius, baterai cadangan tampak layak dipertimbangkan. Smart Battery tambahan dijual $139, sedangkan X1 Carbon Pro sudah menyertakan dua baterai sejak awal.

Ada pula detail praktis yang berguna di lapangan, yaitu output USB-C pada basis baterai. Fitur ini memungkinkan ponsel diisi daya saat keadaan darurat.

Dalam pemakaian multi-jam, perangkat disebut tetap nyaman digunakan. Ada penumpukan keringat di bawah sabuk saat cuaca hangat, tetapi tidak dilaporkan menimbulkan gesekan berlebih atau jepitan pada cuff paha.

Unit ini juga disebut tahan percikan dan masih aman saat terkena gerimis ringan. Namun, penggunaan di hujan deras sepanjang hari tetap tidak dianjurkan.

Kompromi yang paling terasa datang dari suara motor saat bantuan aktif. Bunyi dengung terdengar di setiap gerakan kaki, tetapi dengan manfaat yang diberikan, hal itu masih dinilai sebagai konsekuensi yang dapat diterima.

Jika baterai habis di tengah perjalanan, pengguna tetap harus membawa sekitar 2 kg perangkat pasif di pinggang. Bobot itu masih disebut cukup mudah dikelola untuk beberapa mil, tetapi perlu dipertimbangkan sebelum membawa X1 Carbon untuk rute panjang di medan berat.

Source: www.geeky-gadgets.com
Berita Terbaru