DPMM FC Lepas Ramadhan Sananta, Peluang Reuni Dengan Bernardo Tavares di Persebaya Terbuka

Nama Ramadhan Sananta kembali menjadi sorotan setelah DPMM FC resmi berpisah dengannya. Keputusan itu langsung membuka pembicaraan baru tentang langkah berikutnya, termasuk kemungkinan kembalinya striker 23 tahun tersebut ke Liga 1 Indonesia.

Pelepasan Sananta diumumkan pada Rabu (13/5), dan ia kini berstatus tanpa klub. DPMM FC tidak hanya melepas Sananta, tetapi juga kiper Brasil Michel Americo dan pemain senior Najib Tarif dalam bagian dari perombakan skuad yang disebut masih akan berlanjut.

Perubahan itu membuat masa depan Sananta cepat dikaitkan dengan klub-klub Indonesia. Salah satu nama yang paling kuat muncul adalah Persebaya Surabaya, terutama karena ada sosok Bernardo Tavares di balik bangku pelatih tim tersebut.

Hubungan Sananta dan Tavares bukan hal baru. Keduanya pernah bekerja sama di PSM Makassar dan berhasil membawa klub itu menjuarai Liga 1 musim 2022/2023.

Di bawah arahan Tavares, Sananta tampil menonjol saat usianya masih sangat muda. Ia mencatat 11 gol dalam periode tersebut dan menunjukkan ketajaman yang kemudian membuat namanya terus diperhitungkan di sepak bola nasional.

Kondisi inilah yang membuat peluang reuni di Persebaya terasa masuk akal. Sananta dinilai bisa mendapat lingkungan yang sudah memahami karakter permainannya, sementara Tavares sudah mengetahui cara memaksimalkan kualitas sang striker.

Bagi Sananta, situasi ini juga penting untuk menjaga persaingan di level tertinggi. Performa stabil di klub kerap menjadi faktor penentu bagi pemain yang ingin tetap dekat dengan Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong.

Secara statistik, masa singkat Sananta di DPMM FC tetap meninggalkan catatan yang cukup menarik. Berdasarkan data Transfermarkt, ia tampil dalam 27 laga kompetisi domestik, mencetak 4 gol dan 2 assist.

Sananta datang ke DPMM FC dari Persis Solo pada awal musim ini dan mendapat menit bermain yang cukup besar. Meski waktunya di klub tidak panjang, kontribusinya tetap cukup terlihat sehingga namanya tidak tenggelam setelah keputusan perpisahan diumumkan.

DPMM FC sendiri memberi sinyal bahwa kerja sama dengan Sananta belum sepenuhnya tertutup. Dalam pernyataan resminya, klub menyampaikan apresiasi atas kontribusi sang striker dan membuka peluang untuk merekrutnya kembali jika perkembangannya positif di tempat lain.

Pelepasan Sananta juga menjadi bagian dari perombakan skuad yang lebih luas di klub asal Brunei Darussalam itu. Michel Americo dilepas karena kalah bersaing dengan Haimie Nyaring, yang tampil impresif dalam 22 pertandingan musim ini.

Sementara itu, Najib Tarif juga berpisah dengan klub karena faktor usia yang sudah 38 tahun. Ia dikenal sebagai salah satu pemain paling loyal di DPMM FC karena telah membela klub tersebut sejak 2012 dan mendapat apresiasi tinggi dari manajemen atas pengabdiannya.

Di tengah perubahan yang terjadi di DPMM FC, sorotan utama tetap mengarah ke masa depan Sananta. Rumor soal Persebaya dan peluang reuni dengan Bernardo Tavares kini menjadi pembahasan yang paling banyak menarik perhatian publik sepak bola nasional.

Source: mediaindonesia.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer