Pergerakan 10.000 ETH dari sebuah dompet lama kembali menarik perhatian pasar kripto karena aset itu berasal dari pembelian senilai $3.100 pada masa crowdsale awal Ethereum. Nilai kepemilikan tersebut kini diperkirakan telah melonjak menjadi sekitar $23 juta setelah dompet itu kembali aktif setelah lama tidak tersentuh.
Data on-chain menunjukkan dompet tersebut pasif sejak menerima ETH pada 30 Juli 2015. Selama hampir 11 tahun, aset itu bertahan melewati fase naik turun pasar kripto dan mencatat kenaikan nilai hampir 7.500 kali lipat sebelum akhirnya berpindah lagi.
Aktivasi dompet lama seperti ini sering memunculkan dugaan bahwa pemiliknya sedang bersiap menjual. Namun, perpindahan besar tidak selalu berarti ada pelepasan aset di pasar terbuka, dan analisis atas kasus ini justru membuka kemungkinan lain.
Illia Otychenko, Lead Analyst di CEX.IO, menilai pemilik ETH yang masuk di harga $0.31 sudah lama berada pada posisi untung yang sangat besar. Dengan kondisi seperti itu, dorongan untuk mencari waktu jual yang benar-benar presisi dinilai tidak terlalu mendesak.
Otychenko juga menyebut bahwa perpindahan aset bisa saja terkait pemulihan private key lama, seed phrase, atau sekadar pemindahan dan konsolidasi aset. Menurut dia, ketika dompet yang lama tidak aktif mulai bergerak saat harga belum berada di puncaknya, aktivitas seperti itu lebih sering berkaitan dengan urusan kustodi atau pemulihan akses.
Pandangan serupa datang dari Dean Chen di Bitunix. Ia melihat pemilik ETH yang menyimpan aset sejak 2015 kemungkinan memiliki horizon waktu yang jauh lebih panjang dibanding banyak pelaku pasar lain.
Dari sisi dampak pasar, transfer senilai itu dinilai belum cukup besar untuk mengguncang Ethereum. Otychenko menjelaskan bahwa volume perdagangan harian ETH berada di kisaran $15 miliar, sehingga nilai $23 juta hanya sekitar 2% dari kedalaman bid/ask di bursa besar dan masih bisa diserap tanpa slippage yang berarti.
Meski begitu, tekanan jual bisa menjadi lebih nyata jika dana tersebut benar-benar masuk ke dompet yang terhubung dengan bursa. Jika perpindahan hanya berhenti di alamat baru, langkah itu lebih dekat ke pengelolaan aset daripada sinyal jual agresif.
Chen juga menilai bahwa reaksi pasar sering kali lebih besar daripada dampak teknis dari perpindahan whale. Pasar kerap menafsirkan aktivitas alamat lama sebagai sinyal jual, meskipun niat pemilik aset belum tentu seperti itu.
Pola pergerakan dari dompet era ICO juga bukan hal yang sepenuhnya baru. Pada September, seorang whale yang menerima 1 juta ETH dari ICO yang sama memindahkan $645 juta ke layanan staking, sementara masih menyimpan sekitar $1.1 miliar dalam ETH.
Gelombang aktivasi dompet lama membuat sebagian analis melihat adanya perubahan perilaku di kalangan investor awal Ethereum. Chen menyebut fase ini sebagai masa rotasi modal, perlindungan kekayaan, dan pengelolaan aset yang lebih profesional.
Otychenko menambahkan, aktivasi dompet era ICO dalam periode 2025–2026 menunjukkan dua kecenderungan utama. Sebagian pemegang memindahkan aset ke staking, sementara sebagian lainnya menjual bertahap, umumnya hanya dalam porsi kecil dari total kepemilikan.
Sementara itu, harga ETH tercatat berada di $2,330 dan naik 2.4% dalam 24 jam menurut data CoinGecko. Di Myriad, pasar prediksi milik Dastan, pengguna memberi peluang 47% bahwa ETH turun ke $1,500 sebelum naik ke $3,000, yang menunjukkan sentimen pasar masih terbagi meski dompet ICO lama kembali bergerak.
