Di kisaran Rp50 jutaan, pilihan mobil bekas yang masih terlihat berkelas tidak banyak. Namun Honda City GD dan Nissan X-Trail T30 tetap sering dilirik karena keduanya punya tampilan yang tidak cepat terasa tua.
Daya tarik utama dua model ini bukan hanya soal harga yang sudah turun, tetapi juga soal kesan visual. Saat berdiri berdampingan dengan mobil modern, City GD dan X-Trail T30 masih bisa memberi aura mahal yang cukup kuat.
SUV boxy yang tetap punya wibawa
Nissan X-Trail T30 menawarkan karakter yang berbeda dari kebanyakan mobil bekas murah. Bodinya yang boxy justru menjadi identitas utama, dan bentuk itu membuatnya tampak unik di tengah banyak SUV modern.
Kesan gagah muncul dari ground clearance yang tinggi, ban besar, dan kaca lebar. Kombinasi tersebut membuat X-Trail T30 terlihat berwibawa saat melintas di jalan.
Di dalam kabin, material plastik memang mendominasi. Meski begitu, desain dashboard dan fitur yang dibawa masih dianggap menarik untuk mobil keluaran 2005.
Perlengkapan yang tersedia juga cukup lengkap untuk kelasnya. X-Trail T30 sudah memiliki dual airbag, ABS, electric mirror, cooler box, arm rest, rear wiper, serta AC digital dengan heater.
Di balik kap mesin, SUV ini memakai mesin QR25DE 2.500 cc. Tenaganya mencapai 180 hp, dan karakternya dikenal kuat di putaran atas.
Sedan lawas yang masih terasa modern
Honda City GD bermain di jalur yang berbeda, tetapi sama-sama punya daya tarik kuat. Sedan ini banyak dicari anak muda karena bodinya tajam, simpel, dan masih enak dipandang untuk dipakai harian.
Salah satu ciri yang membuatnya mudah dikenali adalah spion tanduk khas Honda era awal 2000-an. Dengan sedikit sentuhan pada kaki-kaki, tampilannya juga masih bisa dibuat lebih elegan.
Masuk ke kabin, nuansa modern masih terasa lewat layout dashboard yang mirip Honda Jazz GD. Kesan itu membuat interior City GD tidak gampang terlihat usang meski usianya sudah lebih dari satu dekade.
Kabin sedan ini juga tergolong lega dan fleksibel. Pada varian i-DSI, jok belakang sudah memakai Ultra Seat yang menambah nilai praktis untuk penggunaan sehari-hari.
Fitur dan karakter mesin yang berbeda
Untuk kelengkapan, City GD sudah membawa electric power steering, electric mirror, power window, tilt steering, serta AC dengan heater dan defogger belakang. Perangkat itu membuatnya tetap kompetitif di kelas mobil bekas seharga Rp50 jutaan.
Pilihan mesinnya memberi karakter yang berbeda pada tiap varian. Varian VTEC menjadi favorit bagi pengguna yang mencari performa lebih agresif, sedangkan varian i-DSI lebih cocok untuk efisiensi bahan bakar.
Mesin 1.500 cc VTEC pada City GD menghasilkan tenaga 110 hp dan torsi 143 Nm. Sementara itu, konsumsi BBM varian i-DSI di pemakaian dalam kota disebut bisa mencapai 10-11 km/liter.
Di sisi lain, X-Trail T30 menawarkan tenaga yang lebih besar dan rasa berkendara yang juga disebut cukup presisi untuk ukuran SUV lawas. Kombinasi itu membuat model ini tetap menarik bagi pembeli yang memprioritaskan kenyamanan dan kesan premium.
Hal yang perlu dicek sebelum membeli
Usia panjang membuat keduanya punya beberapa titik rawan yang patut diperhatikan. Pada Honda City GD, area pendingin mesin, sensor ABS, rack steer, dan transmisi matic termasuk bagian yang paling sering bermasalah.
Nissan X-Trail T30 juga perlu diperiksa lebih teliti, terutama pada kaki-kaki, power steering, sensor CKP, dan area pendingin mesin. Pemeriksaan di bagian itu penting agar calon pemilik tidak membawa pulang biaya perbaikan yang tidak kecil.
Soal konsumsi bahan bakar, X-Trail T30 memang tidak sehemat City GD. Untuk pemakaian dalam kota, angkanya hanya berkisar 6-7 km/liter.
Meski begitu, banyak pengguna menilai biaya itu masih sepadan dengan kenyamanan dan aura yang diberikan. Harga X-Trail T30 kini berada di kisaran Rp58 jutaan, sementara City GD tetap menjadi opsi menarik bagi pencari sedan stylish dengan biaya operasional yang lebih terjaga.
