DPRD Jateng Minta Pemeriksaan Hewan Kurban Diperketat, Ancaman PMK Harus Dicegah Sejak Awal

Menjelang Idul Adha 2026, perhatian terhadap lalu lintas dan kondisi hewan kurban di Jawa Tengah kembali menguat. DPRD Jawa Tengah menilai pemeriksaan di lapangan harus diperketat agar penyembelihan kurban berjalan aman dan penyebaran penyakit bisa ditekan.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh menekankan bahwa kesehatan hewan tidak boleh dianggap sebagai urusan sampingan. Menurut dia, situasi menjelang hari raya biasanya membuat mobilitas ternak meningkat dan itu menuntut pengawasan yang lebih serius.

PMK Jadi Perhatian Utama

Salah satu risiko yang disorot adalah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK. Saleh meminta pemerintah daerah tidak mengendurkan pemeriksaan karena arus perpindahan ternak cenderung lebih padat saat Idul Adha semakin dekat.

Ia menilai pengawasan yang lemah dapat membuka peluang penularan penyakit dari satu titik ke titik lain. Karena itu, pemeriksaan kesehatan hewan dinilai harus dilakukan dengan ketat sejak awal, bukan setelah hewan masuk ke rantai distribusi.

Pengawasan Tidak Hanya di Satu Titik

Saleh meminta pemeriksaan rutin dilakukan di pasar hewan, tempat penjualan ternak, dan lokasi distribusi hewan kurban. Langkah tersebut dipandang penting agar penyebaran penyakit hewan menular dapat dicegah lebih cepat.

Selain pengawasan lapangan, ia juga mendorong pemerintah daerah memperkuat edukasi kepada peternak. Edukasi itu mencakup pencegahan penyakit hewan, pola perawatan ternak, dan pentingnya vaksinasi.

Pasokan Dinilai Cukup, Pengawasan Tetap Wajib Ketat

Dari sisi ketersediaan, Jawa Tengah disebut mampu memenuhi kebutuhan hewan kurban di dalam daerah. Provinsi ini juga ikut mendukung distribusi ternak ke berbagai wilayah lain.

Kondisi itu membuat pemeriksaan kesehatan hewan menjadi semakin penting. Pasokan yang memadai tetap harus diimbangi dengan pengawasan ketat supaya hewan yang beredar tetap layak dan aman untuk kurban.

Pembeli Diminta Lebih Selektif

Saleh juga mengimbau masyarakat agar lebih cermat saat membeli hewan kurban. Pembeli diminta memastikan ternak dalam kondisi sehat dan memiliki surat keterangan kesehatan hewan.

Menurut dia, kehati-hatian dari pembeli ikut membantu menjaga pelaksanaan Idul Adha tetap lancar. Dengan pengawasan yang baik dari pemerintah daerah dan seleksi yang teliti dari masyarakat, ibadah kurban diharapkan berlangsung dengan aman dan nyaman.

Source: jateng.antaranews.com

Berita Terkait