Dolar AS Makin Perkasa, Rupiah Tertekan Saat Pasar Masih Cemas Oleh Konflik Timur Tengah

Author: Redaksi Android62

Rupiah memulai perdagangan dengan tekanan yang masih berat dan hampir menembus level Rp18.000 per dolar AS. Pada pembukaan Selasa pagi, mata uang Garuda berada di Rp17.879 per dolar AS, melemah 74 poin atau 0,42 persen dari penutupan sebelumnya.

Situasi ini menunjukkan pasar belum benar-benar lepas dari sentimen negatif setelah libur panjang. Di tengah kondisi itu, dolar AS kembali tampil kuat dan membuat mata uang negara berkembang bergerak lebih berhati-hati.

Salah satu pemicu utama datang dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas. Lukman Leong dari DOO Financial Futures menilai tekanan pada rupiah ikut dipengaruhi pernyataan Iran yang menghentikan perundingan damai dengan Amerika Serikat.

Ia juga menyoroti rencana Iran untuk menutup penuh Selat Hormuz. Langkah tersebut menambah kekhawatiran pasar dan ikut mengangkat permintaan terhadap dolar AS.

Di saat yang sama, penguatan dolar AS juga ditopang data manufaktur Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan. Kombinasi faktor geopolitik dan data ekonomi itu membuat tekanan terhadap rupiah belum mereda pada awal perdagangan.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia pun menunjukkan hasil yang tidak seragam. Yuan China menguat 0,02 persen dan ringgit Malaysia tercatat stabil, sementara peso Filipina melemah 0,03 persen.

Sejumlah mata uang Asia lain juga bergerak melemah terhadap dolar AS. Dolar Singapura turun 0,01 persen, yen Jepang terkoreksi 0,03 persen, dan won Korea Selatan terdepresiasi 0,16 persen, sedangkan dolar Hong Kong ikut melemah 0,01 persen.

Pola serupa terlihat pada mata uang utama negara maju. Euro Eropa naik tipis 0,01 persen, tetapi poundsterling Inggris turun 0,01 persen.

Pada kelompok mata uang komoditas, dolar Australia dan dolar Kanada sama-sama melemah 0,06 persen. Franc Swiss juga turun 0,03 persen, menegaskan dominasi dolar AS di pasar global pada perdagangan kali ini.

Untuk hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS. Proyeksi tersebut mencerminkan pasar yang masih menimbang kuatnya dolar AS di tengah sentimen internasional yang belum benar-benar mereda.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru