Dorongan Gas Samar Ubah Orbit 1998 SH2, NASA Perbarui Perhitungannya

Author: Redaksi Android62

Objek dekat Bumi 1998 SH2 ternyata tidak bergerak sepenuhnya sesuai perhitungan gravitasi. NASA menemukan dorongan sangat halus yang menggeser lintasannya, petunjuk bahwa benda yang lama dianggap asteroid ini memiliki perilaku menyerupai komet.

Perubahan itu penting karena prediksi orbit menjadi dasar untuk menilai posisi dan potensi risiko objek dekat Bumi. Dorongan kecil yang berlangsung terus dapat membuat proyeksi lokasi sebuah benda berubah seiring waktu.

Selisih Posisi Terlihat saat Melintas Dekat Bumi

1998 SH2 melintas sekitar 3 juta kilometer dari Bumi pada Agustus 2025. Pengamatan radar melalui Deep Space Network NASA menunjukkan posisinya tidak sepenuhnya cocok dengan prediksi yang hanya menghitung gaya tarik Matahari dan planet.

Para peneliti kemudian menggunakan astrometri optik berpresisi tinggi untuk menelusuri penyebab selisih tersebut. Hasil pengukuran mengarah pada gangguan non-gravitasi yang tidak dapat dijelaskan oleh tarikan gravitasi saja.

Ilmuwan Jet Propulsion Laboratory NASA, Davide Farnocchia, menilai gangguan itu menunjukkan kemungkinan semburan gas dalam jumlah sangat kecil. Gas diduga dilepaskan ketika panas Matahari memengaruhi es yang bercampur material batuan pada atau dekat permukaan objek.

Aktivitas Komet yang Tidak Tampak

Sejak ditemukan pada 1998, 1998 SH2 diklasifikasikan sebagai asteroid dekat Bumi karena tidak memperlihatkan koma maupun ekor. Tidak adanya tanda visual tersebut membuat sifat kometnya sulit dikenali melalui pengamatan biasa.

Aktivitasnya begitu lemah sehingga gas dan debu yang keluar tidak membentuk struktur terang di sekitar objek. Karakter ini mengaitkan 1998 SH2 dengan kelompok komet gelap, yaitu benda yang tampak seperti asteroid tetapi mengalami gangguan orbit khas komet.

Mediaindonesia.com menyebut sebagian komet gelap mungkin masih aktif pada tingkat yang berada di bawah ambang deteksi teleskop konvensional. Karena itu, pengukuran lintasan yang sangat presisi menjadi pelengkap penting bagi pengamatan visual.

Arti Temuan bagi Pertahanan Planet

Pembedaan antara asteroid dan komet aktif berpengaruh pada ketelitian pemodelan orbit. Sistem pertahanan planet perlu memasukkan kemungkinan gaya non-gravitasi ketika karakter fisik suatu objek belum sepenuhnya dipahami.

Pemetaan karakter dan orbit sejak dini dapat membantu ilmuwan memperkirakan pergerakan objek dekat Bumi dengan lebih baik. Langkah tersebut juga mengurangi ketidakpastian pada proyeksi lintasan di masa mendatang.

Target Pengamatan Tantangan Peran NEO Surveyor
Asteroid berwarna gelap Sulit memantulkan cahaya Mendeteksi panas yang dipancarkan
Komet beraktivitas lemah Gas dan debu sulit terlihat Membantu menemukan objek samar
Objek di arah Matahari Silau Matahari mengganggu teleskop Bumi Memperluas kemampuan pencarian

Teleskop Inframerah untuk Objek Samar

NASA menyiapkan NEO Surveyor, teleskop antariksa inframerah yang dirancang untuk mencari asteroid dan komet yang sulit ditemukan. Berbeda dari teleskop optik, instrumen ini mengandalkan panas yang dipancarkan benda langit.

Misi NEO Surveyor dijadwalkan meluncur pada September 2027. Teleskop tersebut diharapkan memperluas katalog objek dekat Bumi, termasuk benda seperti 1998 SH2 yang menyimpan aktivitas komet di balik penampilan mirip asteroid.

Berita Terbaru