Dua penumpang bus wisata tewas setelah kendaraan yang mereka tumpangi terperosok ke parit di sisi Tol Bawen, Kabupaten Semarang. Kecelakaan tunggal itu terjadi saat bus melaju di ruas tol menuju Salatiga.
Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 07.30 WIB di KM 454+200 Jalur A, tepatnya di wilayah Dusun Sukoharjo, Desa Pabelan, Kecamatan Pabelan. Bus diduga oleng ke kiri sebelum masuk ke parit di sisi jalan.
Kasatlantas Polres Semarang Iptu Raymond Daniel Titaheluw menyebut bus dikemudikan Oktafian Budi Pratama (29), warga Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan. Ia mengatakan dugaan sementara penyebab kejadian adalah pengemudi kurang konsentrasi saat kendaraan melaju di jalur tersebut.
“Sesampainya di lokasi kejadian, diduga pengemudi kurang konsentrasi sehingga kendaraan oleng ke kiri dan masuk ke parit di sisi jalan,” kata Raymond kepada wartawan. Ia juga menegaskan bahwa insiden itu merupakan kecelakaan lalu lintas tunggal.
Dua korban meninggal dunia adalah Sri Purwati (52) dan Abdul Manan (50), keduanya warga Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Keduanya mengalami cedera di bagian kepala sebelum dievakuasi ke RSUD Salatiga.
Selain dua korban tewas, dua penumpang lain mengalami luka ringan. Mereka adalah Masrum (48) dan Nury Yana Suryani (33), warga Kecamatan Mijen, Kota Semarang.
Kedua korban luka mengeluhkan nyeri pada tangan kiri dan mendapat perawatan di RS Tunas Harapan Salatiga. Polisi masih menyelidiki peristiwa tersebut dan mendalami dugaan awal terkait kurangnya konsentrasi pengemudi bus.
| Korban | Usia | Alamat | Kondisi |
|---|---|---|---|
| Sri Purwati | 52 | Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang | Meninggal dunia, cedera kepala |
| Abdul Manan | 50 | Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang | Meninggal dunia, cedera kepala |
| Masrum | 48 | Kecamatan Mijen, Kota Semarang | Luka ringan, nyeri tangan kiri |
| Nury Yana Suryani | 33 | Kecamatan Mijen, Kota Semarang | Luka ringan, nyeri tangan kiri |
Bus itu melaju dari arah Tol Bawen menuju Salatiga ketika kecelakaan terjadi. Setelah insiden, penanganan korban dilakukan di dua rumah sakit berbeda sesuai tingkat luka yang dialami.
