Banyak Foldable Android Diprediksi Cuma Tahan 2-3 Tahun, Layar Lipat Masih Paling Rentan

Author: Redaksi Android62

Bagi banyak pengguna, umur pakai foldable Android masih terasa lebih pendek daripada ponsel biasa. Sejumlah pemilik menilai perangkat lipat ini realistis dipakai sekitar dua hingga tiga tahun, terutama karena bagian yang paling cepat aus ada di layar lipat dan engsel.

Kerentanan itu muncul karena foldable harus bekerja dengan mekanisme buka-tutup yang terus bergerak setiap hari. Berbeda dengan smartphone standar yang strukturnya lebih sederhana, ponsel lipat membawa beban tambahan pada komponen yang justru paling sering disentuh dalam pemakaian normal.

Layar dalam masih jadi titik paling sensitif

Masalah terbesar pada foldable bukan hanya soal bodi, melainkan layar bagian dalam. Panel ini biasanya memakai ultra-thin glass dan screen protector, bukan kaca yang lebih kuat seperti pada smartphone biasa.

Karena karakter itu, keluhan yang muncul sering kali tidak berhenti pada retak. Di forum pengguna, screen protector yang mengelupas dan gangguan pada fungsi layar dalam juga kerap disebut sebagai masalah serius.

Pengguna Reddit bernama Jerky_san, misalnya, menggambarkan Galaxy Z Fold sebagai perangkat yang “luar biasa, tapi tidak untuk semua orang”. Ia menyebut pengalaman memakai Fold 3 dan Fold 4, termasuk layar yang retak tanpa jatuh serta gangguan Bluetooth dan Wi-Fi.

Tidak semua pengalaman berakhir buruk

Meski begitu, ada juga pengguna yang merasa generasi baru foldable jauh lebih meyakinkan. Vlaun mengatakan Fold 5 miliknya sudah dipakai hampir dua tahun dan masih terasa “rock solid”.

Pengguna lain, bgf2414, bahkan mengaku Fold 5 miliknya tetap bertahan meski dipakai di lokasi konstruksi. Perangkat itu disebut sempat beberapa kali jatuh ke beton, lumpur, hingga lubang air.

Namun pengalaman seperti itu tidak menghapus risiko khas ponsel lipat. Pengguna zorbyss melaporkan screen protector pada layar bagian dalam Fold 5 mulai terkelupas setelah sekitar 18 bulan, lalu muncul retak kecil setelahnya.

Klaim ketahanan generasi baru makin agresif

Produsen kini makin menonjolkan daya tahan sebagai nilai jual utama foldable. Samsung, Google, Motorola, Honor, dan merek lain sama-sama membawa klaim ketahanan pada model-model terbaru mereka.

Beberapa perangkat seperti Pixel 10 Pro Fold dan Honor Magic V6 menawarkan ketahanan air dan debu. Galaxy Z Fold 7 bahkan disebut memiliki panel lipat yang mampu bertahan hingga 500.000 kali lipatan.

Angka itu disebut 2,5 kali lebih tinggi dibanding pendahulunya dan sejalan dengan kompetitor di kelas foldable. Di sisi lain, tambahan rangka logam yang kuat dan kaca pelindung yang lebih tahan pada layar luar juga membuat perangkat generasi baru terlihat lebih siap untuk dipakai harian.

Kerusakan serius sering muncul setelah tahun pertama

Sebuah survei ketahanan yang dibahas oleh pengguna Reddit bernama Macusercom memberi gambaran menarik pada seri Galaxy Z Fold hingga Fold 6. Dalam analisis itu, Fold 5 dan Fold 6 dinilai jauh lebih andal dibanding generasi ketiga dan keempat.

Data yang dibahas juga menunjukkan kerusakan serius seperti retak, terkelupas, dan patah cenderung muncul setelah tahun pertama. Puncaknya disebut berada di sekitar dua tahun, sehingga anggapan bahwa foldable punya usia pakai lebih pendek daripada ponsel biasa makin menguat.

Salah satu tanda kerusakan internal yang ikut disorot adalah layar dalam yang tidak lagi bisa membuka benar-benar rata. Gejala itu menjadi sinyal awal bahwa mekanisme lipat mulai mengalami masalah.

Perlindungan tambahan masih dianggap penting

Karena harga foldable cenderung mahal dan risikonya tetap tinggi, banyak pemilik menilai perlindungan tambahan sebagai kebutuhan. Samsung Care+ disebut mendapat apresiasi dari pengguna karena menawarkan penggantian screen protector gratis atau penggantian inner screen penuh seharga $29.

Di pasar yang makin ketat, daya tahan juga menjadi bagian dari persaingan antarmerek. Honor Magic V6, misalnya, diumumkan dengan engsel berbahan baja terkuat yang tersedia secara komersial.

Semua ini menunjukkan bahwa foldable memang terus membaik, tetapi layar lipat masih menjadi komponen yang paling menentukan umur pakainya. Bagi banyak pengguna, persoalannya bukan lagi sekadar apakah foldable bisa dipakai, melainkan berapa lama bagian paling rapuhnya sanggup bertahan.

Berita Terbaru